Bunuh Diri

Seorang Kakek Diduga Bunuh Diri, Rebahkan Diri di Rel Lalu Terseret KRL 1 Km

KONFRONTASI -  Seorang kakek tewas mengenaskan ketabrak KRL di perlintasan dekat Stasiun Depok Lama, Jalan Raya Dewi Sartika, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (21/11) pagi. Korban meninggal di tempat setelah terseret sekitar 1 Km.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor mengatakan identitas korban diketahui Bambang Adi Merdiko,71, warga Jalan Tirta Melati 1, RT 06/03, Abadi Jaya, Sukmajaya, Kota Depok. Dari kartu identitaa korban diketahui sebagai karyawan swasta.

Tingkat Bunuh Diri di Jepang Tinggi, Polisi: Karena Media Sosial

Konfrontasi - Kasus penemuan sembilan mayat yang termutilasi dalam sebuah pendingin di apartemen pinggiran kota Tokyo, menghentak publik. Dalam penyelidikan polisi terungkap, jika tersangka pelaku, Takahiro Shiraishi, bertemu korbannya melalui media sosial.

Dilansir BBC, Sabtu (11/11/2017), polisi juga berhasil menarik benang merah dalam kasus ini. Setelah ditelusuri, para koban memiliki kesamaan, yaitu mereka semua pernah mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Duh, Kakek 80 Tahun Nekat Gantung Diri dengan Tali Celana Kolor

KONFRONTASI- Aksi nekat dilakukan seorang kakek-kakek berusia 80 tahun di Purwantoro, Wonogiri. Ia mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan diri pada seutas tali celana kolor, Kamis (2/11/2017).

Kakek-kakek bernama Kariyorejo, warga Dusun Pojok RT 003/RW 004, Desa Gondang, Kecamatan Purwantoro, itu diketahui mengalami gangguan kejiwaan selama bertahu-tahun dan tak kujung sembuh.

Dilaporkan Solopos.com, jasad Kariyorejo kali pertama ditemukan sekitar pukul 05.00 WIB oleh istrinya, Karinem. Ketika itu, Karinem hendak ke kamar mandi.

Ya Ampun, Pengunjung Blok M Square Tewas Bunuh Diri Lompat dari Lantai 6

KONFRONTASI-Seorang pria nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari lantai 6 Blok M Square Jakarta Selatan. Pria bernama Agus Sarwono (45) meninggal seketika dengan luka parah di kepala.

Menurut Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Irshan, korban tewas adalah Agus Sarwono (45) warga Cipete Selatan. "Kami masih menyelidiki motifnya," katanya kepada wartawan, Senin (16/10/2017).

Pria Bertato Coba Bunuh Diri, Warga: Woi Kalau Mau Bunuh Diri Jangan di Masjid

KONFRONTASI- Aksi nekat delakukan seorang pria bertato di Binjai, Sumut, dengan memanjat kubah Masjid Nurul Ikhwan sembari membawa pisau, lalu mencoba bunuh diri dengan cara melompat.

Aksi nekat itu pun langsung bikin warga di Jalan Padang, Lingkungan III dan VII, Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Binjai Selatan, Kamis (21/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Seorang Siswi Bunuh Diri Setelah Diolok Soal Menstruasi di India

KONFRONTASI - Seorang murid perempuan berusia 12 tahun di India melakukan bunuh diri setelah seorang gurunya diduga mempermalukannya terkait noda darah dari menstruasi yang dialaminya.

Dalam catatan yang ditulisnya untuk aksi bunuh diri itu, ia mengatakan bahwa sang guru telah 'menyiksa' dia.

Bocah itu tak langsung menyebutkan olok-olok sang guru tentang haidnya itu di suratnya. Namun menurut ibunya, anak itu diusir dari kelas karena noda darah itu.

Dipermalukan Guru Saat Haid, Gadis 12 Tahun di India Bunuh Diri

Konfrontasi - Menstruasi adalah topik yang tabu di India. Saking tertutupnya, seorang perempuan bisa dihina, dipermalukan, bahkan dikucilkan kala masa menstruasi.

Biasanya, kaum hawa di negara itu menerima nasib atas kodrat mereka. Namun, tak sedikit yang tidak tahan atas perlakukan tersebut dan mengambil jalan singkat: bunuh diri.

Hal itu dialami seorang gadis 12 tahun di India Selatan. Ia memutuskan untuk bunuh diri karena tak tahan kerap dipermalukan gurunya, gara-gara saat menstruasi darahnya tembus mengenai pakaian.

Dikutip dari BBC, Jumat (1/9/2017), dalam surat bunuh dirinya ia menuduh si guru telah "menyiksa".

Meski gadis itu tak menuliskan kapan dia dipermalukan, sang ibu mengatakan putrinya diminta meninggalkan kelas karena noda haid yang menempel di pakaian.

Menstruasi adalah hal tabu di beberapa daerah pedesaan di India. Wanita secara tradisional diyakini menjadi sosok najis selama datang bulan.

Polisi mengatakan tengah menyelidiki penyebab kasus bunuh diri yang terjadi pada Minggu, 27 Agustus, di Distrik Tirunelveli negara bagian Tamil Nadu, India.

Surat bunuh diri remaja itu dimulai dengan kalimat, "Amma (Ibu) mohon maafkan aku..."

"Aku tidak tahu mengapa guruku mengeluhkan kondisiku, aku masih tidak mengerti mengapa mereka melecehkan dan menyiksa aku seperti ini," kata siswi malang itu dalam catatan bunuh dirinya.

Ibunya menuduh si guru telah memukul putrinya di suatu kesempatan karena tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya.

"Putriku mendapat menstruasi saat dia di sekolah Sabtu lalu," kata sang ibu kepada BBC Tamil."

"Ketika dia memberi tahu gurunya bahwa ia tengah datang bulan, dia diberi kain lap untuk digunakan sebagai pembalut darah mensnya."

"Guru itu meminta putriku berdiri di luar kelas. Bagaimana mungkin seorang anak berusia 12 tahun menahan penghinaan seperti itu?" ujar sang ibu.

Lalu sang gadis itu bunuh diri sehari kemudian. Pihak sekolah mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya tengah bekerja sama dengan polisi atas kasus tersebut.

Lihat Orang Ingin Bunuh Diri, Hubungi 119

KONFRONTASI-Maraknya aksi bunuh diri membuat Menteri Kesehatan Nila F Moeloek merasa prihatin.

Ia pun menyarankan agar masyarakat saling menjaga dan mengingatkan orang di lingkungannya untuk tidak melakukan hal tersebut.

Jika membutuhkan bantuan untuk konsultasi, masyarakat bisa menghubungi layanan gawat darurat melalui sambungan telepon 119.

Pages