BNPB

Sejak Awal Publik Sudah Tidak Percaya, BNPB Akui Data Covid-19 Pemerintah Pusat Bukan yang Sebenarnya

KONFRONTASI -   Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui data kasus positif pandemi virus corona atau Covid-19 yang disampaikan pemerintah pusat bukan data yang sebenarnya.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo dalam diskusi virtual yang ditayangkan di YouTube Energy Academy Indonesia pada Minggu (5/4) kemarin.

Panglima TNI Bersama Kapolri dan Kepala BNPB Tanam 2020 Pohon

KONFRONTASI -   Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, serta Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menanam 2020 pohon di Pusat Latihan Multifungsi Mabes Polri, Jalan Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/1/2019).

Panglima TNI menanam Pohon Kayu Hitam Sulawesi, Kapolri menanam Pohon Merbau Pantai Papua, sedangkan Kepala BNPB menanam Pohon Kayu Ulin. Ketiga pohon letaknya bersebelahan.

Ada 169 Titik Banjir Tersebar di Jabodetabek

KONFRONTASI-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemetaan lokasi banjir dan sebaran wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Dilansir dari akun Twitter resmi @BNPBI_Indonesia, ada 169 titik banjir di seluruh wilayah Jabodetabek. 

Menurut BNPB, titik banjir terbanyak berada di provinsi Jawa Barat sebanyak 97 titik. Kemudian diikuti oleh DKI Jakrta 63 titik, dan Banten 9 titik banjir. 

Sering Terjadi Gempa dan Ancaman Tsunami, BNPB Disarankan Jadi Kementerian Bencana

PAHLAWAN API HUTAN. Tim Gabungan yang terdiri atas BNPB, Polri, TNI, relawan, dan masyarakat bergotong royong memadamkan api yang melahap kawasan Gunung Panderman sisi timur. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

 

KONFROTASI -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini hanyalah sebuah lembaga. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pun menyarankan supaya BNPB bisa menjadi kementerian di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

BNPB: Terjadi 1.586 Bencana Selama 2019 dengan Korban Jiwa 438 Orang

KONFRONTASI-Kejadian bencana terus meningkat di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan bencana juga cukup besar. Bencana bukan saja menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Namun juga menimbulkan kerugian ekonomi yang memerosotkan capaian pembangunan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, selama tahun 2019 yaitu 1/1/2019 hingga 30/4/2019 di Indonesia terjadi bencana sebanyak 1.586 kejadian bencana. Dampak bencana yang ditimbulkan 325 orang meninggal dunia, 113 orang hilang, 1.439 orang luka-luka dan 996.143 orang mengungsi dan menderita. 

"Kerusakan fisik meliputi 3.588 rumah rusak berat, 3.289 rumah rusak sedang, 15.376 rumah rusak ringan, 325 bangunan pendidikan rusak, 235 fasilitas peribadatan rusak dan 78 fasilitas kesehatan rusak," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, 
Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Rabu (1/5/2019).

Dia menjelaskan lebih dari 98% bencana yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi sedangkan 2% bencana geologi. Selama 2019 ini ada tiga kejadian bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang cukup besar.

Pertama, banjir dan longsor di Sulawesi Selatan pada 22/1/2019 yang menyebabkan 82 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 47 orang luka. Kerugian dan kerusakan ditaksir Rp926 miliar.

Kedua, banjir dan longsor di Sentani Provinsi Papua pada 16/3/2019 yang menyebabkan 112 orang meninggal dunia, 82 orang hilang, dan 965 orang luka. Kerugian dan kerusakan mencapai Rp668 miliar.

Ketiga, banjir dan longsor di Bengkulu pada 27/4/2019 menyebabkan 29 orang meninggal dunia, 13 orang hilang dan 4 orang luka. Kerugian dan kerusakan sekitar Rp200 miliar (data sementara).

Secara statistik, kata Sutopo dibandingkan tahun 2018 dalam periode yang sama kejadian bencana pada 2019 mengalami kenaikan 7,2%. Pada 2018 terjadi 1.480 bencana sedangkan 2019 terjadi 1.586 kejadian bencana. 

Untuk korban jiwa, juga terjadi kenaikan 192% dimana pada tahun 2018 terdapat 150 orang meninggal dunia dan hilang sedangkan pada 2019 korban meninggal dan hilang tercatat 438 orang. Begitu pula korban luka-luka juga mengalami kenaikan 212%. Korban luka pada tahun 2018 sebanyak 461 orang sedangkan tahun 2019 sebanyak 1.439 orang.

Berdasarkan sebaran kejadian bencana per provinsi maka bencana paling banyak terjadi di Jawa Tengah (472 kejadian), Jawa Barat (367), Jawa Timur (245), Sulawesi Selatan (70) dan Aceh (51). Sedangkan sebaran bencana per kabupaten/kota, bencana paling banyak terjadi di Kabupaten Sukabumi (50 kejadian), Semarang (43), Bogor (42), Majalengka (38) dan Temanggung (37). 

"Statistik bencana ini bukan hanya memuat angka-angka, namun memiliki makna bahwa ancaman bencana terus meningkat. Meningkatnya bencana pada tahun 2019 disebabkan adanya pemicu banjir dan longsor yaitu curah hujan yang deras. Kombinasi antara alam dan antropogenik menjadi penyebab utama meningkatnya bencana," tuturnya.

Doni Monardo: Semoga BNPB Semakin Tangguh

KONFONTASI -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasuki usia yang ke 11 tahun. Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo berharap BNPB akan semakin tangguh.

Doni mengatakan memasuki usia 11 tahun BNPB diharapkan kinerjanya akan semakin tangguh dan kuat.

Selain itu, ia juga berharap agar program-program BNPB bisa tersalurkan ke berbagai kota di Indonesia.

Anggaran Terbatas, Alat Pendeteksi Tsunami Banyak yang Rusak

KONFRONTASI-Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengakui sistem pendeteksi dini tsunami tak bekerja secara optimal. Ada 22 alat pendeteksi dini tsunami (buoy) tidak berfungsi.

"Dari 22 buoy tsunami di perairan Indonesia, yang dibangun Indonesia (9 unit), Jerman (10 unit), Malaysia (1 unit), dan USA (2 unit) pada tahun 2008. Saat ini (22 bouy) sudah tidak beroperasi sejak 2012," ujar Sutopo di Graha BNPB, Pramuka Raya, Jakarta Timur, Rabu, 26 Desember 2018.

Pencarian Korban Tsunami Terkendala Cuaca Buruk

KONFRONTASI-Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan cuaca buruk dan terbatasnya alat berat jadi kendala pencarian dan evakuasi korban tsunami Selat Sunda.

“Jalan banyak mengalami kerusakan dan cuaca tidak bersahabat, bahkan ada daerah yang kemarin terkena tsunami yang banjir,” kata Sutopo di Jakarta, Rabu. 

Pages