BNN

Buwas Pastikan Pidanakan Bupati Ogan Ilir

KONFRONTASI-Badan Narkotika Nasional (BNN)  memastikan akan memidanakan Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Nofiadi (AWN) yang terbukti positif menggunakan narkoba jenis sabu.

Kepala BNN Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Waseso (Buwas) mengatakan, bupati kelahiran 1988 itu bukanlah korban, sehingga tidak seharusnya direhabilitasi. Sebab berdasarkan hasil urine, Bupati Ogan Ilir tersebut terbukti positif menggunakan narkoba.

Bupati Ogan Ilir Ditangkap BNN, Helmy Yahya Mengaku Prihatin

KONFRONTASI - Mantan Calon Bupati Ogan Ilir (OI), Helmy Yahya, menyatakan prihatin atas penangkapan Bupati Ogan Ilir (OI) terpilih periode 2016-2021, Ahmad Wazir (AW) Noviadi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).  

Meski pernah bertarung melawan AW Noviadi dalam Pilkada Ogan Ilir, Helmy meminta BNN bekerja profesional dan publik tak mengaitkan penangkapan ini dengan unsur politik.

Kata Menteri Yuddy, BNN Belum Perlu Setingkat Kementerian

KONFRONTASI - Belum ada urgensi Badan Nasional Narkotika (BNN) menjadi kementerian, kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi

“Sejauh ini belum, kami belum melihat adanya urgensi untuk melakukan perubahan Perpres terhadap BNN,” kata Yuddy di Jakarta, Senin (14/3).

Ia menyebutkan, jika presiden menganggap BNN perlu dinaikan menjadi setingkat menteri, presiden akan memerintahkan Kementerian PAN-RB untuk menyiapkan perubahan Perpres.

Ditangkap BNN, Bupati Ogan Ilir Diterbangkan ke Jakarta

KONFRONTASI-Badan Narkotika Nasional (BNN) menerbangkan Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviandi ke Jakarta. Kasus narkoba yang menyedot perhatian publik ini pun akan diambil alih oleh BNN pusat dalam penanganannya.

Humas BNN Kombes Slamet Pribadi membenarkan penangkapan Ahmad Wazir Noviandi ini, serta Wakil Bupati Ilyas Panji Alam yang turut digelandang.

“Intinya kami membenarkan keduanya diamankan, selebihnya nanti dirilis di BNN Cawang (Jakarta Timur),” ujar Slamet, Senin (14/3).

Nikita Mirzani Antara Narkotik dan 'Narosex'

Konfrontasi - Narkotik sudah menjadi ancaman besar bagi masyarakat Indonesia, tak terkecuali bagi kalangan artis. Sebagai artis, Nikita Mirzani menyayangkan banyaknya publik figur yang terjebak dalam pengaruh narkotik.

"Sangat disayangkan. Narkoba tambah banyak, apalagi di kalangan anak muda," kata Nikita saat ditemui di sebuah acara di Batik Lounge, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (11/3/2016).

Polisi Tangkap Oknum Kejaksaan Gunakan Sabu

Konfrontasi - Satuan Reserse Narkoba Polresta Padang, Sumatera Barat, berhasil meringkus dua pelaku pemakai narkoba jenis sabu, pada Sabtu (12/3/2016). Salah satu tersangka, diketahui merupakan jaksa di Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.

Penangkapan ini dilakukan di Jalan Ganting I Rt 03/Rw 06, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, pukul 10.15 WIB.

Komjen Buwas: BNN Temukan 41 Jenis Narkoba Baru

Konfrontasi - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menemukan tiga narkotika jenis baru atau yang biasa disebut dengan New Psychoactive Substances (NPS).

"Dengan ditemukannya tiga NPS tersebut maka saat ini Laboratorium BNN telah mengidentifikasi 41 Narkotika jenis baru yang beredar di Indonesia," kata Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso di Jakarta, Jumat (11/3/2016).

Presiden Bertekad Status BNN Setingkat Menteri

Konfrontasi - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Presiden Joko Widodo sudah bertekad menaikkan status Kepala Badan Narkotika Nasional menjadi setingkat enteri, karena gawatnya bahaya narkoba yang ditangani BNN.

"Presiden sudah bertekad akan meningkatkan status organisasi BNN. Masalah narkoba ini begitu besarnya yang harus ditangani BNN," ujar Luhut seusai meninjau Balai Laboratorium Narkoba serta ruang tahanan Badan Narkotika Nasional di Jakarta, Kamis petang (10/3).

Perangi Narkoba, Menko Polhukam Ikut Tes Urine di BNN

Konfrontasi - Terkait dengan sikap pemerintah yang saat ini tengah gencar-gencarnya memerangi maraknya peredaran narkoba, beberapa lembaga serta organisasi yang juga ikut melakukan upaya tersebut.

Karena saat ini, peredaran barang haram tersebut sudah masuk hingga ke berbagai ranah, mulai dari sekolah hingga ke lembaga-lembaga tinggi milik negara.

Pages