Bank Indonesia (BI)

BI Catat Aliran Modal Asing Keluar Rp500 Miliar

Konfrontasi - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing telah keluar dari Indonesia (capital outflow) pada minggu kedua September 2020 sebesar Rp500 miliar. Aliran modal dari mana sajakah?

Direktur Eksekutif Komunikasi Onny Widjarnako mengatakan aliran modal asing yang keluar kali ini berasal dari instrumen saham. Sementara instrumen Surat Berharga Negara (SBN) masih terdapat aliran yang masuk.

Nasib 6 Pecahan Rupiah Ini Tak Laku Lagi pada Akhir Tahun 2020, Segera Tukarkan

Konfrontasi - Enam pecahan uang rupiah yang sudah dicabut dari peredaran tak bisa lagi ditukarkan pada 2021. Uang pecahan ini sebenarnya sudah dicabut sejak 1988 lalu namun Bank Indonesia (BI) masih memberikan batas waktu penukaran dengan nominal yang sama hingga 31 Desember 2020.

Memang, uang-uang pecahan ini adalah Tahun Emisi lama. Bank sentral menyebut penarikan atau pencabutan ini karena untuk menekan peredaran uang palsu dan makin berkembangnya teknologi pengamanan uang.

Pecahan apa saja ya yang tak bisa lagi ditukar? Berikut berita selengkapnya:

Berdasarkan situs resmi bi.go.id ada 6 jenis pecahan yang tak bisa lagi digunakan tahun depan.

  1. Uang pecahan Rp 500 Tahun emisi 1968 bergambar Sudirman. Uang ini sebenarnya sudah dicabut sejak 02 April 1988. BI sebelumnya masih memberikan waktu hingga 31 Desember 2020.
  2. Uang pecahan Rp 100 Tahun Emisi 1968 bergambar Sudirman. Uang ini sudah dicabut sejak 2 April 1988. Kemudian batas penukaran hingga 31 Desember 2020.
  3. Uang pecahan Rp 5.000 Tahun Emisi 1975. BI telah mencabut uang ini pada 2 April 1988 dan batas penukaran 31 Desember 2020.
  4. Uang pecahan Rp 1.000 Tahun Emisi 1975 dengan tanggal pencabutan 2 April 1988 dan batas penukaran 31 Desember 2020.
  5. Uang pecahan Rp 500 Tahun Emisi 1977 dengan tanggal pencabutan 2 April 2020 dan batas akhir penukaran 31 Desember 2020.
  6. Uang pecahan Rp 100 Tahun Emisi 1977 dengan tanggal pencabutan 2 April 2020 dan batas penukaran 31 Desember 2020.

IHSG Naik 1,27 Persend dalam Sepekan

Konfrontasi - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai kapitalisasi pasar saham naik 1,3 persen dalam sepekan terakhir. Hingga 19 Juni, nilai kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp5.717 triliun.

"Kemudian diikuti dengan kenaikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,27 persen pada level 4.942,275 dari level 4.880,359 pada pekan sebelumnya," kata Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono, Sabtu (20/6/2020).

BI Perkirakan Inflasi Juni 2020 Turun Jadi 0,02 Persen

Konfrontasi - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Juni 2020 turun menjadi 0,02 persen secara month to month (mtm). Sehingga secara tahun kalender sebesar 0,93 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,79 persen (yoy).

"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu II Juni 2020, inflasi Juni 2020 diperkirakan sebesar 0,02 persen (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya," tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko dalam keterangan persnya, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Gabung dengan Gojek, Pakar Keamanan Siber Ingatkan Sejarah Kelam Facebook

Konfrontasi - Facebook memiliki sejarah kelam soal perlindungan data pribadi sehingga membuat Bank Indonesia (BI) ragu untuk memberi izin layanan keuangan digital mereka, Facebook Pay, untuk beroperasi di Tanah Air.

Namun, baru-baru ini telah dikonfirmasi bahwa media sosial besutan Mark Zuckerberg itu resmi bergabung sebagai investor PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek.

Ditutup Rp13.877 per USD, Gubernur BI: Nilainya Masih Undervalued

Konfrontasi - Nilai tukar Rupiah menguat pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2020) ke level Rp13.877 per USD. Rupiah menguat sebesar 217 poin terhadap mata uang Paman Sam.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, strategi bauran ekonomi yang sudah diterapkan Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) saat ini menambah gaya gedor tersendiri bagi terlaksananya roda perekonomian.

Stabilkan Pasar, BI Kucurkan Hampir Rp420 Triliun Selama Pandemi Corona

Konfrontasi - Bank Indonesia (BI) terus menggenjot pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE) untuk memastikan pasar keuangan berjalan di tengah wabah Covid-19. Likuiditas yang disuntik bank sentral hampir mencapai Rp420 triliun.

“Kami tegaskan kebijakan BI adalah longgar. Semua jamunya BI adalah longgar,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, Jumat (17/4/2020).

Modal Asing Masuk RI, Rupiah Ditutup Menguat di Akhir Pekan

Konfrontasi - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan sejumlah aspek yang membuat nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 17 April 2020 mengalami penguatan cukup signfikan dikisaran Rp15.480-15.515 per dolar AS. 

Perry menegaskan, kondisi itu tidak terlepas dari kembali meningkatnya kepercayaan pelaku pasar keuangan ataupun investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Terutama, di saat mewabahnya virus corona (COVID-19) sejak Maret 2020 hingga saat ini.

Rupiah Ditutup Menguat, Efek Intervensi BI-Pengusaha dan Lockdown Daerah

Konfrontasi - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Jumat (27/3). Rupiah akhirnya ditutup menguat ke level Rp16.185 per USD. Pada pekan depan, kinerja positif tersebut diprediksi masih akan terus membaik ke posisi Rp15.900 per USD.

3 Tips Menjaga Finansial di Tengah Wabah Virus Corona

Konfrontasi - Wabah virus Corona telah membuat ekonomi mengalami tekanan serius. Masyarakat harus menyiapkan kondisi finansial yang memadai untuk bertahan melewati situasi tersebut.

Berikut sejumlah tips keuangan penting di tengah wabah Corona dikutip dari iNews.id, Minggu (22/3/2020):

1. Hindari Penggunaan Uang Tunai

Pages