21 June 2018

BPJS

Hati-hati, Penipuan Mengatasnamakan BPJS

KONFRONTASI  - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meminta warga waspada atas iming-iming pemberian bantuan sebesar Rp47 juta kepada masyarakat yang diumumkan lewat laman www.dana-bantuanbpjs.blogspot.co.id. “Kami tidak pernah membuat program bertajuk bantuan BPJS, diduga kuat itu adalah penipuan,” kata Kepala BPJS Kesehatan cabang Padang, Sistri Sembodo pada Rabu (9/5/2018).

BPJS Ogah Tanggung Perawatan Kecelakaan Karena Sopir Mabuk

KONFRONTASI-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan beserta Mabes Polri telah memiliki kesepakatan untuk memperbaiki sistem laporan kecelakaan, diantaranya kecelakaan akibat sopir yang mabuk tidak akan ditanggung biaya perawatannya.

Gawat, Rp 73 Triliun Uang Buruh BPJS-TK Buat Infrastruktur

Oleh Moh Jumhur Hidayat*

 

Beberapa  hari lalu, 21 Maret 2018, Direktur Utama BPJS-TK akan menyisihkan dana sekitar Rp 73 Triliun untuk mendukung program pembanguan infrastruktur melalui penerbitan surat utang.

Dana itu tentu besar sekali, atau sekitar 23% dari dana titipan kaum buruh/pekerja berupa uang iuran jaminan sosialnya yang sekarang berjumlah Rp. 320 Trilyun. Artinya, bila saja pelaksanaan penerbitan surat utang itu tidak hati-hati, maka akan menggoncangkan dana titipan kaum buruh/pekerja  Indonesia.

BPJS Dianggap Tidak Cocok untuk Tentara

KONFRONTASI - Anggota Komisi I DPR, Alimin Abdullah menilai Rumah sakit khusus TNI tidak sepatutnya menerima fasilitas BPJS Kesehatan. Ini sama saja mencopot status militer mereka. "BPJS cocoknya untuk sipil bukan untuk tentara. Kalau saya sebagai wakil rakyat yang benar, kembalikan status TNI lagi," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung Nusantara II Senayan, Jakarta, Selasa (20/3).

Menurutnya, fasilitas kesehatan TNI tidak bisa disamakan dengan sipil. Dari segi anggaran juga pegawainya sudah jelas berbeda.

Hoax, Delapan Penyakit Dihapuskan dari Daftar Tanggungan BPJS Kesehatan

KONFRONTASI-Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris menegaskan bahwa penghapusan 8 penyakit dari daftar tanggungan BPJS adalah hoaks atau kabar bohong belaka.

Dia mengatakan, sampai saat ini ke-8 penyakit tersebut, yakni jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hati, leukimia, dan hemofilia, masih 100 persen ditanggung oleh BPJS kesehatan.

BPJS Kesehatan Mau Hapus Tanggungan 8 Penyakit, Rakyat Kecewa. DPR Bereaksi

KONFRONTASI- Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawati turut angkat bicara terkait rencana BPJS Kesehatan yang akan menghapus tanggungan pendanaan terhadap penyakit-penyakit tertentu yang tidak menular.

Sedikitnya ada delapan jenis penyakit yang pendanaannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan, melainkan dibebankan kepada pasien. Seperti penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hati, leukimia dan hemofilia.

BPJS Kesehatan Tekor Rp9 Triliun, Apa Tindakan Sri Mulyani?

KONFARONTASI- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan disebut-sebut akan mengalami defisit sebesar Rp 9 triliun tahun ini. Defisit, terjadi akibat adanya missmatch antara pemasukan iuran dan klaim dari peserta.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menjelaskan, Rp 9 triliun bukanlah angka yang sesuai dengan hitungan. Dia menyebut, setiap bulannya BPJS Kesehatan mendapatkan tagihan dari rumah sakit penyedia layanan sebanyak Rp 6,7 triliun, namun pendapatan dari iuran peserta hanya Rp 6,3 triliun.

Biaya Sidang Tahunan Bank Dunia Dan Defisit BPJS

KONFRONTASI -  Kalau Menteri Keuangan Sri Mulyani membantah tudingan pemborosan uang negara untuk membiayai sidang tahunan Bank Dunia dan IMF di Bali, harap dimaklumi. Ia memang tokoh dari sana, jadi bisa dimengerti bila harus melayani tetamu koleganya dengan baik dan memuaskan.

BPJS Ketenagakerjaan akan Membangun 25.000 Rumah Pekerja di Tangerang

KONFRONTASI -  BPJS Ketenagakerjaan berencana membangun 25.000 rumah pekerja di kawasan Bugel, Tangerang. Langkah ini merupakan satu dari tiga rencana BPJS Ketenagakerjaan dalam mengembangkan properti, di mana salah satunya sudah dilakukan groundbreaking Socil Security Tower (SS Tower) di Kuningan, Jakarta Selatan.

Pembangunan perumahan pekerja di Tangerang dikhususkan untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Hah, WNA Boleh Nikmati BPJS Kesehatan Juga

Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris

KONFRONTASI-Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris mengatakan Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja paling sedikit enam bulan di Indonesia boleh menikmati manfaat jaminan kesehatan asalkan telah membayar iuran.

Fachmi mengemukakan hal itu saat mendampingi Presiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Rabu.

Penyerahan KIS-PBI itu merupakan wujud perhatian Presiden untuk memastikan seluruh warga tercakup program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) KIS.

"Semua warga negara Indonesia, termasuk WNA yang tinggal minimal enam bulan di Indonesia, berhak menikmati jaminan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan BPJS Kesehatan," kata Fachmi.

Ia berharap melalui sosialisasi rutin yang dilakukan BPJS Kesehatan, maka informasi tentang JKN-KIS dapat diketahui masyarakat di seluruh Indonesia.

"Masyarakat di wilayah pedalaman, terluar pun harus menerima informasi dengan baik agar mereka paham prosedur pelayanan kesehatan," katanya.

Ia menambahkan bahwa KIS yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan terbagi menjadi dua jenis kepesertaan, yaitu kelompok masyarakat yang wajib mendaftar dan membayar iuran, baik membayar sendiri ataupun berkontribusi bersama pemberi kerjanya.

Pages