Bashar al-Assad

Assad Siap jadi Sekutu Trump Perangi Teroris

KONFRONTASI - Presiden Suriah, Bashar al-Assad  mengatakan, jika Donald Trump, Presiden terpilih Amerika Serikat memerangi teroris, maka Damaskus akan menjadi sekutunya.

Bashar al-Assad dalam sebuah wawancara pada Selasa (15/11/2016) mengatakan, jika Trump memerangi teroris, maka Suriah, Rusia, Iran dan beberapa negara lain yang menuntut pemberantasan teroris, akan menjadi sekutu alamiah Trump. Demikian dilansir kantor berita SANA.

5,000 terrorists entered Aleppo via Turkey in 2 months: Assad

KONFRONTASI - The Syrian president has shed more light on the role of foreign powers in inflaming the conflict in his country, saying over 5,000 terrorists have entered the northwestern city of Aleppo via the Turkish border over the past two months.

Bashar al-Assad made the remarks in an interview with Cuba's official news agency Prensa Latina released on Thursday.

Assad Ingin Pererat Hubungan Militer dengan Rusia

KONFRONTASI-Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Sabtu (18/6) menerima Menteri Pertahanan Rusia Sergey Kuzhugetovich Shoygu, yang tiba pertama-tama di Pangkalan udara Hmeimim, yang dikelola Rusia, di Kota Latakia, sebelum bertemu Bashar.

Shoygu diberi tugas mengunjungi Suriah oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, kata Kantor Berita Suriah, SANA. Ia mengatakan pembicaraannya dengan Bashar menyentuh masalahkerja sama militer antara kedua negara dalam hal menghadapi kelompok teror di Suriah.

Bashar al-Assad akan Jadikan Aleppo Kuburan bagi Erdogan

KONFRONTASI-Presiden Suriah Bashar al-Assad bertekad untuk memerangi apa yang dia sebutnya perang Suriah terhadap terorisme, yang menunjukkan tak ada isyarat kompromi dalam pidato utama pertamanya sejak pembicaraan perdamaian gagal pada April.

Bashar mengatakan ia akan merebut kembali "setiap inchi" wilayah Suriah dan mengatakan bahwa Aleppo akan menjadi kuburan bagi harapan dan mimpi Presiden Turki Tayyip Erdogan, seorang sponsor utama pemberontakan yang berusaha menggulingkannya, lapor Reuters.

Rangkaian Serangan Bom ISIS Tewaskan 154 Orang di Suriah

KONFRONTASI-Jumlah korban tewas akibat serangkaian serangan bom yang diklaim oleh ISIS di pusat rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad bertambah menjadi 154 orang menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia pada Selasa.

Lebih dari 300 orang juga terluka dalam serangan-serangan Senin di kota-kota pesisir Mediterania, Jableh dan Tartus, dan sebagian korban dalam kondisi kritis menurut kata kelompok pemantau tersebut.

Kebanyakan korban tewas merupakan warga sipil, di antara mereka terdapat delapan anak.

Bashar al-Assad Siap Libatkan Oposisi

KONFRONTASI - Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan tidak akan sulit untuk membentuk pemerintahan baru Suriah yang melibatkan pihak oposisi.

Sebaliknya pihak oposisi menyatakan tidak ada pemerintahan baru sepanjang Assad masih berkuasa.

Assad, yang didorong oleh sukses militer di Kota Palmyra, menyatakan rancangan konstitusi baru siap diajukan pekan ini dan sebuah pemerintahan yang akan terdiri dari kelompok oposisi, independen dan loyalis pemerintah siap untuk dibentuk.

United States to press Russia on Syria's Assad

KONFRONTASI-U.S. Secretary of State John Kerry is expected to press President Vladimir Putin on how Russia sees a future political transition in Syria and the fate of President Bashar al-Assad.

With a fragile truce in place in Syria and warring sides attending peace talks in Geneva, Kerry wants to "get down to brass tacks" on the question of Assad's future, a State Department official said.

Barack Obama: Amerika dan Dunia Awasi Gencatan Senjata di Suriah

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menaruh tanggung jawab atas penjagaan gencatan senjata di Suriah ke pemerintah beserta sekutu Rusia-nya pada Kamis (25/2/2016), memperingatkan Moskow dan Damaskus bahwa "dunia akan mengawasi".

Beberapa jam sebelum gencatan senjata itu diberlakukan pada Sabtu (27/2/2016), Obama berkumpul dengan penasihat tinggi keamanan nasionalnya untuk merencanakan jalan kedepan dan membahas upaya melawan ISIS.

Syria government willing to accept cessation deal

KONFRONTASI-Syria's government has said it will accept a halt to "combat operations", after the US and Russia agreed on a plan for the cessation of hostilities to begin this weekend.

Several parties to the conflict, however, were sceptical that any peace deal would actually take effect.

In a statement on Tuesday, President Bashar al-Assad's government said it would coordinate with Russia to decide what other groups - along with the Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) and al-Nusra Front - should be excluded from the plan.

Pages