19 October 2018

brasil

Sports Bible: Angkat Koper dari Ajang Piala Dunia, Bus Timnas Brasil Dilempari Batu

KONFRONTASI -  Suporter timnas Brasil menyambut kedatangan Neymar cs dari Piala Dunia 2018 dengan beragam cara.

Ada yang tetap mengelu-elukan, memberikan apresiasi, tapi ada juga yang kecewa berat hingga melempari bus tim dengan batu.

Sports Bible melaporkan, sejumlah fan mengadang bus timnas Brasil dan melampiaskan kekecewaan dengan melempari bus dengan batu.

Fan marah dengan kiprah Brasil di Piala Dunia 2018. Di penyisihan grup, Brasil imbang 1-1 dengan Swiss, menang 2-0 dari Kosta Rika dan Serbia.

Tim Samba Taklukkan Kosta Rika 2-0 di Akhir Laga

KONFRONTASI-Tim favorit Brazil akhirnya menang 2-0 atas Kosta Rika dengan gol-gol yang tercipta di akhir pertandingan grup E putaran final Piala Dunia 2018 di St. Petersburg, Rusia, Jumat.

Dipantau melalui laman FIFA, dua gol Brazil masing-masing dicetak Phillipe Coutinho dan Neymar ketika babak kedua sudah memasuki "injury time".

Pemain depan Brazil Neymar yang sempat mengalami cedera pergelangan kaki ketika melawan Swiss, kembali menjadi adalan di lini depan bersama striker Manchester City Gabriel Jesus.

Brazil lebih menguasai lapangan, namun hingga 45 menit tidak satu pun gol tercipta.

Memasuki babak kedua tim asuhan Tite tersebut kembali menekan pertahanan Kosta Rika.

Menit ke-56 Neymar yang berdiri bebas fi kotak penalti menyambut sebuah umpan dari sayap kanan, namun bola terhadang pemain belakang Kosta Rika sehingga hanya menghasilkan sepak pojok.

Menit Brazil memasukkan pemain depan Liverpool Firmino untuk mengganti kan Paulinho.

Brazil terus menekan meski sesekali Kosta Rika cukup berbahaya dalam serangan balik.

Pada menit ke-76 terjadi insiden Neymar terlihat ditarik hingga jatuh; oleh bek Kosta Rika Gonzales di kotak penalti.

Wasit Bjorn Kuiper dari Belanda setelah mengamati VAR akhirnya memutuskan tidak ada pelanggaran dan tidak ada hadiah penalti bagi Brazil.

Gol yang ditunggu-tunggu Tim Samba akhir terjadi padada menit ke-91 melalui Phillipe Coutinho yang menyambar bola liar di kotak penalti Kosta Rika.

Menjelang pertandingan berakhir, Neymar membuat skor menjadi 2-0 ketika pemain Paris St Germain itu dengan tenang menyambut umpan Douglas Costa.

Brazil kini mengantongi nilai empat hasil dari sekali menang dan sekali seri. Selanjutnya Brazil akan menghadapi Serbia.

Teknologi VAR Tak Digunakan, Brasil Protes FIFA

KONFRONTASI-Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) melayangkan protes kepada FIFA. CBF protes mengapa teknologi video asisten wasit (VAR) tidak digunakan untuk meninjau dua keputusan yang mereka yakini menghambat tim Brasil saat bermain imbang 1-1 dengan Swiss, Ahad (17/6).

Pemain Brasil memprotes keras insiden pendorongan bek Miranda oleh Steven Zuber ketika dia menyundul bola di awal babak kedua pertandingan pembuka Grup E. Mereka juga percaya Gabriel Jesus telah handball di dalam area penalti dan seharusnya mendapat tendangan penalti.

Pelatih Brasil Tite Kecewa Penyelesaian Akhir Tim Samba

KONFRONTASI -   Pelatih Brasil, Tite kecewa dengan penyelesaian akhir anak asuhnya. Menurut dia, terlalu banyak tendangan tak tepat sasaran di laga lawan Swiss.

Bertanding di Rostov Arena pada laga pertama Piala Dunia 2018 Grup E, Senin (18/6/2018) dini hari WIB, Brasil ditahan imbang Swiss 1-1.

Brasil sempat memimpin lebih dulu melaluui gol indan Philippe Coutinho. Swiss bisa menyamakan skor di babak kedua berkat gol Steven Zuber.

Prediksi Brasil vs Swiss

KONFRONTASI-Semerbak kopi Brasil siap menyentak serabut syaraf pecinta sepak bola mundial. Pasukan negeri Samba memproklamasikan diri dengan berujar, "kami bangkit untuk menang", dan Rostov Arena menjadi saksi historis bahwa kejayaan diusahakan terus menerus, bukan mengemis belas kasihan orang lain.

Sebagai juara dunia lima kali, Brasil tidak terus mengulang-ulang sejarah masa silam. Bagi mereka, sejarah adalah sekarang, karena itu menantang untuk dimenangkan. Saatnya tiba, Neymar dan kawan-kawan siap menerima tantangan Swiss dalam laga Grup E Piala Dunia 2018 yang dihelat di Rostov Arena, Rostov-On-Don pada Minggu pukul 21.00 waktu setempat, atau Senin dini hari, pukul 02.00 WIB. Pertandingan itu akan ditayangkan secara langsung oleh Trans TV.

Duel ini disebut spektakuler oleh sejumlah pengamat, karena mendaulat Brasil sebagai kandidat juara Piala Dunia melupakan kenangan traumatis di Piala Dunia 2014.

Perlu dua tahun bagi Brasil agar bangkit dari kisah sarat derai air mata, karena tim kesayangan negeri mereka gagal menjadi juara dunia. Di pertengahan 2016, pelatih Tite menyuntikkan serum kepercayaan diri kepada seluruh personel tim.

