24 February 2020

Cabai

IKAPPI Prediksi Harga Bawang dan Cabai Naik

Konfrontasi - Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri memprediksi harga cabai dan bawang akan naik dalam beberapa waktu ke depan. Sebab, cabai dan bawang beresiko tidak bisa dijual lagi jika sudah terendam banjir dan stok akan berkurang.

"Dua komoditas yang rawan terdampak kenaikan harga yaitu aneka jenis cabai dan bawang," kata Abdullah dilansir merdeka.com di Jakarta, Sabtu, (4/1/2020).

Pasokan Lancar, Harga Cabai di Sejumlah Daerah Mulai Turun

KONFRONTASI-Harga cabai di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tyrun seiring dengan lancarnya pasokan dari petani meskipun harga masih tergolong tinggi.

"Saat ini, harga cabai rawit merah sebesar Rp62.000 per kilogram atau turun Rp20.000 dari sebelumnya yang mencapai Rp82.000 per kilogram," kata salah seorang pedagang, Yuni di Pasar Manis, Purwokerto, Kamis.

Menurut dia, pernurunan harga juga terjadi pada cabai rawit hijau, yakni dari Rp70.000 per kilogram menjadi Rp52.000 per kilogram.

Kementan Yakin Produksi Cabai Tak Terpengaruh Musim Kemarau

Konfrontasi - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi cabai pada musim kemarau tahun ini tidak akan terganggu. Kenaikan harga cabai yang tengah terjadi merupakan imbas dari berkurangnya produksi sejak kejatuhan harga sekitar enam bulan lalu yang membuat petani beralih ke tanaman lain.

Kenapa Krisis Cabai Berulang Kali Terjadi

KONFRONTASI-Saat ini, harga cabai di sejumlah daerah melonjak tinggi, hingga membuat warga resah dan pedagang makanan harus merugi. Lalu ini tanggung jawab siapa?

Kementerian Pertanian (Kementan) mengakui, kenaikan harga cabai merah disebabkan oleh kurangnya produksi di tingkat petani. Sementara DPR dan pengamat, mempertanyakan tata kelola petani yang dilakukan Kementan terhadap masalah yang selalu berulang.

Harga Cabai Makin Pedas, Tembus Rp100 Ribu/Kg

KONFRONTASI-Harga cabai rawit benar-benar pedas di Lumajang, Jatim. Saat ini harga cabai eceran tembus Rp 100 ribu per kilogram.

Seperti harga cabai rawit di Pasar Induk Kota Lumajang ini Sejak sepekan terakhir harganya terus melambung. Biasanya Rp 20 ribu tapi kini, harga eceran tembus Rp 100 ribu per kilogram.

Harga cabai besar pun juga ikut naik, biasanya Rp 40 ribu kini tembus harga Rp 60 ribu per kilogram. 

Siti Romlah, penjual cabai mengatakan, kenaikan harga ini diduga berkurangnya pasokan akibat musim kemarau panjang.

Musim Kemarau Picu Kenaikan Harga Pasar

Konfrontasi - Musim kemarau telah memicu kenaikan harga sejumlah sayuran di pasar tradisional di Kota Cirebon. Tak hanya itu, suhu udara panas dan keterbatasan air di musim kemarau ini juga telah membuat kualitas sayuran jadi menurun.

Hal itu seperti yang terlihat di Pasar Pagi, Kota Cirebon, Minggu (23/6/2019). Di pasar tersebut, kenaikan harga di antaranya terjadi pada kacang panjang dari yang sebelumnya di kisaran Rp 7 ribu - Rp 8 ribu per kilogram (kg) kini menjadi Rp 20 ribu per kg.

Mentan Jamin Stok Cabai Aman Saat Natal dan Tahun Baru

Konfrontasi - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menjamin pasokan cabai akan lancar guna mencukupi kebutuhan masyarakat termasuk pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 nanti.

Menurutnya, tidak ada alasan pasokan cabai langka dan harganya tidak stabil.

"Kami terus kawal langsung cabai dari hulu Sampai hilir. Direktorat Jenderal Hortikultura saya perintahkan untuk memastikan pasokan cabai aman sepanjang tahun. Tak ada alasan cabai langka. Sudah terbukti kan, dua tahun ini Iedul Fitri, Idul Adha masyarakat lebih tenang karena harga cabai tidak lagi melambung dan yang penting gak ada impor cabai segar," ini disampaikan Amran, Menteri peraih Indonesia Award 2018 sebagai Penjaga Ketahanan Pangan Nasional itu di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi mengaku yakin pasokan cabai baik jenis keriting, besar maupun rawit sangat mencukupi saat Natal dan Tahun Baru nanti.

Menurutnya, sekarang ini justru yang terjadi harga cabai lagi murah di petani karena produksi di sentra-sentra melimpah.

"Kalau melihat trend lapangan, kami optimis pasokan cabai sampai Januari nanti mencukupi bahkan surplus," ujarnya.

Suwandi menyebutkan pasokan cabai ke pasar Jabodetabek mencapai 290 ton per hari atau 8.700 ton sebulan.

Hingga kini pasokannya lancar, karena para petani penggerak atau Champion Cabai dari daerah sentra diajak bersama-sama mengamankan pasokan Jabodetabek.

Secara nasional pada Bulan Desember ini, cabai rawit sekitar 54 ribuan ton, Januari 2019 64 ribuan ton dan Febuari sekitar 80 ribuan ton.

Untuk keriting Desember ini ada sekitar 73ribuan ton, Januari 2019 113 ribuan ton dan Febuari ada 130 ribuan ton.

"Aman lah, gak perlu khawatir dengan cabai. Kami juga intensif memacu produksi dan menata sebaran sentra cabai agar pasokan terjaga," tandasnya.

Tanaman Mati, Harga Anjlok, Petani Cabai Pusing

KONFRONTASI-Petani cabai Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan tanamannya mati mengering dan harga anjlok.

"Tanaman cabai mengering sendiri karena kekurangan air. Seharusnya, setiap hari tanaman cabai harus disiram, tapi kami biarkan karena tidak ada air untuk menyirami," kata salah seorang petani cabai Wito Mulyo Kasimin di Gunung Kidul, Senin.

Diperkirakan Cabai-Bawang Surplus Hingga Akhir Tahun

KONFRONTASI -  Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan stok komoditas cabai dan bawang pada bulan ini surplus.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Spudnik Sujono mengatakan, pihaknya telah mengamankan produksi. "Ini petani champion saya, kita bersama-sama menjaga produksi," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Spudnik Sujono melalui siaran pers, Senin (18/9).

Pedas, Harga Cabai di Ambon Tembus Rp80 Ribu/Kg

KONFRONTASI-Cabai rawit di pasar tradisional Kota Ambon, Maluku setelah Lebaran 2017 memasuki akhir bulan Juni 2017, harganya kembali bergerak naik menembus Rp 80 ribu per kg.

Pada Pasar Mardika dan Batu Merah, Jumat (30/6) pagi, para pedagang mematok harga cabai rawit bervariasi mulai Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per kg, dan harga ini bergerak naik dari Rp 55 ribu per kg, sedangkan harga eceran Rp 10 ribu cupa (cupa, ukuran satu kaleng susu kental manis cap Nona), dan Rp 5 ribu per tumpuk kecil.

Pages