Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Nunukan Terus Meroket

KONFRONTASI-Pedagang sembako di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara membenarkan, harga bawang merah lokal melonjak memasuki musim hujan di Sulawesi Selatan yang menjadi pemasok komoditas ini ke Nunukan.

"Harga bawang merah asal Sulsel naik di sini (Nunukan) karena musim hujan yang bertepatan musim panen," ujar Sahabuddin, pedagang sembako di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan, Selasa.

Harga eceran bawang merah di sini telah berlangsung sejak sepekan lalu dari Rp20.000 per kg menjadi Rp22.000 per kg dan saat ini sudah Rp28.000 per kg.

Harga Bawang Merah Selangit, Warga Menjerit

KONFRONTASI- Warga Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluhkan harga bawang merah yang tinggi karena stok yang sangat sedikit.

"Sepertinya persediaan bawang merah milik pedagang sangat kurang sehingga berdampak langsung terhadap kenaikan harga. Untuk memenuhi kebutuhan dapur sekarang cukup sulit karena harga bahan pokok lainnya juga cukup tinggi," kata seorang warga, Asnita di Pangkalpinang, Sabtu (21/3).

Ia mengaku terpaksa mengurangi konsumsi bawang merah agar kebutuhan dapur lainnya dapat terpenuhi.

Harga Bawang Merah di Semarang Naik

Konfrontasi - Harga bawang merah di beberapa pasar di Kota Semarang naik hampir 50 persen menyusul kelangkaan komoditas tersebut akhir-akhir ini.

"Kenaikan bawang merah mulai terjadi sekitar seminggu lalu, jika sebelumnya pada kisaran Rp14 ribu-16 ribu/kg kini menjadi Rp25 ribu-30 ribu/kg," kata salah satu pedagang sembako di Pasar Johar Wawan, Rabu (18/3).

Menurut dia, kenaikan harga tidak terjadi secara langsung melainkan bertahap, sedangkan mengenai perbedaan harga disesuaikan dengan besar kecilnya ukuran bawang merah.

Masyarakat Pariaman Kaget dengan Kenaikan Harga Bawang Merah

Konfrontasi - Kenaikan harga bawang merah dari Rp20.000 menjadi Rp26.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan masyarakat Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), terkejut.

Salah seorang warga Pariaman bernama Rosni (48) yang mengunjungi Pasar Pagi di Pariaman, Rabu (18/3), menyatakan cukup terkejut dengan kenaikan harga bawang merah.

"Awalnya saya cukup merasa kaget dengan kenaikan harga bawang merah di pasar ini, karena sebelumnya saya tidak tahu kalau harga bawang merah sudah naik," ujarnya.

Harga Bawang Merah di Babel Meroket, Apa Sebab?

KONFRONTASI-Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung (Babel), mengalami penaikan karena pasokan terbatas.

"Saat ini, harga bawang merah naik menjadi Rp 30.000 dari harga sebelumnya Rp 16.000 perkilogram," kata salah seorang pedagang sayur mayur, Hendra di Pangkalpinang, Sabtu (14/3).

 

Dia mengatakan, penaikan harga bawang ini berdampak langsung terhadap permintaan ibu rumah tangga yang menurun cukup drastis.

 

Harga Bawang Merah di Bali Naik Hingga Rp3000/Kg

KONFRONTASI-Harga bumbu dapur untuk jenis bawang merah di Denpasar, Bali, Selasa, melonjak hingga Rp3.000 per kilogram akibat persedian didistributor terbatas.

"Untuk harga bawang merah saat ini mencapai Rp18.000 per kilogramnya, dimana sebelumnya hanya Rp15.000 per kilogramnya," ujar Made Semi, seorang pedangang di Pasar Badung, Denpasar.

Kenaikan harga bawang merah tersebut diakibatkan karena kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga petani gagal panen dan suplai barang dari luar Bali yang terbatas.

Pasokan Minim, Harga Bawang Merah di Penajam Masih Tinggi

KONFRONTASI-Harga bawang merah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, masih relatif tinggi, mencapai Rp28 ribu per kilogram, karena minimnya pasokan dari petani.

"Minimnya pasokan dari petani yang tidak dapat memenuhi permintaan pasar menjadi salah satu penyebab masih tingginya harga bawang merah di Kabupaten Penajam Paser Utara," kata Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil, Menengah, (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Penajam Paser Utara Rusli di Samarinda, Senin (2/2).

Butuh Rp60 Juta/Hektar untuk Budidaya Bawang Merah di Bali

KONFRONTASI-Pengembangan tanaman bawang merah di Bali membutuhkan modal Rp60,06 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panasunan Siregar mengungkapkan angka itu setara untuk budidaya dengan garapan lahan seluas satu hektare dalam sekali musim tanam.

"Biaya operasional yang cukup besar antara lain untuk pengadaan benih Rp12,29 juta atau 20,46% dari seluruh pengeluaran," katanya di Denpasar, Selasa (13/1/2015).

Pages