20 February 2020

Bank Dunia

Bank Dunia Peringatkan:Kesenjangan dan Ketimpangan di Indonesia Mengenaskan

KONFRONTASI-Bank Dunia, Selasa (8/12), melaporkan ketimpangan di Indonesia mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah.

Koefisien Gini, ukuran ketimpangan, melonjak dari 30 poin pada tahun 2.000 menjadi 41 poin di tahun 2014 -- tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Ketidaksetaraan, menurut Bank Dunia, terjadi saat Indonesia mengalami pertumbuhan tinggi berkelanjutan yang seharusnya mengurangi tingkat kemiskinan nasional secara signifikan.

Kilas Balik: Malpraktek IMF, Bank Dunia dan Politik Amerika atas Indonesia

Sekian tahun lalu, Kunjungan Presiden AS George W Bush ke Indonesia ,  sudah menimbulkan riak-riak politik berupa bom Kramat  Jati  Jakarta dan demonstrasi KAMMI, HMI, IMM, PMII, GMNI, PMKRI, GMKI, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan kekuatan massa lainnya yang menolak kehadiran pemimpin Amerika itu.  Berbagai kelompok mahasiswa, aktivis dan organisasi kemasyarakatan lainnya juga mendemo dan memprotes Bush sebagai ekspresi resistensi  atas kebijakan luar negeri AS yang  melanggengkan dehumanisasi.

Rayuan Bank Dunia untuk Jokowi-JK: Pinjaman USD12 Milyar

KONFRONTASI- Ini soal tawaran utang ke Jokowi-JK.  Presiden Kelompok Bank Dunia Jim Yong Kim bertemu Presiden Joko Widodo di istana kepresidenan, Rabu (20/5/2015). Dari pertemuan itu, Kim menyatakan lembaganya menawarkan pinjaman kepada pemerntah Indonesia sebesar 12 miliar dollar AS.

Jokowi-JK Mau Utang US$ 11 miliar dari Bank Dunia dan US$ 5 miliar dari ADB. Habis sudah Nawacita dan Trisakti Soekarno !

KONFRONTASI- Utang lagi Jokowi. Akibat defisit dan krisis ekonomi, pemerintah Jokowi bersiap menarik utang sebesar US$ 11 miliar dari Bank Dunia dan sebesar US$ 5 miliar dari Bank Pembangunan Asia (ADB) guna membiayai proyek-proyek infrastruktur.

"Ini sebenarnya utang-utang yang sudah komitmen lama, tapi ada unsur-unsur baru ADB untuk membantu kita lebih banyak, termasuk misalnya yang US$ 5 miliar, dan dari World Bank juga dengan proyek-proyeknya mereka akan kasih kita US$ 11 miliar," ujar Sofjan Wanandi, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden di Kantor Wakil Presiden, Rabu (2/9).

Bank Dunia Desak Tiongkok Segera Reformasi Sktor Keuangannya

KONFRONTASI-Bank Dunia pada Rabu (1/7) mendesak Tiongkok untuk mempercepat reformasi sektor keuangannya yang didominasi negara, memperingatkan bahwa kegagalan untuk mengatasi masalah ini bisa mengakhiri "tiga dekade kinerja bintang" bagi perekonomian terbesar kedua dunia itu.

Partai Komunis yang berkuasa telah menjanjikan berbagai reformasi ekonomi dan lembaga yang berbasis di Washington itu mengatakan pengurangan "peran negara yang unik dan terdistorsi" di sektor perbankan dan keuangan yang lebih luas sangat penting.

Temui Jokowi, Presiden Bank Dunia Tawarkan Utang Rp144 Triliun

KONFRONTASI-Dalam kunjungan pertamanya ke Indonesia sebagai Presiden Kelompok Bank Dunia, Jim Yong Kim, menawarkan dukungan Bank Dunia kepada Presiden Joko Widodo.

Kim menawarkan pinjaman hingga US$11 miliar atau setara dengan Rp144,85 triliun untuk pendanaan baru selama tiga sampai empat tahun ke depan bagi Indonesia, yang menurut Bank Dunia menjadi negara terbesar keempat di dunia

Jokowi Sebut Asia-Afrika Tak Butuh Bank Dunia dan IMF

KONFRONTASI -  Presiden  Joko Widodo mengatakan kondisi dunia masih sarat dengan ketidakadilan dan ketidakseimbangan. Contohnya kesenjangan sosial antara negara kaya dan miskin. Ketidakadilan global, kata dia, masih dirasakan sekelompok negara yang belum diakui negara-negara global lain.

Menteri ESDM Berbahaya, jadi Antek Pikiran Bank Dunia

KONFRONTASI- Rencana Menteri ESDM Sudirman Said untuk melakukan perubahan harga BBM mengikuti harga pasar setiap bulan atau bahkan setiap dua minggu telah menimbulkan reaksi di berbagai kalangan. Mulai dari para pebisnis nasional, anggota DPR Komisi VII, hingga pengamat ekonomi, semua kompak menolak kebijakan ini. Senada dengan mereka, peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra memiliki pandangan kritis.

Bank Dunia Dorong Pemerintah Maksimalkan Penguatan UKM Hadapi MEA

Konfrontasi - Bank Dunia mendorong pemerintah Indonesia memaksimalkan penguatan pelaku usaha kecil menengah menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada akhir 2015.

"penguatan-penguatan khususnya di sektor usaha kecil menengah harus segera dilakukan, misalnya didukung dengan mulai memberikan akses pasar selain bantuan modal," kata ekonom Bank Dunia, Ahya Ihsan dalam Diskusi dan Laporan Perkembangan Triwulan Perekonomian Indonesia di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (18/12).

Bank Dunia Menilai Dampak Kenaikan BBM Hanya Sementara

Konfrontasi - Bank Dunia menilai dampak kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi yang memicu meningkatnya inflasi hanya bersifat sementara pada 2015.

"Tahun depan (2015) inflasi akan mampu mencapai 7,5 persen lalu akan cepat turun lagi menjadi 7,3 persen. Jadi cuma sementara," kata ekonom Bank Dunia, Masyita Crystalin saat menjadi pembicara dalam Diskusi dan Laporan Perkembangan Triwulan Perekonomian Indonesia di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (18/12).

Pages