16 August 2018

Bom

Dikira Bom, Tas Mencurigakan Itu Ternyata Berisi Mukena

KONFRONTASI-Warga Desa Juwet Kenongo, Porong, Sidoarjo dibuat heboh akhir pekan lalu di dekat rumah Suyanto.

Mereka penasaran dengan kabar yang beredar di media sosial (medsos). Menurut informasi, ada tas mencurigakan di teras rumah Suyanto. Warnanya biru. Kondisinya tertutup. Isinya diduga bom.

Kabar itu dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian massa. Suyanto menyadari keberadaan tas cangklong tersebut pukul 18.30.

''Orangnya (Suyanto) sempat menyapu halaman,'' ujar Kapolsek Porong Kompol Adreal Zainar Abas.

Lagi, Penumpang Pesawat Diamankan Gara-gara Bercanda Soal Bom

KONFRONTASI-Seorang pemudik pesawat udara atas nama Nanda Satrya diamankan oleh aparat keamanan gabungan di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman karena bercanda membawa bom dalam barang bawaan.

Polisi: Terduga Teroris di UNRI Berencana Bom Gedung DPR

KONFRONTASI -  Densus 88 Antiteror dan Polda Riau meringkus 3 terduga teroris di kampus Universitas Riau (UNRI). Polisi menyebut pelaku menargetkan gedung DPR dan DPRD sebagai tempat melakukan aksi teror. 

"Diduga menyerukan amaliyah atau penyerangan terhadap kantor-kantor DPR RI dan DPRD," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, dalam keterangannya, Minggu (3/6/2018). 

Polisi dalami Motif Pelaku "Teriak" Bom

KONFRONTASI - Kepolisian Resor Kota Pontianak, hingga saat ini terus mendalami motif pelaku FN salah seorang penumpang maskapai Lion Air dari Bandara Supadio Pontianak tujuan Jakarta, yang "teriak" atau bercanda ada bom di tasnya sehingga mengakibatkan kepanikan pihak maskapai dan penumpang.

"Hingga saat ini, kami terus melakukan pemeriksaan untuk mendalami motif pelaku yang mengatakan ada bom di tasnya kepada pramugari maskapai Lion Air tersebut," kata Kapolresta Pontianak, AKBP Wawan Kristyanto di Pontianak, Senin malam.

Bercanda Bawa Bom, Dua Anggota DPRD Diusir dari Pesawat

KONFRONTASI-Dua anggota DPRD Banyuwangi bercanda tentang bom di koper penumpang lain dan koper miliknya saat di Bandara Banyuwangi. Keduanya pun dilarang ikut terbang ke Jakarta karena dianggap tidak clear.

Insiden yang mencoreng nama baik lembaga wakil rakyat tersebut terjadi saat rombongan anggota DPRD Banyuwangi, hendak terbang menuju Jakarta, dengan pesawat Garuda GA 265 itu terjadi sekitar pukul 12.45 WIB, Rabu (23/5/2018).

Bom Bunuh Diri Masih Mengancam

KONFRONTASI -  Pelaku rangkaian aksi teror bom di Surabaya, Minggu dan Senin (13-14 Mei 2014) dipastikan menggunakan bahan peledak berdaya ledak tinggi (hi-explosive). Itu terlihat dari tidak terlalu besarnya volume paket bom, sehingga bisa dibawa dengan mudah oleh perempuan, seperti yang dilakukan Puji Kuswati dan meledak di Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro, Surabaya.

Mengapa Facebook Hapus Ribuan Konten Radikal Pasca bom Surabaya?

KONFRONTASI- Teror bom di Surabaya beberapa waktu lalu membuat linimasa Faceboook dihujani foto dan video terkait kejadian ini. Bahkan tak sedikit konten-konten yang sejatinya tak layak diperlihatkan. Terkait hal ini, Facebook Indonesia mengatakan telah menghapus ribuan konten soal aksi dan korban teror bom Surabaya. Menurut Ruben Hattari, Public Policy Lead Facebook Indonesia, ribuan konten ini termasuk 472 konten yang dihapus berdasarkan permintaan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. "Angka 472 itu hanya dalam waktu dua hari pasca bom Surabaya.

Awas! Antara Bom dan Spekulasi Jahat

Oleh: Dian AK
Women Movement Institute

Teror Bom Surabaya: Tudingan ke Arah Islam adalah Hate-Speech

Oleh: Asyari Usman

Tegas dan lugas: tidak ada satu pun komponen bangsa Indonesia yang tidak mengutuk aksi teror bom di sejumlah gereja di Surabaya. Tindakan ini sangat tercela. Biadab. Tidak bisa diterima oleh siapa pun; dengan alasan apa pun juga.

Menkominfo: Jangan Terpancing Info Bom di Medsos!

KONFRONTASI -  Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kembali meminta masyarakat agar tidak terpancing atau terpengaruh dengan informasi soal bom yang belum jelas di media sosial, terkait dengan rentetan ledakan bom di Surabaya.

Sekaligus, menteri yang akrab disapa Chief RA ini mewanti-wanti, jangan sembarangan menyebarkan kembali informasinya. Intinya, kata dia, tidak perlu panik secara berlebihan.

Pages