Bencana

Tanggap Bencana, Kupang Siapkan Rp1 Miliar

KONFRONTASI-Rp1 miliar telah disiapkan Pemerintah Kota Kupang untuk dana tanggap darurat bencana. Dana tersebut diharapkan dapat dipergunakan untuk membantu warga korban di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

"Alokasi anggaran itu kita sediakan dan akan digunakan untuk kepentingan tanggap darurat bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi," kata Wali Kota Kupang Jonas Salean, di Kupang, Rabu.

Jangan Jadikan Bencana Untuk Menghujat Pemerintah

KONFRONTASI- Menjelang akhir tahun 2014, bencana datang bertubi-tubi di sejumlah tempat di Indonesia, dimulai dari longsor bukit di Banjar Negara Jawa Tengah, terbakarnya pasar Klewer di Solo hingg terakhir kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 di perairan Kalimantan.

Ironisnya, bukannya mendoakan korban yang terkena musibah, bencana beruntun ini justru dipolitisasi oleh oknum-oknum tertentu untuk menghujat pemerintahan Jokowi-JK yang baru berumur dua bulan.

Topan Jangmi Tewaskan 35 Korban Jiwa

Konfrontasi - Topan Tropis Jangmi atau Seniang, telah merenggut sedikitnya 35 nyawa di bagian selatan dan tengah Filipina. Selain itu, ribuan warga terpaksa mengungsi.

Jangmi juga membuat 26 orang lagi cedera dan delapan orang hilang, selain memaksa 5.000 keluarga tinggal di 79 pusat pengungsian, kata Badan Penanganan dan Pengurangan Resiko Bencana Nasional di dalam satu laporan yang dikeluarkan pada Rabu pagi.

Bandung Barat Kembali Terancam Longsor

Konfrontasi - Sebanyak 40 warga Desa Cihaliwung, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, diungsikan karena terancam longsor susulan di dekat pemukimannya.

"Longsor terjadi di Cihaliwung pada Selasa malam, dua orang mengalami patah kaki tertimbun longsor sedangkan 40 warga yang terancam diungsikan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat Ruddy Rudyana di Bandung, Rabu.

Ia menyebutkan, lokasi longsor Cihaliwung pernah longsor pada musim hujan tahun lalu, kondisinya berada di tebing dengan kemiringan 40 derajat.

304 Kabupaten/Kota Rawan Bencana

KONFRONTASI - Sebanyak 304 Kabupaten/kota di Indonesia rawan bencana alam pada musim hujan. Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa  mengatakan, untuk mengantisipasi tingginya ancaman bencana, yang harus dilakukan yakni mereduksi kemungkinan risiko bencana, kemudian katanya membangun antisipasi dini masyarakat di daerah-daerah rawan bencana dan petanya harus ada.

Waspada, Gunung Slamet Ditutup Bagi Pendaki

Konfrontasi - Pos Pengamatan Gunung Slamet Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, melarang pendaki melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet pada perayaan Tahun baru 2015 karena aktivitas gempa hembusan masih relatif tinggi.

"Meski letusan gunung sudah tidak terjadi lagi tetapi aktivitas gempa hembusan masih cukup tinggi sehingga kami mengimbau pendaki mengurungkan niatnya mendaki ke puncak gunung," kata Petugas Pengamat Gunung Slamet Desa Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Sukedi, Selasa (16/12).

Pasca Longsor Banjarnegara, Jawa Tengah Tetapkan Darurat Bencana

KONFRONTASI-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau langsung lokasi bencana di Dusun Jemblung dan menetapkan musibah tersebut sebagai darurat bencana. Gubernur bersama beberapa pejabat TNI tiba sekitar pukul 13.30 dengan menumpang helikopter.

”Dengan status darurat bencana, kita sudah perintahkan tim reaksi cepat BNPB yang ada di lokasi untuk terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat,” katanya.

Kata Ganjar Pranowo, Banjarnegara belum darurat bencana

KONFRONTASI-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa pemerintah provinsi setempat belum menyatakan status darurat bencana di Kabupaten Banjarnegara meskipun terjadi tanah longsor di sejumlah lokasi.

"Belum (darurat bencana), makanya saya akan cek kesana langsung pada hari ini," katanya di Semarang, Sabtu.

Ganjar mengungkapkan bahwa ada kemungkinan status darurat bencana ditetapkan di Kabupaten Banjarnegara, namun hal tersebut melihat kondisi di lokasi bencana terlebih dulu.

UGM Sebut Masyarakat Indonesia Kurang Tanggap Bencana

KONFRONTASI - Kesadaran masyarakat Indonesia akan risiko bencana masih dinilai rendah, padahal mereka tinggal di negara yang rawan terjadinya berbagai bencana alam mulai dari banjir, tanah longsor hingga bencana gempa dan tsunami.

Kondisi ini, mendorong Universitas Gajah Mada (UGM) meningkatkan kesadaran dan kemampuan menghadapi ancaman bencana, yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan warga yang tinggal di daerah bencana.

Pages