3 April 2020

Bawang

12 Cara Alami Usir Tikus dari Rumah, Nomor 7 Ternyata Bahan Alami Racun Tikus

Konfrontasi - Tikus bisa dikatakan sebagai hewan yang keberadaannya sangat mengganggu lingkungan rumah. Hewan yang kotor dan jorok ini sering kali ditemukan di dapur, mengobrak-abrik peralatan dapur dan tak jarang memakan makanan atau bahan makanan.

Biasanya, hewan ini juga gemar mencari sisa-sisa makanan di tempat sampah yang sering kali berakhir dengan sampah yang berserakan di lantai. Di samping makanan, beberapa barang juga tidak luput dari serangan gigitan tikus, seperti sabun, pakaian hingga kabel listrik.

IKAPPI Prediksi Harga Bawang dan Cabai Naik

Konfrontasi - Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri memprediksi harga cabai dan bawang akan naik dalam beberapa waktu ke depan. Sebab, cabai dan bawang beresiko tidak bisa dijual lagi jika sudah terendam banjir dan stok akan berkurang.

"Dua komoditas yang rawan terdampak kenaikan harga yaitu aneka jenis cabai dan bawang," kata Abdullah dilansir merdeka.com di Jakarta, Sabtu, (4/1/2020).

Rizal Ramli: Bawang dan Gula Mahal, Dikuasai dan Dikendalikan 9 Mafia Importir

KONFRONTASI- Mantan MEnko EKuin dan Mantan Kepala Bulog, Rizal Ramli mengungkapkan naik turunnya harga bawang dan gula di Indonesia tergantung dari sembilan mafia importir.

Mereka, kata Rizal Ramli merupakan pengendali bawang dan gula dipasaran.

Sebelum Terbang ke New York, Rizal Ramli Ingatkan Impor Beras, Bawang di saat Panen Tak Bisa Ditolerir

KONFRONTASI- Sebelum terbang ke New York akhir pekan kemarin, Ekonom senior DR. Rizal Ramli mengingatkan pemerintah dan masyarakat bahwa impor beras, bawang dan komoditi pangan lainnya merupakan kejahatan subversiv terhadap rakyat, pemerintah dan bangsa Indonesia. Kejahatan subversive ini membuat ekonomi kaum tani lumpuh dan masa depan petani mati suri.

Menurutnya, permainan di balik impor beras sesungguhnya tidak bisa ditolerir lagi. Mereka sengaja melakukan impor di saat petani sedang panen.

Pemerintah Bungkam, Petani Bawang Ancam Mogok Tanam

KONFRONTASI-Para petani bawang di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kecewa kepada pemerintah yang tak kunjung menyelesaikan masalah harga bawang sehingga mereka berencana mogok tanam.

Diperkirakan Cabai-Bawang Surplus Hingga Akhir Tahun

KONFRONTASI -  Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan stok komoditas cabai dan bawang pada bulan ini surplus.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Spudnik Sujono mengatakan, pihaknya telah mengamankan produksi. "Ini petani champion saya, kita bersama-sama menjaga produksi," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Spudnik Sujono melalui siaran pers, Senin (18/9).

Temui Presiden Jokowi, Menteri Pertanian Ditanya Soal Jagung, Bawang dan Beras

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/8). Amran mengaku ditanya Presiden terkait sejumlah persoalan, salah satunya mengenai produksi jagung.

"Beliau (Presiden) tanyakan tentang jagung, bagaimana jagung sekarang. Syukur Alhamdulillah sampai dengan Agustus, sampai dengan hari ini tidak ada impor," kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Pemerintah Sumbar Tambah Areal Tanam Bawang 2.000 Hektare

KONFRONTASI - Guna meningkatkan produksi bawang merah, Pemprov Sumatra Barat akan menambah sedikitnya 2.000 hektare luas tanam tahun depan.

Candra, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar, mengatakan produksi bawang merah daerah itu perlu digenjot, terutama dengan memperluas areal tanam sekitar 1.500 – 2.000 hektare pada 2017, guna mengejar produksi 200.000 ton.

Kemendag Akui Sulit Tetapkan harga Acuan Bawang dan Cabai

Konfrontasi - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan harga acuan pangan melalui Permendag Nomor 63/M-DAG/PER/09/2016 tentang Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Dalam aturan ini, terdapat beberapa bahan pangan yang telah ditetapkan harga batas atas dan harga batas bawah. Diantaranya adalah adalah beras, jagung, kedelai, gula, bawang merah, cabai, dan daging sapi.

Soal Impor Bawang: Mentan Amran Keberatan, Menteri Rinso Paling Ngotot

KONFRONTASI-Terkait impor bawang merah sebanyak 2.500 hingga 5.000 ton, Menteri BUMN Rini Soemarno (Rinso) disebut-sebut yang paling ngotot untuk melakukannya. Alasannya demi menstabilkan harga.

Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasludin menyebutkan bahwa Menteri Rini lah yang menganjurkan agar importasi bawang merah dibuka. Agar harga bawang merah di pasaran yang kini masih tinggi, bisa turun ke angka normal.

Pages