23 September 2019

Bulog

Buwas Cemas Bulog Bangkrut, Bayar Bunga Rp 250 Miliar per Bulan

KONFRONTASI-  Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menceritakan kesulitan yang dialami perusahaan pelat merah itu kepada Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR. Budi mengatakan saat Bulog mendapatkan penugasan dari negara, seperti membeli atau menyerap, uangnya semua berasal dari pinjaman dengan bunganya komersial.

Bulog Harus Tingkatkan Kualitas Serapan Gabah

KONFRONTASI-Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menginginkan Badan Urusan Logistik (Bulog)  meningkatkan kualitas beras yang diserapnya supaya bisa bersaing di skema bantuan sosial baru yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Apalagi Bulog bukan satu-satunya pemasok beras dalam BPNT dan skema kartu Sembako Pangan Murah. Dengan meningkatkan kualitas berasnya, Bulog tidak perlu khawatir pendistribusian berasnya akan terganggu," kata Galuh Octania dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kemarau Panjang Dikhawatirkan Pengaruhi Serapan Beras Bulog

KONFRONTASI-Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menyatakan musim kemarau yang berlangsung sejak April 2019 dan diprediksi berlangsung dalam waktu lama bakal mempengaruhi serapan beras Perum Bulog.

"Berlangsungnya musim kemarau ini berpotensi menimbulkan dampak pada penyerapan beras," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, pada musim kemarau, petani berisiko gagal panen, sehingga memilih tidak menanam padi.

Agustina Wilujeng: Kembalikan Bulog Sebagai Lembaga Nirlaba

KONFRONTASI -  Anggota Komisi IV DPR RI, Agustina Wilujeng berharap pemerintah mengembalikan peran Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sebagai lembaga nirlaba yang berperan menjaga ketahanan pangan nasional bukan sebagai lembaga yang berorientasi menghasilkan untung menambah pendapatan Negara.

Buwas: Pasar Pangan RI 94% Dikuasai Kartel, Bulog Hanya 6%

KONFRONTASII- Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan saat ini pasar pangan di Indonesia hampir 100% dikuasai oleh kegiatan kartel atau monopoli. Hal itu tentu merugikan masyarakat.
 
Menurut Buwas, produk-produk pangan Bulog saat ini hanya mengusai pasar sebesar 6%. Sedangkan sisanya 94% dikuasai oleh kartel.
 

Harga Bawang Putih Menggila, Buwas Sebut Ada Permainan Kartel

KONFRONTASI-Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) meyakini bahwa terdapat kartel bawang putih yang mengatur permainan harga selama ini.

Hal itu diungkapkan oleh Buwas ketika rapat dengar pendapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Buwas bilang kartel tersebut yang menyebabkan harga bawang belum turun meski sudah ada impor.

“Yakin ada kartel terkait bawang putih, barang sudah ada ini dimanfaatkan untuk mencari lebih,” ujar Buwas, Rabu (15/5/2019).

Bulog Waspadai Fluktuasi Harga Telur Selama Ramadhan

KONFRONTASI-Badan Urusan Logistik (Bulog) mewaspadai dan mengantisipasi fluktuasi harga telur ayam di pasar ketika memasuki bulan Ramadhan hingga lebaran.

"Kemungkinan telur. Tapi kita sudah berusaha, karena peternak ayam petelur sudah siap juga," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso usai menghadiri acara di Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan Bulog sudah kerja sama dengan para peternak telur ayam. "Kita sudah membeli mereka. Sudah pesanlah. Tapi kita mintanya untuk produksi bulan ini," kata Budi Waseso.

HPP Beras Mesti Ditinjau Ulang

KONFRONTASI-Peneliti dari lembaga kajian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyoroti permasalahan rendahnya harga pokok penjualan (HPP) beras yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya realisasi penyerapan beras yang dilakukan oleh Bulog.

"Sebaiknya jika memang mau memiliki penyerapan yang lebih tinggi, baiknya Bulog diberikan akses untuk menyediakan standar harga HPP Gabah Kering Panen yang lebih bersaing," kata peneliti CIPS Assyifa Szami Ilman, di Jakarta, Sabtu.

Bulog Masih Simpan 1,4 Juta Ton Beras Impor

Konfrontasi - Perum Bulog menyatakan untuk menghadapi bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, sebanyak 2.034.965 ton stok beras telah disiapkan. Bulog akan melakukan pengadaan beras sebesar 1,8 juta ton.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog, Imam Subowo menyatakan bahwa dari total keseluruhan stok beras, 1,4 juta ton di antaranya adalah beras impor, sisanya 634.965 ton adalah beras dari dalam negeri.

Kabulog: 2019 Kita Tak Perlu Lagi Impor Beras

KONFRONTASI-Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Budi Waseso mengatakan tidak akan lagi ada impor beras di sisa tahun sepanjang 2019, dan pihaknya sedang berupaya untuk meningkatkan ekspor beras.

Budi, dalam perayaan ulang tahun ke-52 Perum Bulog, di Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu malam, menjanjikan stok dan persediaan beras di dalam negeri akan mencukupi hingga akhir tahun.

Pages