22 July 2018

Bulog

Lebaran, Bulog Pastikan Stok Beras Aman

KONFRONTASI-Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Perum Bulog menyatakan terus berupaya menstabilkan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen. Selain itu, Badan Urusan Logistik ini akan mengkombinasikan program penugasan pemerintah dan aktivitas komersial, serta melakukan intervensi pasar pangan non beras.

Pecat Dirut Bulog Jika Tolak Impor Beras

KONFRONTASI - Dirut Bulog Budi Waseso menolak Impor Beras sama saja Akan memancing Chaos di Masyarakat sebab Akan menyebabkan harga Beras terus Mahal

Dan ini sangat mencoreng kinerja Pak Joko Widodo dalam menyediakan bahan Pangan yang murah bagi masyarakat ,apalagi ini sudah tahun politik Dan Kampanye jangan sampai stock beras nasional kurang yang kemudian menyebabkan kelangkaan Beras Dan harga Beras menjadi Mahal

Soal Impor Beras, Buwas: Tunda Dulu, Tunggu Data BPS Biar Akurat

KONFRONTASI- Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah merilis izin impor beras 500.000 ton untuk tahap kedua. Tugas mengimpor itu diserahkan ke Perum Bulog.

Merespons penugasan ini, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Budi Waseso, mengatakan akan menunda sementara tugas impor tersebut. Alasannya dia akan mengecek kembali apakah memang pasokan beras kurang sehingga harus impor.

Pengecekan itu mengacu pada data-data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Ini Baru Benar, Buwas Tolak Tambahan Impor Beras 500.000 Ton

KONFRONTASI- Impor beras jelas untuk berburu uang rente (semacam korupsi yang dilegalkan)  menjelang pemilu/Pilpres 2019. Namun Kementerian Perdagangan kembali mengeluarkan izin impor beras sebanyak 500.000 ton. Ini merupakan kedua kalinya Kemendag mengeluarkan izin impor beras, sebelumnya impor beras dilakukan pada jumlah yang sama di awal tahun ini.

Gebrakan Buwas di Bulog

KONFRONTASI -  Direktur Utama Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso mengaku memiliki banyak ide untuk membuat terobosan di Bulog. Dia tertantang membenahi Bulog setelah melihat langsung banyaknya celah mafia pangan yang membuat pasokan beras dan sembako ke masyarakat tidak merata. "Saya ingin buat terobosan yang tidak menyimpang dari kewenangan Bulog. Ketersediaan barang harus ada sampai tingkat masyarakat," ujar Budi di kantor Perum Bulog, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Buwas Mau Drop Beras ke Polsek Hingga Koramil

KONFRONTASI - Kepala Bulog, Komjen (Purn) Budi Waseso sudah mempersiapkan sejumlah gebrakan untuk menjamin ketersediaan pangan terutama beras menjelang bulan suci Ramadhan dan hari raya Lebaran.

"Ya jadi kesediaan stok yang memadai aman, terus harga yang stabil terjangkau oleh masyarakat kita," kata dia saat pemushanan Narkoba jenis Sabu di Silang Monas, Jakarta, Jumat (4/5).

Untuk mencapai itu, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu akan menyimpan ketersediaan beras hingga tingkatan warung.

Pimpin Bulog, Buwas Harus Berani Bersuara Soal Kartel

KONFRONTASI-Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso diminta agar berani bersuara soal kartel. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Inas N. Zubir.

"Selama ini cuma diam saja, tapi harus berani bersuara di media," kata Inas dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (28/4).

Rizal Ramli: Pimpinan Bulog Harus Punya Mental Kuat

KONFRONTASI - Tokoh perubahan, Rizal Ramli menilai pemimpin Badan Urusan Logistik (Bulog) harus memiliki mental yang kuat.  Terutama dalam menghadapi persoalan dalam menggertak para pedagang yang menahan komoditi beras dengan dalih mendapatkan keuntungan.

Bulog Diminta Segera Serap Gabah Petani

KONFRONTASI-Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Badan Urusan Logistik segera menyerap gabah petani di berbagai daerah yang mulai panen, khususnya di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pihaknya mendapat informasi, pasokan beras di Pasar Cipinang melimpah, tetapi gudang Bulog kosong.

Rizal Ramli Desak Bulog Harus Beli Panen Petani, Batalkan Impor Beras dan Kalau sudah Kadung, Simpan saja di Gudang Bulog

KONFRONTASI-  Tokoh nasional yang juga Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli (RR) menduga ada rancangan untuk mengimpor sejak awal . "Kalau memang  beli dari petani 2,5juta ton, tidak ada kebutuhan akan impor. Perlu dipertanyakan, kenapa Bulog tidak beli sesuai target. Kalau sengaja, ini kasihan sekali rakyat, dan  pemerintah Jokowi jelas 'dikerjain' oleh oknum-oknum  elite yang punya kepentingan bercokol,'' kata teknokrat senior itu.

Pages