BUMN

Arya: Pengalaman Rudiantara Jadi Acuan Bagi Kementerian BUMN

KONFRONTASI -   Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menilai Rudiantara sebagai sosok yang berpengalaman dalam mengurusi perusahaan besar. Arya menilai, sebelum menjabat sebagai menteri komunikasi dan informatika pada pemerintahan Jokowi periode pertama, Rudiantara memiliki pengalaman saat memimpin perusahaan telekomunikasi.

"Jadi, pengalaman beliau di sektor tersebut menjadi acuan kita ketika mengambil orang-orang yang akan memimpin BUMN," ujar Arya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (26/11).

Ahok Jadi Komut BUMN, PA 212: Yang Penting Jangan Singgung Masalah Agama Lagi

KONFRONTASI-Ketua Panitia Reuni Akbar 212 Awit Masyhur menyatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi komisaris BUMN dalam reuni akbar yang digelar pada 2 Desember mendatang.

"Enggak masalah kalau itu (pemerintah mengangkat Ahok jadi Komisaris Utama Pertamina) mah," kata Awit saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

Menurut Awit, kasus penistaan agama yang pernah dilakukan Ahok sudah selesai sehingga Alumni 212 pun tidak mempermasalahkannya.

Rizal Ramli: Perbaiki BUMN dengan Shock Therapy Tanpa Perubahan, Yang Ada Cuma Drama

KONFRONTASI-Butuh pendobrak pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kinerjanya tidak bagus. Tapi pendobrak terukur, bukan yang cuma mengedepankan drama.

Demikian disampaikan Begawan Ekonomi Rizal Ramli di Jakarta, ditulis Kamis (21/11/2019).

“Saya kasih contoh waktu saya jadi Kepala Bulog di pemerintahan Gusdur. Bulog itu lembaga nomor dua paling korup setelah Pertamina,” kata Rizal.

Kalau Ahok Jadi Bos BUMN, Rizal Ramli: Pak Jokowi Mendapati Masalah Baru

 KONFRONTASI- Karena tetap perduli dan penuh perhatian kepada Presiden Jokowi, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli kembali mengingatkan istana soal pemanggilan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir ke

Wah, Banyak Masalah Dan Pernah Dipenjara, Penunjukan Ahok Jadi Bos BUMN Berdampak Merusak pada Jokowi

KONFRONTASI- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disebut-sebut akan menjabat salah satu direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebagai sosok yang kontroversial lantaran pernah terjerat kasus hukum hingga dipidana, penunjukan Ahok diyakini bakal merusak citra dan merugikan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin dilansir RMOL, Rabu (13/11).

"Merugikan Jokowi ya karena Ahok banyak masalahnya dan pernah dipenjara," kata Ujang.

Ahok Harus Mundur Dari PDIP Sebelum Jadi Bos BUMN

KONFRONTASI - Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Baidhowi menjelaskan  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus melepas statusnya sebagai kader PDI Perjuangan jika ingin menjadi pimpinan BUMN. "Karena BUMN harus steril dari parpol, maka Ahok harus mundur dari parpol," ujar politisi muda PPP itu terkait rencana Menteri BUMN Erick Thohir menjadikan Ahok sebagai salah satu petinggi BUMN, kepada wartawan, Kamis (14/11).

Jokowi Ingatkan BUMN Jangan Serakah Ambil Semua Proyek Infrastruktur

KONFRONTASI- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tak mengambil semua pembangunan proyek infrastruktur. Peringatan tersebut merupakan yang kesekian.

Dalam beberapa kesempatan, Jokowi sudah sering mengeluarkan peringatan serupa. Ia meminta BUMN membagi pembangunan proyek infrastruktur kepada perusahaan swasta, termasuk kontraktor lokal.

Rp8.000 Triliun Aset BUMN, Rp1.000 Triliun Andil Kebijakan Rizal Ramli

KONFRONTASI- Presiden Joko Widodo menunjuk dua wakil menteri (wamen) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo.

Begawan ekonomi kerakyatan Rizal Ramli berharap kombinasi ketiganya meningkatkan kinerja BUMN menjadi lebih baik.

“Saya liat Erick (Thohir, Menteri BUMN) bagus. Pengalaman profesional. Mudah-mudahan bisa memperbaiki sistem personalia, rekruitmen direksi dan komisaris BUMN. Karena selama ini hal tersebut kacau sekali,” kata Rizal di Jakarta, ditulis Selasa (29/10/2019).

Pages