Beras

Mentan Targetkan Ekspor 500 Ribu Ton Beras Pada 2020

KONFRONTASI-Pemerintah menargetkan dapat mengekspor beras premium sebanyak 100 ribu hingga 500 ribu ton pada 2020.

"Terkait ekspor beras saya akan mempersiapkan mulai dari bibit, mulai dari kesiapan lahan, irigasi, tesnya dimana. Harus bisa bersaing dengan beras-beras yang ada dari negara lain," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor Presiden Jakarta pada Rabu.

Menurut dia, pemerintah akan mempersiapkan kebutuhan untuk mendukung ekspor beras itu pada Januari 2020, sehingga pada Maret atau April dapat dilakukan pengiriman keluar.

Dua Puluh Ribu Ton Cadangan Beras Dimusnahkan, Tuduhan Rizal Ramli Mendekati Kebenaran

KONFRONTASI -   20 puluh ribu ton cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog terpaksa dimusnahkan karena mengalami penurunan mutu atau disposal stock.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, nilai beras disposal itu mencapai Rp160 miliar dengan asumsi harga rata-rata pembelian di tingkat petani sebesar RP8.000 per kilogran.

Jansen Sitindaon: #TangkapEnggar Jadi Trending Topic, Jangan-Jangan Kecurigaan Rizal Ramli Benar

KONFRONTASI- Hastag atau tagar #TangkapEnggar menjadi salah satu trending topic Twitter nasional.Hastag yang menyoroti praktik impor beras “ugal-ugalan” mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dimulai oleh politisi Partai Gerindra Iwan Sumule.

Bulog Harus Tingkatkan Kualitas Serapan Gabah

KONFRONTASI-Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menginginkan Badan Urusan Logistik (Bulog)  meningkatkan kualitas beras yang diserapnya supaya bisa bersaing di skema bantuan sosial baru yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Apalagi Bulog bukan satu-satunya pemasok beras dalam BPNT dan skema kartu Sembako Pangan Murah. Dengan meningkatkan kualitas berasnya, Bulog tidak perlu khawatir pendistribusian berasnya akan terganggu," kata Galuh Octania dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kemarau Panjang Dikhawatirkan Pengaruhi Serapan Beras Bulog

KONFRONTASI-Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menyatakan musim kemarau yang berlangsung sejak April 2019 dan diprediksi berlangsung dalam waktu lama bakal mempengaruhi serapan beras Perum Bulog.

"Berlangsungnya musim kemarau ini berpotensi menimbulkan dampak pada penyerapan beras," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, pada musim kemarau, petani berisiko gagal panen, sehingga memilih tidak menanam padi.

Pages