BEI

Siap-siap! BEI Berpotensi Hapus Saham Tiga Pilar Sejahtera

KONFRONTASI -   Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) berpotensi didepak dari papan utama pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI) atau delisting dengan catatan jika emiten consumer goods tersebut tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Saham perusahaan yang masuk bisnis beras ini sudah dihentikan sementara (suspensi) selama 18 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 5 Juli 2020.

Cemas Penyebaran Virus Corona, Indeks BEI Tumbang

KONFRONTASI - Seiring pasar yang masih terus memantau perkembangan penanganan wabah Virus Corona baru atau COVID-19, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan dibuka melemah.

IHSG dibuka melemah 3,03 poin atau 0,05 persen ke posisi 5.863,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 1,07 poin atau 0,11 persen menjadi 952,88.

BEI: IHSG Menguat, Investor Asing Net Buy Rp226,13 Miliar

KONFRONTASI -   Investor asing mencatatkan aksi beli bersih pada perdagangan hari ini, Selasa (11/2/2020), di saat IHSG ditutup menguat tipis.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai sekitar Rp226,13 miliar pada perdagangan hari ini.

 

BEI Ingin Startup Hasil Inkubator Ramaikan Pasar Modal

KONFRONTASI -  Bursa Efek Indonesia (BEI) mendukung pengembangan perusahaan rintisan atau startup lewat program IDX Incubator.

Ini merupakan program inkubasi yang mewadahi startup agar bisa mendapatkan pendanaan dari pasar modal, yang salah satunya lewat mekanisme penawaran saham perdana atau IPO.

Dalam inkubasi ini, startup yang sudah memasuki beberapa batch atau angkatan ini akan diberikan pelatihan pengembangan untuk mendorong mereka mencapai IPO atau bekerja sama dengan emiten.

Berpotensi Default, Saham Jababeka Disuspensi

KONFRONTASI-Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) atas saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mulai dari perdagangan sesi II hari ini. Suspensi ini diberlakukan hingga pengumuman berikutnya.

Berdasarkan surat edaran bursa, suspensi ini dikenakan untuk saham ini lantaran perusahaan memiliki risiko besar tak mampu membayarkan utangnya dalam bentuk notes dalam waktu dekat.

BEI Targetkan Tambahan 3 Indeks Baru 2019

KONFRONTASI -  Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menambah sekurang-kurangnya tiga indeks baru lagi pada tahun ini, sembari terus mengkaji dan mengevaluasi indeks-indeks yang sudah ada.

Hasan Fawzi, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, mengatakan bahwa BEI terus mengkaji kebutuhan investasi pelaku pasar, terutama terkait tema-tema investasi yang menarik.

Saat ini, BEI tengah bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) untuk menyusun indeks tematik seputar environmental, social and governance (ESG).

Indeks BEI Cetak Rekor Baru

KONFRONTASI - Rabu (16/1/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terdampar di zona hijau dengan penguatan 0,07% dengan berada di level 6.413. Merupakan level tertinggi pada tahun ini, sekaligus level yang sama pada sembilan bulan lalu.

Aksi borong saham pada awal tahun oleh investor asing lagi-lagi menjadi pendorong penguatan IHSG. Asing mencatatkan beli bersih senilai Rp 1,4 triliun di pasar reguler. Hal ini menjadikan inflow asing di bursa saham mencapai Rp 6,07 triliun hingga tahun berjalan (year to date).

BEI Anggap 'Free Float' Praktek yang Biasa Berlaku di Bursa Dunia

KONFRONTASI-Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa metode penghitungan terhadap kelompok saham atau indeks dengan memasukan rasio free float merupakan praktik umum di bursa dunia.

"Metode itu telah menjadi common practice (praktik umum) penghitungan indeks oleh bursa-bursa utama di dunia," ujar Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi di Jakarta, Senin.

Sedianya, lanjut dia, BEI akan menerapkan metode itu dan akan efektif terhadap kelompok 45 saham unggulan (LQ45) dan IDX30 untuk periode Februari-Agustus 2019.

Pages