BPOM

BPOM Wajibkan Produsen SKM Perbaiki Label

KONFRONTASI-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta produsen susu kental manis (SKM) memperbaiki label.

"Produsen yang tidak memenuhi ketentuan hingga batas waktu berakhir akan dikenai sanksi administratif. Sanksi paling berat adalah penarikan produk dari pasaran karena berisiko mengganggu kesehatan masyarakat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Tetty Helfery Sihombing, Jumat (26/10).

BPOM sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran nomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 Tahun 2018 tentang Label dan Iklan pada Produk Susu kental dan Analognya pada 22 Mei 2018.

BPOM melalui SE itu meminta produsen, importir, serta distributor SKM dan produk sejenisnya memperhatikan empat larangan.

Pertama, dilarang menampilkan anak-anak di bawah lima tahun dalam bentuk apa pun dalam label dan iklan produk SKM dan sejenisnya.

Kedua, dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk susu kental dan analognya (Kategori Pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi.

Ketiga, dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.

Keempat, khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Ingat, Susu Kental Manis Hanya untuk Pelengkap Sajian

KONFRONTASI-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan susu kental manis (SKM) yang tepat.

"Yang harus kita lakukan saat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi tentang cara pemanfaatan susu kental manis secara tepat sesuai peruntukannya, yakni sebagai pelengkap sajian," kata Direktur Standardisasi Produk Pangan BPOM Mauizzati Purba dalam diskusi "Bijak Menggunakan SKM", Jakarta, Senin.

BPOM: SKM Tidak Bisa Dijadikan Pengganti ASI

KONFRONTASI-Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan bahwa susu kental manis (SKM) bukan untuk pengganti asupan susu, apalagi pengganti air susu ibu (ASI), karena memang unsur kandungannya berbeda.

"Karakteristik jenis SKM adalah kadar lemak susu tidak kurang dari delapan persen dan kadar protein tidak kurang dari 6,5 persen untuk `plain`," kata Penny di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan subkategori susu kental dan analognya, termasuk SKM, merupakan salah satu subkategori dari kategori susu dan hasil olahannya.

Subkategori/jenis itu, kata dia, berbeda dengan jenis susu cair dan produk susu serta jenis susu bubuk, krim bubuk, dan bubuk analog.

Susu kental dan analog lainnya, lanjut dia, memiliki kadar lemak susu dan protein yang berbeda, tapi seluruh produk susu kental dan analognya tidak dapat menggantikan produk susu jenis lain sebagai penambah atau pelengkap gizi.

Di pasaran, SKM seharusnya digunakan untuk toping dan pencampur pada makanan atau minuman di antaranya untuk roti, kopi, teh, coklat dan lain-lain.

Menurut dia, SKM bukan untuk pengganti asupan susu, bahkan untuk air susu ibu (ASI).

BPOM Temukan Makanan Mengandung Formalin Dan Rhodamin

KONFRONTASI -  Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) menggelar pengawasan intensif menjelang Galungan dan bulan puasa. Pada Senin (21/5), dilakukan pengawasan dan ditemukan makanan berformalin dan mengandung rhodamin B di Pasar Kreneng.

Dari 28 sampel yang diambil, sebanyak 2 makanan mengandung formalin yaitu ikan asing (sudang) dan Teri Medan. Sementara makanan yang positif mengandung rhodamin B, yaitu jaje begina, jajan matahari (warna pink), apem, gipang dan apem kecil.

Mengandung Cacing, Puluhan Ribu Kaleng Sarden Ditarik dari Peredaran

KONFRONTASI-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi telah menerima laporan dari agen atau distributor yang menarik 62.191 kaleng sarden dalam saus tomat dari tiga produk.

Kepala BPOM Jambi, Ujang Supriyatna, di Jambi, Sabtu, mengatakan, sejauh ini tiga produk sarden itu dinyatakan mengandung sejenis cacing dan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Sejak beberapa hari kemarin, instansi pemerintah ini telah menemukan sebanyak 62.191 kaleng produk sarden yang ditarik agen dan distributornya.

Penny K. Lukito: BPOM Pastikan Air Minerel yang Beredar di Indonesia Aman

KONFRONTASI - Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) mengimbau agar konsumen tetap tenang, karena keamanan, mutu dan gizi produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang beredar di Indonesia sudah diatur dalam SNI AMDK (Wajib SNI) dan Peraturan Kepala Badan POM. 

Pages