Bulog

Menteri Rini Pecat Dirut Bulog

KONFRONTASI-Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat diberhentikan dari jabatannya. Pemberhentian tersebut disebabkan lantaran tidak tercapainya pengadaan beras yang dilakukan oleh Bulog selama masa kepemimpinannya.

Direktur Pelayanan Publik Bulog Lely Pelitasari Soebekty mengatakan, Surat Keputusan pemberhentian Direktur Utama tersebut akan diserahkan Senin (8/6/2015). "Sore kemarin ibu Dirut dipanggil ke Kementerian (BUMN), disampaikan akan diberhentikan dalam waktu dekat," kata Lely, Minggu (7/6/2015).

Bulog Sulut Segera Ganti Beras tidak Layak

Konfrontasi - Kepala Perum Bulog Divre Sulawesi Utara (Sulut) Yayan Suparyan mengatakan pihaknya siap mengganti beras Bulog untuk masyarakat miskin (raskin) yang kedapatan sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

"Jika masyarakat menemukan adanya beras Bulog tidak layak, segera hubungi petugas dan Bulog akan mengganti dengan yang baru," kata Yayan di Manado, Kamis (28/5).

Yayan mengatakan beras di gudang Bulog secara berkala diawasi dan dilakukan serangkaian pemeliharaan sesuai standar nasional.

Jokowi Didorong Ubah Status Bulog

KONFRONTASI-Pemerintahan Jokowi didorong untuk melakukan perubahan status Badan Urusan Logistik (Bulog) yang saat ini masih berstatus Perum.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi mengatakan perubahan status ini diperlukan untuk memperkuat fungsinya.

"Status Bulog harus dirubah dari perum menjadi Lembaga Pemerintah non kementrian (LPNK) yang langsung bertanggungjawab kepada presiden," ujar Viva Yoga Mauladi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/5).

Viva mengatakan Bulog akan berperan aktif dan memiliki tanggung jawab terkait persoalan pangan.

Terkait Isu Raskin Dicampur Beras Sintetis, Bantahan Bulog: Memang Ada Campuran, Tapi Bukan Plastik!

KONFRONTASI-Perum Bulog menyatakan bahwa gudang-gudang milik perseroan mereka terbebas dari beras sintetis. Pun dengan beras raskin (beras miskin), Bulog menegaskan raskin yang didistribusikan aman dikonsumsi dan  tidak ada campuran beras plastik. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bulog Sub Divisi Regional Karawang Alex, menyusul isu yang menyebut adanya campuran beras plastik dalam raskin.

Kata Bulog, Stok Beras Jelang Ramadhan Aman

KONFRONTASI - Sekretaris Perum Bulog Djoni Nur Ashari memastikan stok beras cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang puasa Ramadhan dan Lebaran 2015. "Stok Bulog jelang puasa dan Lebaran, Alhamdulillah aman. Saat ini stok beras cukup untuk kebutuhan lima setengah bulan ke depan," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 1,3 juta ton yang mencukupi kebutuhan selama lima bulan ke depan.

Percuma Saja Ada Bulog Jika Tak Bisa Kontrol Harga Beras, Bubarkan Saja!

KONFRONTASI-Perum Bulog lebih baik dibubarkan dan diganti menjadi otoritas pangan yang baru. Pasalnya, Bulog sudah tak bisa lagi melakukan fungsinya sebagai penjaga harga pangan. Demikian dikatakan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santoso.

Andreas menjelaskan, semenjak status Bulog diubah menjadi perusahaan umum, fungsinya sebagai penyangga pangan nasional menjadi terabaikan. Bulog justru lebih fokus untuk mencari keuntungan.

Gudang Bulog Seluruh Indonesia Bersih dari Beras Sintesis

Konfrontasi - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menjelaskan pihaknya tidak menemukan adanya kandungan beras sintetis di dalam gudang Bulog di seluruh Indonesia.

"Kami sudah instruksikan pemeriksaan ke lebih dari 1.500 gudang Bulog di Indonesia, dan alhamdulillah sampai saat ini tidak menemukan indikasi tersebut," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Bulog Fajri Sentosa di Jakarta, Sabtu (23/5).

Bulog Pastikan Beras Sintetis Belum Beredar di Medan dan Sumut

KONFRONTASI-Beras sintetis dipastikan belum beredar di wilayah Kota Medan dan Sumatera Utara. Demikian diungkapkan Humas Bulog Divisi Regional (Divre) Sumut, Rudi.

"Kalau di Medan, belum beredar, belum ditemukan. Karena tiga hari lalu, kita sudah inspeksi bersama disperindag ke pasar-pasar dan belum ditemukan," ujar Rudi dilansir Aktual.co di Medan, Kamis (21/5).

Meski belum ditemukan, Rudi menghimbau agar masyarakat selalu berhati-hati terhadap beras plastik yang mungkin saja sudah beredar di pasaran. Masyarakat dihimbau untuk memperhatikan ciri-ciri beras palsu itu.

Bulog Serap 13.000 Ton Beras dari Petani Lebak

KONFRONTASI-Serapan beras petani Kabupaten Lebak oleh Perum Bulog Subdivisi Regional Lebak-Pandeglang selama Januari-Mei 2015 mencapai 13.000 ton untuk kebutuhan cadangan beras nasional.

Kelompok Tani Cahaya Tani Kabupaten Lebak Bambang Suseno saat dihubungi di Lebak, Rabu mengatakan, saat ini produksi petani Kabupaten Lebak belum mencapai target penyerapan Bulog sebanyak 40.000 ton beras.

Sebab tidak tercapai ketersedian beras lokal akibat keterlambatan kebijakan Intruksi Presiden (Inpres).

Bulog Jatim Kesulitan Serap Beras Petani

Konfrontasi - Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur menyatakan kesulitan menyerap beras dari petani karena diberlakukannya pajak penghasilan (PPh) sebesar satu persen dari harga jual komoditas tersebut.

"Pengenaan pajak bagi petani ini seiring dengan upaya Presiden Joko Widodo untuk menaikkan pendapatan negara dari sektor pajak," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jatim, Witono di Surabaya, Selasa (12/5).

Pages