Bencana Sulteng

DMI: 95 Masjid di Palu Rusak Akibat Gempa dan Tsunami

KONFRONTASI-Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palu mencatat sementara terdata 95 masjid yang rusak akibat gempa bumi, tsunami dan likuifaksi  yang melanda Palu Ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9).

"Terima kasih bagi ustadz dan takmir yang sudah mengirimkan data dan foto masjid yang rusak terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi. Data tersebut saat ini diproses di Kementrian Agama untuk mendapatkan perhatian dan bantuan pemerintah," kata Ketua DMI Palu Moh. Ikbal Andi Mangga di Palu, Rabu.

Sekitar 1.000 Tahanan di Palu Masih Kabur

KONFRONTASI-Kementerian Hukum dan HAM mengakui sampai saat ini masih ada 1000-an narapidana (napi) di Palu terdampak bencana gempa bumi beberapa waktu lalu masih kabur dan keberadaan mereka belum diketahui.

"Kita belum tahu dimana mereka, tapi kan kita himbau untuk kembali, ada yang sudah kembali, tapi ada yang belum, kita himbau dulu lah, baru kita keluarkan (surat DPO atau Daftar Pencarian Orang)," kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Selasa.

90 Persen Saluran Air Minum di Palu Hancur

KONFRONTASI-Sambungan Penyediaan Air Minum Palu, Sigi dan Donggala (Spam Pasigala) hancur hingga 90 persen akibat gempa yang melanda wilayah itu pada 28 September 2018.

"Kondisi Pasigala itu hancur 90 persen khususnya di bagian air baku atau di jaringan transmisinya," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah Saliman Simanjuntak di Palu, Senin sore.

Pak Jokowi, Jujurlah Soal Penanganan Bencana Palu

KONFRONTASI-Politikus Partai Demokrat (PD) Dede Yusuf Macan Effendi meminta pemerintah jujur terkait penanganan bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Dia menilai, status bencana nasional masih perlu ditetapkan jika pemerintah mengalami kendala dalam proses pemulihan pascagempa.

"Jadi, memang kalau kita (pemerintah khususnya) merasa berat melakukan rehabilitasi maka ini harus dicanangkan sebagai bencana nasional," ujar Dede di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Bertambah, Jumlah Korban Tewas Bencana Sulteng Jadi 1.944 Orang

KONFRONTASI-Data terbaru jumlah korban meninggal dunia dalam musibah gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, hingga Minggu (7/10/2018) pukul 17.00 Wita mencapai 1.944 orang.

Kepala Penerangan Komando Tugas Gabungan Terpadu Sulawesi Tengah (Kogasgabpad Sulteng) Kolonel Inf. Muh Thohir menyebutkan, korban yang  meninggal dunia itu, sebanyak 815 jenazah dikubur secara massal di Poboya, 35 dikubur massal di Pantoloan, 1.059 jenazah telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing.

Bencana Sulteng: 5.000 Orang Diperkirakan Masih Hilang

KONFRONTASI-Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugrohomenyatakan saat ini diperkirakan masih ada sekitar 5.000 korban hilang akibatgempa Palu, Sulawesi Tengah. Jumlah ini berasal dari dua wilayah yakni Kelurahan Balaroa dan Petobo. 

"Jumlah 5.000 ini berdasarkan laporan lisan yang disampaikan kepala desa. Berapa pastinya belum tahu, itu hanya perkiraan di Balaroa dan Petobo," ujar Sutopo di gedung BNPB, Jakarta, Minggu (7/10). 

Bencana Sulteng: Data Terbaru Korban Jiwa Capai 1.763 Orang

KONFRONTASI-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.763 korban jiwa yang terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah berdasarkan pembaruan data korban hingga Minggu, pukul 13.00 WIB.

"Dari 1.763 orang yang meninggal dunia, sebanyak 1.755 jenazah telah dimakamkan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers "Update Tanggap Bencana Sulawesi Tengah" di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu. 

Palu Bangkit, Sejumlah Pertokoan Sudah Mulai Buka

KONFRONTASI-Sejumlah pertokoan di Kota Palu seperti toko material bangunan dan bengkel roda dua sudah kembali buka untuk melayani penjualan barang dan jasa pascabencana yang melanda sejak sepekan lalu.

"Buka sejak hari sabtu, tadinya karena cuma mau masuk ambil barang, orang minta tolong beli ini itu, yasudah seterusnya sudah buka sampai hari ini," kata Riyanti pemilik toko bangunan di Jalan Tanjung Satu Kota Palu, Minggu.

Pages