Bulog

Pemkot Medan Gelar Operasi Pasar Cabai Merah

Konfrontasi - Perum Bulog Sumatera Utara bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah Sumut dan Pemerintah Kota Medan menggelar operasi pasar cabai dan bawang merah untuk meredam harga komoditas tersebut yang terus naik sejak beberapa pekan terakhir.

"Bulog menyiapkan satu ton cabai untuk dilepas ke pasar. Tahap pertama di Pasar Petisah dilepas masing-masing 100 kilogram untuk cabai dan bawang merah," kata Kepala Bulog Sumut, Fasika Khairul Zaman usai melakukan operasi pasar (OP) cabai merah di Pasar Petisah Medan, Selasa (5/5).

Bulog Dibubarkan, Harga Beras Bisa Tidak Terkendali

KONFRONTASI-Anggota DPR RI Azam Azman Natawijaya mengaku tidak setuju dengan wacana pembubaran Perum Bulog, mengingat lembaga itu merupakan penyangga sekaligus penjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan nasional.

"Jangan dibubarkan. Tetapi diperbaiki tepatnya. Jangan karena ada tikus lalu kemudian tidak bisa membuat produk bagus, terus dibubarkan," kata Azam Azman saat kunjungan kerja Komisi VI DPR RI di Lombok Tengah, Rabu.

Bulog: Stok Beras di Malut Aman

Konfrontasi - Perum Divre Bulog Maluku Utara menyatakan persediaan (stok) beras untuk wilayah itu masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan masih aman.

"Saat ini, sebanyak 3.600 ton masih tersedia. Jadi cukup untuk kebutuhan hingga bulan Juli mendatang," kata Kepala Bulog Djalil Hadi, di Ternate, Selasa (28/4).

Ia juga menyatakan pada akhir Mei 2015 akan ada lagi pasokan 4.000 ton beras dari Makassar, yang akan dibagi untuk Ternate sebanyak 3.000 ton dan Tobelo 1.000 ton.

Legislator Minta Bulog Gencar Beli Gabah Petani

Konfrontasi - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Ibnu Mastazam meminta Badan Urusan Logistik harus lebih gencar membeli gabah dan beras petani di daerah termasuk di Sulawesi Tengah.

"Sekarang lagi musim panen, mestinya tingkat penyerapan produksi petani besar dibandingkan sebelum memasuki panen," katanya ketika meninjau gudang Bulog Sulteng di Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur, Selasa (28/4).

Bulog Siap Beli Beras Marauke

Konfrontasi - Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Papua Arif Mandu menyatakan pihaknya siap membeli hasil panen raya di Kabupaten Merauke pada Mei 2015.

"Bulog beserta jajaran beserta mitra kerja siap menyongsong panen raya di Merauke," ujarnya di Jayapura, Selasa (21/4).

Terlebih, sambungnya, kini harga pembelian beras oleh pemerintah berdasarkan instruksi yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo sudah mengalami kenaikan.

Bulog Bali Beli 100 Ton Beras Petani

Konfrontasi - Perum Bulog Divisi Regional Bali telah membeli 100 ton beras langsung dari petani dengan harga baru sejak pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 terkait Harga Pembelian oleh Pemerintah untuk beras dan gabah.

"Kami telah membeli 100 ton beras dari petani per Senin ini sejak Inpres tersebut ditandatangani pada 17 Maret 2015," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Bali, Wayan Budhita di Denpasar, Senin (20/4).

Stok Beras di Kepulauan Talaud Masih Cukup Aman

Konfrontasi - Perum Bulog Divisi Regional Sulut menyatakan stok beras di Kabupaten Kepulauan Talaud masih cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir daerah itu hingga lima bulan ke depan.

"Stok beras di gudang yang berada di Kabupaten Talaud cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga bulan Agustus 2015," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulut, Yayan Suparyan di Manado, Selasa (24/3).

Bulog Salurkan 95.764 Ton Beras untuk Operasi Pasar

Konfrontasi - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik selama Januari-Maret 2015 menyalurkan beras 95.764 ton untuk operasi pasar di seluruh Indonesia sebagai upaya meredam naiknya harga komoditas pangan tersebut.

Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Lely Pelitasari S di Jakarta, Kamis (19/3) menyatakan dengan kegiatan OP yang digelar Bulog tersebut terlihat harga beras sudah menunjukkan penurunan terlebih lagi saat ini memasuki musim panen raya.

Cegah Krisis Beras, Rizal Ramli Minta Dirut Bulog Diganti

KONFRONTASI - Ekonom senior DR. Rizal Ramli meminta  Pemerintah segera mengevaluasi kinerja Perum Bulog yang dinilai gagal menjaga stabilitas harga beras. Bila perlu, Presiden Joko Widodo mengganti Dirut Perum Bulog Leny Sugihat yang dinilai tidak bekerja dengan baik untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Rizal Ramli yang terbilang berhasil saat memimpin Bulog di era Abdurrahman Wahid mengatakan, pemimpin di Bulog harus mengamati dari dekat hasil panen padi, cadangan beras dan fluktuasi harga.

Dia mencontohkan apa yang dikerjakannya saat menjadi Kepala Bulog.

Pages