19 August 2018

Capres

Ini Prediksi Kiwoom Sekuritas: Pasar Berpotensi Menguat Setelah Pengumuman Capres dan Cawapres

KONFRONTASI -  Telah terpilihnya masing-masing calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung di pemilu tahun depan, dan beberapa dari calon tersebut merupakan pilihan pasar, tentu akan membuat pasar bergerak ke arah penguatan hari ini, Jumat (10/8/2018).

Maximilianus Nico Demus Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa meskipun memberi peluang penguatan, tetapi hal ini juga akan memicu rawan profit taking.

Prabowo-SBY Tinggal Duduk Manis kalau Usung Rizal Ramli jadi Capres 2019. RR Raih Dukungan Rakyat dan Kalangan Bisnis

KONFRONTASI- Mantan Presiden SBY dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto (PS)  tinggal duduk manis kalau ajukan Rizal Ramli PhD sebagai capres 2019 dari koalisi SBY-PS guna menundukkan Jokowi.  RR mencari logistik dari kontribusi rakyat dan kelas menengah, mendapat dukungan finansial dari masyarakat dan kalangan bisnis menengah ke atas serta investor internasional. Secepatnya SBY-PS harus bersikap mengajukan RR jadi Capres, sebelum RR diserobot kandang Banteng PDIP  jadi Cawapres Jokowi 2019. Hal ini penting agar ada kontestasi Pilpres yang berkualitas dan menarik.

Jokowi Petugas Partai: Ditanya Kapan Deklarasi Cawapres, Jokowi Malah Tunjuk Megawati

Presiden Joko Widodo enggan menjawab saat ditanyai kapan akan mendeklarasikan cawapres pendampingnya di Pilpres 2019. Para wartawan menanyakan hal itu saat Jokowi menghadiri acara pembekalan calon anggota legislatif (caleg) PDI-P di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (5/8/2018).

Menyoal Capres dan Cawapres, Partai Politik Masih Saling Intip

KONFRONTASI -    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, belum adanya capres dan cawapres yang didaftarkan terjadi karena masing-masing partai punya strategi. Menurut dia, saat ini semua partai masih saling intip sehingga mereka saling menunggu.

Dengan demikian, menurut dia, wajar kalau kemudian belum ada deklarasi mengenai capres-cawapres. "Masing-masing parpol tentunya punya strategi. Sekarang saling mengintip, siapa capres dan cawapresnya," ujar Tjahjo Kumolo di Jakarta, Minggu 5 Agustus 2018.

Ijtima Ulama Inginkan Capres Muslim dan Berpihak ke Pribumi

KONFRONTASI-Ratusan orang memadati lobby Menara Penisula, Slipi, Jakarta Barat, sejak Sabtu (28/12) pagi untuk mengikuti pelaksanaan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional hari kedua yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama.

Beberapa tokoh terlihat hadir dalam acara hari ini, di antaranya Ketua Umum GNPF Yusuf Muhammad Martak, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif, dan tokoh sekaligus ulama Betawi Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i. 

Agenda Ijtima hari ini sedianya akan menghasilkan rekomendasi nama calon presiden dan calon wakil presiden yang nantinya akan diserahkan ke lima partai politik yang tergabung dalam koalisi keummatan untuk Pilpres 2019 mendatang.

Kelima partai dimaksud diantaranya Partai Gerindra, PAN, PBB, PKS, dan Berkarya yang telah berkomitmen akan membentuk koalisi di Pilpres 2019.

"Jadi kesepakatan dari Ijtima Ulama ini akan mengerucutkan nama capres-cawapres, lantas nama-nama itu akan kita serahkan ke Parpol yang tergabung dalam koalisi keumatan untuk Pilpres 2019," kata Ketua Umum GNPF Yusuf Muhammad Martak.

Pembuatan rekomendasi capres-cawapres, menurut Yusuf, akan diawali dengan proses penyampaian aspirasi dari seluruh peserta Ijtima. 

Ia mengatakan bahwa ratusan ulama yang hadir telah menetapkan kriteria umum dan khusus bagi kandidat capres dan cawapres yang bakal diusung di Pilpres 2019 itu.

Menurutnya, terdapat lima kriteria umum capres-cawapres yang disepakati, yakni harus memiliki iman dan takwa, memiliki ilmu dan kompetensi, sehat jasmani dan rohani, memiliki keberpihakan kepada pribumi dan umat Islam, serta bebas dari "paham liberalisme, komunisme, kapitalisme dan sekularisme."

"Sedangkan kriteria khususnya harus Muslim yang taat beribadah, memiliki karakter yang jujur dan terpercaya, cerdas dan tabligh, harus memahami subtansi UUD 1945, memiliki kemampan manajerial kepemimpinan dan membela umat Islam," tambahnya.

Setelah Petani dan Serikat Buruh, Kini Kelompok Budaya Desak Rizal Ramli Maju Pilpres 2019

Dukungan kepada Calon Presiden Rizal Ramli sampai saat ini masih terus berlangsung. Sebelumnya dari barisan pertani, pekerja dan aktivis hingga ibu-bu, kini sebuah kelompok Paguyuban pelestari budaya Gayatri Kabupaten Tulungagung menyatakan dukungannya.

Rizal Ramli Terharu, Kaum Ibu Dorong dan Dukung RR ke Pilpres 2019

KONFRONTASI- Mengharukan, ibu-ibu yang tergabung dalam gerakan #thepowerofemakemak secara resmi mendeklarasikan mendukung Mantan Menko Ekuin/Menko Kemaritiman  Rizal Ramli  (RR) sebagai calon presiden untuk periode 2019-2024. RR pun terharu, ternyata kaum ibu resah, galau dan gelisah dengan memburuknya ekonomi dewasa ini.

Kelompok yang diisi oleh berbagai kalangan ibu-ibu dari berbagai latar belakang profesi tersebut langsung mendeklarasikan dukungaannya diharapan mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Soal Capres atau King Maker, Prabowo Masih Berhitung di Pilpres 2019

KONFRONTASI - Direktur Populi Center Usep S Ahyar menilai Ketua Umum DPP Partai Gerindra harus hati-hati mengambil sikap politiknya di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 karena elektabilitasnya cenderung stagnan sehingga perlu upaya serius mengatasinya.

"Apakah Prabowo akan maju di pilpres atau menjadi `king maker`, keduanya masih mungkin terjadi karena melihat konstelasi politik saat ini," kata Usep di Jakarta, Rabu.

Para Ulama dan Kiai Muda Dorong dan Dukung Rizal Ramli ke Pilpres 2019

KONFRONTASI- Selasa (17/7/2018) sore, tokoh nasional Rizal Ramli (RR) menerima kunjungan rombongan kyai dari Jabodetabek dan Banten di kediamannya Jalan Bangka IX Nomor 49R, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Para tamu tersebut merupakan pimpinan bermacam organisasi Islam dan pondok pesantren (ponpes), semuanya merupakan doktor alumni Timur Tengah.

Pro-Kontra Anies Meninggi? Ada Anak Buah Adik Ipar JK di Balik Deklarasi Anies Capres 2019

KONFRONTASI-  Para pendukung Anies Baswedan yang tergabung dalam Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai calon presiden (capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres 2019). "Dia muda, pandai, jujur, kompeten, dan memiliki visi untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia," kata Laode Basir, koordinator Anies," Saat deklarasi di Gedung Juang 45, Jakarta Pusat pada Jumat (6/7) lalu.

Pages