berhala

Cak Nun; “Kenapa rakyat mau memilih boneka, patung atau berhala untuk menjadi pemimpinnya?”

Oleh: Emha Ainun Najib

“Karena partai politik memperkenalkan calonnya dengan mendustakan kenyataannya. Calon pemimpin ditampilkan dengan pencitraan, pembohongan, dimake-up sedemikian rupa, dibesar-besarkan, dibaik-baikkan, diindah-indahkan, dihebat-hebatkan”

“Itu bukan politik namanya, Pak, itu kriminal”

“Memang bukan politik, melainkan perdagangan. Bukan demokrasi, melainkan perjudian. Memang bukan kepemimpinan, tapi talbis. Kalau dipaksakan untuk disebut demokrasi, ya itu namanya Demokrasi Talbis”

“Talbis itu apa to Pak?”

Imam Masjid New York: Berhala di Zaman Modern Lebih Canggih

KONFRONTASI -  Imam Masjid Al Hikmah, New York,  Shamsi Ali mengatakan zaman sekarang umat Islam merasa sudah terlepas dari berhala-berhala seperti yang banyak dikisahkan pada zaman nabi. Sebaliknya, saat ini justru banyak sekali berhala yang muncul dengan cara modern, dan mampu membuat umat manusia berpaling menduakan Allah SWT.

"Di zaman modern kita merasa tak lagi sembah berhala-berhala. Tapi nyatanya sekarang berhala lebih canggih," kata Shamsi saat mengisi tausiah dalam acara tabligh akbar 'membangun peradaban emas' di Masjid Sunda Kelapa Jakarta, Selasa (20/1) kemarin.

Sebut Makam Wali Berhala, Kurikulum 2013 Dikecam Keras

KONFRONTASI-Buku Sejarah Kebudayaan Islam untuk kelas VII Madrasah Tsanawiyah yang merupakan produk Kurikulum 2013 menuai kecaman banyak pihak. Musababnya, di dalam buku terbitan Kementerian Agama Tahun 2014 itu terdapat kalimat bahwa berhala sekarang adalah kuburan para wali.

Ketua Persatuan Guru Swasta Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah Muh. Zen Adv meminta isi buku tersebut segera direvisi. "Karena bisa menimbulkan pemahaman yang keliru," kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah tersebut kepada Tempo, Selasa, 16 September 2014.