Bencana Alam

Terjadi Perubahan di Bumi dan Potensi Bencana Alam Akibat Matahari Lockdown

KONFRONTASI -    Matahari yang sedang dalam fase lockdown pada saat ini diprediksi bisa memicu fenomena alam di bumi. Ahli mengatakan penurunan aktivitas matahari berpotensi mengakibatkan kejadian bencana seperti periode Minimum Dalton pada abad 17.

Ahli menjelaskan fase lockdown menunjukkan aktivitas matahari berkurang drastis yang biasa disebut periode solar minimum. Hal itu ditandai menghilangnya bintik-bintik matahari.

Komisi VIII DPR Usulkan Adanya Dana Abadi Bencana

Konfrontasi - Komisi VIII DPR RI mengusulkan pembahasan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Bencana di Badan Legislasi. Hari ini, Jumat (8/5), badan Legislasi melakukan agenda harmonisasi. Dalam pembahasan salah satu yang akan diusulkan adalah adanya dana abadi bencana .

Anggota Komisi VIII DPR, Diah Pitaloka mengusulkan, pentingnya alokasi dana abadi bencana di APBN dan APBD. Mengingat Indonesia memiliki banyak daerah rawan bencana.

Sepanjang Medio Agustus 2019, Bencana Alam di Jawa Barat Didominasi Kebakaran Hutan

KONFRONTASI -   Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, bencana alam yang terjadi di Jawa Barat selama Agustus 2019 didominasi kebakaran hutan. Tercatat sebanyak 55 kebakaran hutan di Jabar telah terjadi, dari total 117 kejadian bencana di Jabar selama Agustus 2019 lalu.

BNPB: Tingkat Kesadaran Bencana Indonesia Masih di bawah Jepang

Konfrontasi - Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lili Kurniawan mengatakan tingkat kesadaran kebencanaan masyarakat Indonesia masih berada di bawah Jepang.

"Jepang sudah mengalami tiga kali kesadaran bencana," kata Lili Kurniawan di diskusi Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Potensi dan Mitigasi Kebencanaan, di Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019.

Kesadaran tersebut tumbuh setelah Jepang menghadapi tiga bencana alam besar yang membuat masyarakatnya sadar terhadap bencana.

BNPB: Kurangi Risiko Bencana Mulai dari Sungai

Konfrontasi - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut 92 persen bencana berasal dari faktor mikrohidrologi, yakni banjir dan longsor. Salah satu penyebabnya karena sungai tidak mengalir dengan baik akibat pendangkalan. Karena itu, pengurangan risiko bencana dinilai bisa dimulai dari sungai. 

Menurut Kepala BNPB Willem Rampangilei, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini yakni degradasi lingkungan yang lebih cepat dari laju pemulihannya. Daerah aliran sungai yang disebutnya kritis telah mencapai 24,6 juta hektare. 

Angin Kencang Rusak Ratusan Rumah di Kudus

KONFRONTASI-Ratusan rumah di dua desa di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang, Senin.

"Kedua desa tersebut, yakni Desa Glagahwaru dan Kalirejo, Kecamatan Undaan," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bergas Catursasi Penanggungan di Kudus, Senin.

Berdasarkan keterangan warga yang terdampak, kata dia, bencana tersebut terjadi pada pukul 16.00 WIB.

Peristiwa tersebut, katanya, di awali dengan turun hujan, kemudian disertai tiupan angin kencang.

Bencana Alam dan Kecelakaan Kapal Terjadi Di Beberapa Daerah

KONFRONTASI - Status kondisi di wilayah Sulawesi Selatan dinyatakan siaga darurat karena cuaca ekstrem mengakibatkan sejumlah banyak musibah. Di antaranya longsor, angin kencang bahkan puting beliung yang menyebabkan banyaknya pohon tumbang akibatkan korban luka maupun meninggal dunia, ketinggian ombak di atas normal yang menyebabkan kapal tenggelam dan lain sebagainya.

Longsor Timbun Tiga Titik di Lereng Menoreh

KONFRONTASI-Lereng pegunungan Menoreh di Desa Majaksingi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Sabtu (24/9) malam longsor di tiga titik.

Berdasarkan pantauan di Magelang, Minggu, ketiga titik longsor tersebut, yakni di Bukit Parangkudo, TPA Kanan, dan wilayah Dusun Wonokriyo.

Terparah ada di titik Bukit Parangkudo, dimana tebing setinggi delapan meter dan lebar empat meter longsor dan menutup akses jalan dari Jagalan menuju Suroloyo.

Pages