BNPB

437 Kali Gempa Susulan Getarkan Sulteng Hari Ini

KONFRONTASI-Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan hingga hari ini, Jumat, 5 Oktober 2018, masih terjadi gempa di Sulawesi Tengah.

Hari ini ada gempa susulan sebanyak 437 kali. Dijelaskan Sutopo, gempa susulan akan terus bertambah, masyarakat dinilai tidak perlu khawatir.

Kecepatan Tsunami Palu Capai 800 Km/Jam

KONFRONTASI-Tsunami yang terjadi di Palu, Jumat (28/9) lalu, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sangat besar. Kecepatan tsunami itu pun tercatat mencapai 800 kilometer/ jam saat berada di tengah laut.

Begitu sampai ke daratan, kecepatan berkurang namun kekuatannya mampu meluluhlantakan bangunan yang ada.

Korban Tewas Gempa dan Tsunami Sulteng 832 Orang, Diperkirakan Masih akan Bertambah

KONFRONTASI-Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mencatat terdapat 832 orang meninggal dunia dalam bencana alam gempa bumi dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah hingga Minggu (30/9).

Rincian korban jiwa, sebanyak 821 korban di Kota Palu, sementara 11 korban lainnya di Kabupaten Donggala. Korban luka berat 540 orang, pengungsi 16.732 jiwa yang tersebar di 24 titik.

Donggala dan Palu Diguncang 209 Kali Gempa Susulan

KONFRONTASI-Gempa susulan terus terjadi paska gempa bumi dan tsunami pada Jumat 28 September 2018 kemarin yang masih menyisakan trauma mendalam bagi warga Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, gempa bumi di wilayah Sulawesi Tengah terjadi hingga 209 kali per Minggu (30/9) pukul 12.00 WIB. Ratusan lindu tersebut memiliki tingkat guncangan yang beragam.

BNPB Sebut, Banyak Korban Meninggal Tertimpa Bangunan dalam Gempa Palu

KONFRONTASI -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadi tsunami di Pantai Talise, Palu, dan pantai di Donggala Sulawesi Tengah, pada Jumat 28 September 2018, setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Ricther.

"Posko BNPB juga telah mengkonfirmasi ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat bahwa tsunami telah menerjang pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Jumat 28 September 2018.

BNPB: Hoax akan Terjadi Gempa Susulan 7,5 SR di Lombok

KONFRONTASI- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meminta masyarakat mengabaikan hoaks mengenai gempa susulan berkekuatan 7,5 Skala Richter (SR) yang dikabarkan bakal terjadi malam ini.

"Di Lombok masih banyak beredar hoaks atau informasi menyesatkan di sosial media. Isinya bahwa nanti malam pukul 22.30 WITA hingga 23.59 WITA diperkirakan akan terjadi gempa susulan berkekuatan 7,5 SR dan diharapkan tidak berada di dalam rumah," kata Sutopo dalam pernyataan tertulis, Minggu.

"Itu semua hoaks, tidak benar. Ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia saat ini belum bisa memprediksi gempa secara pasti, di mana, kapan, berapa besar gempanya. Abaikan dan jangan ikut-ikutan menyebarkan," tegas Sutopo.

Ada juga hoaks yang disebarkan dengan mencantumkan foto dan nama Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB berisi ramalan orang Belanda yang memperingatkan akan ada gempa besar.

"Jika masyarakat menerima informasi dalam bentuk apa pun mengenai akan terjadi gempa dengan menyebutkan waktu, kekuatan, lokasi, itu tidak benar," ungkap Sutopo.

214 Sesar Aktif Ditemukan, Waspadai Sumber Gempa Baru

KONFRONTASI-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah dan masyarakat mewaspadai sumber gempa baru dengan telah ditemukannya 214 sesar aktif di 2017.

"Gempa memang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, belum ada teknologi atau orang yang mampu memprediksinya. Pemerintah dan masyarakat harus memperhatikan peta rawan gempa," kata Kepala Pusat dan Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Kamis.

Sejumlah Akses ke Zona Merah Gunung Agung Ditutup

KONFRONTASI-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menutup sejumlah akses menuju daerah yang termasuk zona merah berbahaya jika Gunung Agung erupsi.

Kepala BNPB Willem Rampangilei di Karangasem, Bali, Kamis, mengatakan upaya itu untuk memberikan keselamatan dan keamanan kepada masyarakat menyikapi status awas Gunung Agung.

BNPB bekerja sama dengan relawan dan beberapa orang korban erupsi Gunung Merapi memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya apabila memasuki zona merah mengingat bencana yang tidak bisa diprediksi.

BNPB Beri Pekerjaan untuk Para Pengungsi Gunung Agung

KONFRONTASI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupayakan mata pecaharian para pengungsi Gunung Agung, Bali. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi kejenuhan mereka selama di pos pengungsian.

"Bagaimana dengan masyarakat yang kehilangan mata pencaharian? Kami pikirkan apa yang terbaik untuk masyarakat yang tidak bisa kerja," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei di Pos Komando Penanganan Darurat Gunung Agung di Karangasem, Jumat, 6 Oktober 2017, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Pages