Ini lantaran para pemain Brasil ditekuk sekaligus dipermalukan Jerman dengan skor 1-7 oleh Jerman di hadapan publik negeri sendiri. Di Moskow, mereka bertekad bangkit untuk meraih kemenangan.

Alhasil, mereka lolos ke Piala Dunia 2018 setelah lebih dulu melalui jalan sarat onak berduri di babak kualifikasi zona Amerika Selatan. Brasil merombak komposisi pemain dengan mempertahankan enam pemain yang berpengalaman berlaga di Piala Dunia.

Tim berjuluk Selecao sedari awal menyadari bahwa Swiss siap tampil dengan mengembangkan corak permainan yang serba menekan pertahanan lawan. Untuk itu pasukan asuhan Tite perlu lebih tampil ekstra waspada dan ekstra bersabar, karena kesalah sekecil apapun bakal membawa petaka.

Tite menyusun komposisi pemain dengan mengandalkan kuartet Neymar, Gabriel Jesus, Philippe Coutinho dan Willian. Keempat pemain sarat pengalaman ini memiliki kreativitas, penguasaan bola yang mumpuni, mobilitas yang tiada henti, dan kecermatan serta kejelian memanfaatkan setiap peluang menjadi gol.

Sementara itu, Swiss siap tampil dengan bermodal kepercayaan diri setelah mampu bermain imbang 1-1 melawan Spanyol dan menundukkan Jepang 2-0 dalam laga pemanasan jelang Piala Dunia.

Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic terus mencermati gaya permainan khas Amerika Latin jelang melawan Brasil. Mereka menyimpan memori setelah mampu mengalahkan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil.

Brasil mengandalkan Neymar yang membela Paris Saint-Germain. Ia punya segudang kreativitas dalam menyerang dengan ditopang skill yang jempolan. Hanya saja, Selecao masih punya pekerjaan rumah besar, yakni memperbaiki lini pertahanan.

Bek Brasil, Thiago Silva menyatakan, "Sesudah tiga bulan, dan ia tampil dalam pertandingan, ia (Neymar) kembali kepada performa berkelas. Perkembangannya sungguh luar biasa."

"Kalah 1-7 dari lawan tidak mengusik kami terlalu lama. Kami harus tampil sebagai juara dunia. Saatnya mengukir kembali sejarah," katanya.

Pada bagian lain, Petkovic mengatakan, "Kami berada dan bertanding di sini untuk menang, bukan tampil indah menawan. Kami berusaha tampil disiplin dengan mengandalkan organisasi pertahanan yang solid. Anda perlu memancing keluar tim seperti Brasil dan mendorong mereka berbuat kesalahan. Dengan begitu anda memperoleh kesempatan. Kami berusaha mencetak satu atau dua gol untuk menang."

Persatuan Sepak Bola Brasil Rilis Skuad Piala Dunia 2018

KONFRONTASI -  Pelatih Timnas Brasil Tite telah mempunyai kerangka tim yang bakal dibawa ke putaran final Piala Dunia 2018. Dalam pengumuman 23 pemain yang akan dibawa ke Rusia, Selasa (15/5/2018), tidak banyak kejutan.

Neymar Pede Bisa Kembali Sebelum Piala Dunia 2018

Konfrontasi - Pemain Paris Saint-Germain (PSG), Neymar Jr, yakin bisa kembali bergabung dengan skuad timnas Brasil untuk Piala Dunia 2018 setelah pulih dari cedera metatarsal.

Mantan bintang Barcelona ini dikabarkan sudah bugar pada 17 Juni nanti kala Brasil menghadapi timnas Swiss dalam ajang Piala Dunia.

Saat ini, Neymar sedang menepi. Dia menjalani proses pemulihan setelah operasi patah tulang metatarsal sejak Februari 2018 lalu.

Cedera Paksa Neymar Ucapkan Selamat Tinggal Piala Dunia 2018

Konfrontasi - Raksasa Prancis, Paris Saint-Germain sudah merelakan Neymar dioperasi. Tetapi itu tak berarti Neymar hanya akan merelakan penampilannya pada leg kedua 16 Besar melawan Real Madrid di Parc des Princes, Paris, pekan depan (7/3). Lebih parah, Neymar harus siap-siap mengucap selamat tinggal pada Piala Dunia 2018.

Argentina Impikan Messi Vs Neymar di Final Piala Dunia

Konfrontasi - Pelatih Argentina, Jorge Sampaoli, sudah punya final impian di Piala Dunia 2018. Mantan pelatih Sevilla ini berharap, Argentina bisa bertemu Brasil di Rusia nanti.

Bukan tanpa alasan Sampaoli berharap bertemu rival di Amerika Selatan tersebut. Dia ingin Lionel Messi kembali bertemu dengan Neymar sebagai musuh.

Sebelumnya, Neymar dan Messi sama-sama membela Barcelona. Namun, di musim panas ini, Neymar memilih hengkang ke Paris Saint-Germain dengan nilai transfer  €222 juta.

Neymar Pede Brasil akan jadi Juara Piala Dunia 2018

Konfrontasi - Superstar Brasil Neymar berjanji akan memberikan segalanya untuk mengantar negaranya menjadi juara di Piala Dunia 2018, di Rusia mulai Juni tahun depan.

"Piala Dunia tahun depan akan menjadi sangat berarti buat orang Brasil. Saya akan memberikan semuanya dan Brasil akan menjadi juara," kata Neymar seperti dikutip dari laman FIFA.

Pemain termahal di dunia itu mengatakan, Timnas Brasil saat ini sudah berbeda dengan tim tiga tahun lalu, saat mereka melakoni Piala Dunia di kandang sendiri.

Pages