Bulog

Bulog Waspadai Fluktuasi Harga Telur Selama Ramadhan

KONFRONTASI-Badan Urusan Logistik (Bulog) mewaspadai dan mengantisipasi fluktuasi harga telur ayam di pasar ketika memasuki bulan Ramadhan hingga lebaran.

"Kemungkinan telur. Tapi kita sudah berusaha, karena peternak ayam petelur sudah siap juga," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso usai menghadiri acara di Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan Bulog sudah kerja sama dengan para peternak telur ayam. "Kita sudah membeli mereka. Sudah pesanlah. Tapi kita mintanya untuk produksi bulan ini," kata Budi Waseso.

HPP Beras Mesti Ditinjau Ulang

KONFRONTASI-Peneliti dari lembaga kajian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyoroti permasalahan rendahnya harga pokok penjualan (HPP) beras yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya realisasi penyerapan beras yang dilakukan oleh Bulog.

"Sebaiknya jika memang mau memiliki penyerapan yang lebih tinggi, baiknya Bulog diberikan akses untuk menyediakan standar harga HPP Gabah Kering Panen yang lebih bersaing," kata peneliti CIPS Assyifa Szami Ilman, di Jakarta, Sabtu.

Bulog Masih Simpan 1,4 Juta Ton Beras Impor

Konfrontasi - Perum Bulog menyatakan untuk menghadapi bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, sebanyak 2.034.965 ton stok beras telah disiapkan. Bulog akan melakukan pengadaan beras sebesar 1,8 juta ton.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog, Imam Subowo menyatakan bahwa dari total keseluruhan stok beras, 1,4 juta ton di antaranya adalah beras impor, sisanya 634.965 ton adalah beras dari dalam negeri.

Kabulog: 2019 Kita Tak Perlu Lagi Impor Beras

KONFRONTASI-Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Budi Waseso mengatakan tidak akan lagi ada impor beras di sisa tahun sepanjang 2019, dan pihaknya sedang berupaya untuk meningkatkan ekspor beras.

Budi, dalam perayaan ulang tahun ke-52 Perum Bulog, di Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu malam, menjanjikan stok dan persediaan beras di dalam negeri akan mencukupi hingga akhir tahun.

Kabulog Sebut Impor Bawang Putih Terganjal Izin Seorang Menteri

KONFRONTASI-Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Budi Waseso mengungkapkan dirinya belum bisa mengimpor 100 ribu ton bawang putih untuk memenuhi kebutuhan menjelang Ramadhan, karena pelaksanaan impor dihalangi oleh seorang menteri.

Di sela perayaan ulang tahun ke-52 Perum Bulog di Jakarta, Sabtu (27/4) malam, Budi Waseso menjelaskan bahwa sebenarnya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sudah memutuskan untuk menugaskan Perum Bulog mengimpor 100 ribu ton bawang putih karena kebutuhan pasokan di pasaran.

Bulog Indramayu Genjot Penyerapan Gabah dan Beras

Konfrontasi - Bulog Indramayu terus menggenjot penyerapan gabah dan beras. Penyerapan pun dilakukan sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP).

Wakil Kepala Bulog Indramayu, Hardian Dendar Dinata, menyebutkan, realisasi penyerapan per 6 April 2019 sudah mencapai 1.700 ton setara beras. Sedangkan target penyerapan Bulog Indramayu pada tahun ini mencapai 32 ribu ton setara beras. 

"Kita terus genjot penyerapan," kata Hardian dikutip Republika, Minggu (7/4/2019).

Beras Membusuk di Gudang Bulog Karena Distribusinya Kurang Baik

KONFRONTASI-Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menilai kasus 6.000 ton beras busuk di salah satu gudang Bulog di Sumatera Selatan terjadi karena adanya distribusi yang tidak baik.

"Kalau masalah menumpuk, artinya selama ini proses distribusi beras belum terlaksana dengan baik," kata Ilman dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Bulog Tak Ingin Berpolemik Soal Data Jagung

KONFRONTASI-Perum Bulog tidak mau berpolemik soal optimal ada atau tidaknya data penyerapan panen jagung petani yang surplus maupun kurang. 

Permintaan impor jagung muncul melalui Rapat Kordinasi Terbatas (Rakortas) menunjukkan bahwa stok jagung memang tidak ada.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Perum Bulog, Siti Kuwati dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa menanggapi pernyataan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bahwa impor jagung ditujukan untuk cadangan stok di Bulog.  

Bulog Disarankan Segera Gelontorkan Beras Stok ke Pasar

KONFRONTASI-Mantan Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyarankan Perum Bulog segera menggelontorkan beras stok ke pasar sebagai upaya mengendalikan harga beras. 

"Sekarang harusnya sudah menggelontorkan. Apalagi, saat ini Bulog kan sudah bebas melakukan operasi pasar sepanjang tahun," katanya dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Hal tersebut, menurut Menteri Pertanian periode 2004-2009, terkait harga beras medium, yang pelan-pelan mulai menanjak naik.

Pages