21 January 2020

Bank Dunia

Bank Dunia Hibahkan Indonesia Dana Sebesar Rp 733 Miliar

KONFRONTASI - Indonesia mendapatkan dana hibah dari Bank Dunia dalam jumlah yang besar.

Tak tanggung-tanggung, Bank Dunia telah menyetujui hibah USD 55,25 juta atau sekitar Rp 733,3 miliar.

Dana hibah tersebut untuk mendukung proyek pengembangan hulu energi panas bumi di Indonesia.

Dana tersebut digunakan untuk memfasilitasi investasi pembangkit listrik tenaga geotermal.

Kepala Perwakilan World Bank di Indonesia Rodrigo Chavez memaparkan, hibah tersebut memiliki dua komponen dengan tujuan yang berbeda.

Bank Dunia Ingatkan Indonesia Untuk Banyak-banyak Berdoa: Ketidakpastian Global Mengancam Ekonomi Nasional?

KONFRONTASI - Meski berkembang pesat berkat kemajuan teknologi, namun struktur perekonomian global masih ada ketidakpastian, yang berpotensi memengaruhi kondisi perekonomian, tak terkecuali bagi Indonesia.

Pemerintah Indonesia pun diharapkan siap untuk menghadapi fondasi perekonomian dunia yang akan berubah sewaktu-waktu. Perubahan tersebut, tentu memberikan dampak bagi perekonomian nasional, meskipun belum diketahui apakah positif atau negatif.

Pertumbuhan Ekonomi Global Diproyeksikan Naik Tahun Ini

KONFRONTASI-Bank Dunia menyatakan dalam laporan terbarunya pada Selasa bahwa ekonomi global diperkirakan melihat pemulihan moderat di tahun-tahun mendatang, dengan tingkat pertumbuhan 2017 dan 2018 masing-masing 2,7 persen dan 2,9 persen.

Tingkat pertumbuhan pada 2017 lebih cepat daripada perkiraan pertumbuhan 2,3 persen pada 2016, namun 0,1 persentase poin lebih rendah dari proyeksi yang dibuat Juni 2016, kata Bank Dunia dalam laporan Prospek Ekonomi Global terbarunya.

Kata Bank Dunia, Indonesia Contoh Pertumbuhan di Kawasan

KONFRONTASI - Bank Dunia menilai Indonesia merupakan contoh pertumbuhan di kawasan berdasarkan berbagai fakta, antara lain tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil, sumber daya manusia yang besar, dan keanggotaan di kelompok ekonomi G20.

“Indonesia juga berperan besar dalam agenda integrasi Asia Tenggara melalui ASEAN,” kata Wakil Presiden Bank Dunia Victoria Kwa Kwa di Kantor Wakil Presiden Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu.

Jim Yong Kim kembali Ditunjuk Sebagai Presiden Bank Dunia

KONFRONTASI - Jim Yong Kim kembali menjabat sebagai Presiden Bank Dunia setelah para Direktur Eksekutif Bank Dunia pada Selasa sepakat dengan suara bulat untuk mengangkat kembali Jim Yong Kim sebagai presiden bank pembangunan multilateral itu untuk masa jabatan lima tahun kedua.

Bank Dunia Kritik Kebijakan Pemerintah Indonesia Soal Beras

KONFRONTASI -  Tidak sinkronnya antara produksi beras yang diklaim pemerintah surplus, dengan kondisi pasokan beras di lapangan, malah membuat harga beras bergejolak.

Poverty Analyst Bank Dunia, Maria Monica Wihardja mengungkapkan, ada beberapa kebijakan yang dinilai tak manjur dalam mengendalikan harga dan menjaga stok beras di dalam negeri

2016, Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Diperkirakan Melambat

KONFRONTASI-Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik tetap bertahan dan akan sedikit melambat dari 6,5 persen pada 2015 menjadi 6,3 persen pada 2016 dan 6,2 persen pada 2017-2018.

Ketika Kekayaan Hanya Dikuasai Segelintir Manusia

KONFRONTASI -Tidak berbeda dengan perekonomian dunia yang semakin timpang, pertumbuhan ekonomi di Tanah Air selama dekade terakhir ternyata hanya dinikmati sebagian kecil rakyat Indonesia. Bank Dunia melaporkan, sebagian besar penduduk Indonesia masih hidup dalam kekurangan dan keterbatasan.

Bank Dunia Peringatkan:Kesenjangan dan Ketimpangan di Indonesia Mengenaskan

KONFRONTASI-Bank Dunia, Selasa (8/12), melaporkan ketimpangan di Indonesia mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah.

Koefisien Gini, ukuran ketimpangan, melonjak dari 30 poin pada tahun 2.000 menjadi 41 poin di tahun 2014 -- tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Ketidaksetaraan, menurut Bank Dunia, terjadi saat Indonesia mengalami pertumbuhan tinggi berkelanjutan yang seharusnya mengurangi tingkat kemiskinan nasional secara signifikan.

Kilas Balik: Malpraktek IMF, Bank Dunia dan Politik Amerika atas Indonesia

Sekian tahun lalu, Kunjungan Presiden AS George W Bush ke Indonesia ,  sudah menimbulkan riak-riak politik berupa bom Kramat  Jati  Jakarta dan demonstrasi KAMMI, HMI, IMM, PMII, GMNI, PMKRI, GMKI, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan kekuatan massa lainnya yang menolak kehadiran pemimpin Amerika itu.  Berbagai kelompok mahasiswa, aktivis dan organisasi kemasyarakatan lainnya juga mendemo dan memprotes Bush sebagai ekspresi resistensi  atas kebijakan luar negeri AS yang  melanggengkan dehumanisasi.

Pages