Beras

Bulog Disarankan Segera Gelontorkan Beras Stok ke Pasar

KONFRONTASI-Mantan Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyarankan Perum Bulog segera menggelontorkan beras stok ke pasar sebagai upaya mengendalikan harga beras. 

"Sekarang harusnya sudah menggelontorkan. Apalagi, saat ini Bulog kan sudah bebas melakukan operasi pasar sepanjang tahun," katanya dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Hal tersebut, menurut Menteri Pertanian periode 2004-2009, terkait harga beras medium, yang pelan-pelan mulai menanjak naik.

Analisis Rizal Ramli Terbukti lagi : Petani Garam Menjerit akibat Impor Garam Mendag

KONFRONTASI- Tokoh nasional Dr Rizal Ramli sore ini diundang tim Prabowo-Sandi untuk menjelaskan impor yang merugikan kaum tani & petambak garam sekaligus memaparkan kondisi perekonomian nasional yg kian terpuruk.  RR menyampaikan im,por garam dan beras/pangan yang merugikan rakyat/kaum tani di depan puluhan wartawan asing & dlm negeri. Mantan Menko Ekuin Rizal Ramli sudah pernah mengingatkan bahwa panen garam rakyat mencapai 2,2 juta ton di luar proyeksi pemerintah.

Impor Beras Rugikan Petani, Hancurkan Elektabilitas Jokowi

KONFRONTASI- Nasib kaum tani buruk di era Jokowi. Pasalnya, impor beras/pangan meluap akibat langkah Mendag Enggar mengimpor beras, jagung, garam dan lainnya. Kaum tani protes keras meski tak ditengar istana presiden.

Dalam hal ini, Ketua Gabungan Kelompok Tani Sri Jaya Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Sartam, mengaku khawatir impor beras akan menyebabkan harga gabah dan beras lokal jatuh.

Stok Beras Cukup, Jangan Cari-cari Alasan untuk Impor

KONFRONTASI-Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso menegaskan, stok beras dalam negeri sampai dengan 2019. Stok beras dapat  dipenuhi dari produksi sendiri, sehingga tidak diperlukan lagi impor. Stok beras tersebut diperoleh dari surplus beras sebanyak 2,85 juta ton pada 2018 yang dirilis BPS dan produksi beras hasil panen di awal 2019.

Data Beras Simpang Siur, Elektabilitas Jokowi Bisa Hancur

KONFRONTASI-Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Pangi Syarwi Chaniago menyebutkan polemik penggunaan data pangan bisa pengaruhi elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin Pilpres 2019

"Bisa saja karena petani gagal paham dengan kebijakan pertanian mereka tidak akan percaya lagi," kata Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, pada keterangan tertulisnya . di Jakarta, Sabtu.

Heboh Impor Beras, Rizal Ramli Desak Presiden Jokowi Berpihak pada Kaum Tani dan Rakyat

KONFRONTASI- Mantan Menko Ekuin yang juga Ekonom senior, Rizal Ramli (RR), mendesak Presiden Jokowi berpihak kepada kepentingan kaum tani dan konsumen, bukan kelompok pemburu rente dan kartel.  RR menmgingatkan, dalam kampanye kepresidenannya di Surabaya pada Pilpres 2014, Jokowi berjanji menghapus mafia dan kartel pangan, serta mau mensejahterakan petani, namun semua itu tidak jalan sampai sekarang.

Diperintahkan Impor Beras, Bulog: Gudang Sudah Penuh, Mau Ditaruh Dimana?

KONFRONTASI - Produksi beras dari dalam negeri telah memenuhi gudang milik Bulog. Bahkan, Bulog mesti menyewa gudang karena banyaknya pengadaan yang dilakukan.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan dana yang digelontorkan untuk menyewa gudang mencapai Rp 45 miliar. Sewa tersebut dilakukan hingga akhir tahun ini.

Oleh karena itu, ia menegaskan tidak perlu Indonesia impor beras lagi. Sebab, menurutnya tidak ada tempat lagi untuk menyimpan beras.

Sewa Gudang

Perum Bulog menyewa beberapa gudang untuk menyimpan beras. Biaya menyimpan beras tersebut mencapai Rp 45 miliar.

"Sewa biayanya nggak sedikit, ada yang Rp 90.000 ribu per ton, per hari, per meter. Ada juga yang Rp 70.000. Total biaya sewa besar, sampai Rp 45 miliar lebih," Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Dirut Bulog Budi Waseso menjelaskan saat ini stok beras di gudang bulog ada sebanyak 2,4 juta ton. Beras tersebut berasal dari pengadaan dalam negeri dan impor.

"Stok kita sekarang 2,4 juta ton. Itu beras lokal dan ada dari impor lama yang baru direalisasikan sekarang," kata pria yang beken disapa Buwas itu.

Buwas menambahkan gudang beras Bulog yang penuh, hingga harus sewa, menunjukkan tak perlu lagi impor beras. Apalagi, kata Buwas, saat nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sedang menguat.

"Kita juga terpaksa meminjam dan menyewa gudang itu cost besar untuk Bulog. Maka nggak efisien kalau kita impor terus. Kalau ada perintah impor lalu saya harus lakukan, berarti bebannya tambah lagi. Harga jadi tambah naik karena dolar AS," tutup Buwas.

Bisa Ekspor

Saat ini Bulog menampung 2,4 juta ton beras dan diperkirakan akan meningkat hingga 3 juta ton di akhir tahun. Berdasarkan kondisi tersebut Bulog yakin Indonesia mampu mengekspor beras tahun depan.

Menurut Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pasokan beras yang meningkat itu bisa menjadi acuan untuk ekspor tahun depan.

"Insya Allah, justru jangan-jangan tahun depan bisa ekspor (beras)," kata pria yang beken disapa Buwas itu di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Buwas menjelaskan saat ini gudang-gudang beras Bulog sudah penuh. Bahkan, Bulog harus menyewa gudang untuk menampung pasokan beras lokal dan impor dan biayanya sekitar Rp 45 miliar.

Oleh sebab itu, Buwas mengatakan tak perlu impor beras.

"Perintah kemarin dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Perdagangan bahwa kami harus impor 1 juta ton, tapi kami mau taruh di mana beras itu? Kecuali Menteri Perdagangan menyiapkan gudang atau kantornya beliau mau dipakai jadi gudang beras," kata Buwas.

"Boleh kata ada perintah sampai 1 miliar ton pun kepada saya sebagai pelaksana. Tapi saya harus tahu persisi kebutuhan dan situasi seperti apa, perlu atau tidak. Insya Allah perhitungan saya sampai akhir tahun tidak perlu impor," tutur dia.

Bulog Akhirnya Impor 1,8 Juta Ton Beras

KONFRONTASI-Perum Bulog merealisasikan 1,8 juta ton beras impor. Dari angka tersebut, sebanyak 400 ribu ton belum masuk gudang Bulog meski sudah berada di Indonesia.

Seperti diketahui, Perum Bulog mendapat perintah impor beras 500 ribu ton pada izin pertama yang sempat dikritik banyak pihak. Izin impor kedua, Bulog kembali menerima kuota sebesar 500 ribu ton.

Terbaru, izin impor yang disetujui pada Juli 2018 melalui Rakortas sebesar satu juta ton. Itu artinya total kuota impor beras Bulog mencapai dua juta ton.

Pages