17 February 2020

Bank Dunia

Pinjaman IMF dan Bank Dunia adalah Jebakan-jebakan Neoliberalisme, kata Rizal Ramli

KONFRONTASI- Pinjaman IMF dan Bank Dunia adalah jebakan-jebakan Neoliberalisme yang terjadi pada pemerintah saat ini. Pinjam meminjam dalam bisnis merupakan hal biasa. Namun untuk berkembang perlu mengoptimalkan leverage. Tapi jika negara meminjam dari lembaga multilateral (IMF, Bank Dunia) banyak prasyarat (conditionlaties) yang merupakan jebakan-jebakan neoliberalisme.

Ini Penjelasan Bank Dunia Terkait Kajian Infrastruktur Indonesia

KONFRONTASI-Bank Dunia memberikan klarifikasi terkait penggunaan kajian Bank Dunia pada proses perencanaan dan pendanaan infrastruktur Indonesia yang ramai jadi pembahasan di Tanah Air.

"Kami menyadari dalam beberapa hari ini sebuah laporan internal Bank Dunia yang telah habis masa berlakunya dan membahas proses perencanaan dan pendanaan infrastruktur telah menjadi topik diskusi di sosial media maupun media lainnya di Indonesia," ujar pernyataan Bank Dunia dalam laman resminya yang dilansir di Jakarta, Selasa.

Bisakah Jokowi Genjot Kemudahan Berusaha? Rizal Ramli Sarankan Hal Ini

KONFRONTASI- World Bank atau Bank Dunia menurunkan peringkat indeks kemudahan berusaha (ease of doing business/EODB) Indonesia dari 73 di tahun lalu menjadi 72 di tahun ini. Peringkat Indonesia masih di bawah negara-negara tetangga. Sementara di bidang investasi dan ekspor, Indonesia juga kalah sama Negara tetangga. Ada apa?

Pandangan Rizal Ramli Soal Peringkat EODB RI yang Turun

KONFRONTASI- Teknokrat senior dan Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli buka suara mengenai peringkat Ease of Doing Business Indonesia (EODB) yang berada di posisi 73 dalam laporan terbaru Bank Dunia. 

Bantuan Bank Dunia: No Free Lunch!

Oleh: Chusnatul Jannah

RI tuan rumah pertemuan IMF-World Bank, Rizal Ramli Bongkar Peran IMF dalam Krisis Ekonomi 1998

KONFRONTASI- Mantan Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli turut menanggapi pertemuan IMF-World Bank yang dilangsungkan di Bali pada 8-14 Oktober 2018.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @RamliRizal yang diunggah pada Selasa (9/10/2018).


Diketahui, pertemuan IMF-World Bank di Bali menjadi polemik dan menuai kontra dari beberapa tokoh politik.

Sebagian merasa IMF hanya merugikan Indonesia, mengingat hubungan Indonesia-IMF pada krisis 98 lalu.

Inilah 30 Fakta Kejahatan IMF dan Bank Dunia

KONFRONTASI - Di tahun 2014 mendatang, Bank Dunia dan IMF akan berusia 70 tahun. Namun, sejak kehadirannya hingga sekarang, Bank Dunia dan IMF justru membawa banyak kerugian bagi negara-negara berkembang.

Seperti diakui sendiri oleh ekonom peraih nobel, Joseph E. Stiglitz, bahwa negara-negara kapitalis maju, dengan bantuan IMF, Bank Dunia, dan WTO, tidak hanya tidak membantu apa yang diperlukan oleh negara berkembang, tetapi kadang-kadang malah membuat mereka tambah sulit.

Berikut ini 30 fakta tentang IMF dan Bank Dunia:

Jokowi Abaikan Trisakti, Berselingkuh Dengan IMF dan Bank Dunia

KONFRONTASI- Menyedihkan, pilihan Presiden Joko Widodo yang akhirnya memilih  berselingkuh dengan IMF dan Bank Dunia.

Adalah konsekuensi karena Presiden Jokowi  teralu banyak blusukan dan cari panggung dari pada fokus memajukan  konsep Triksakti yang dirumuskan  pada saat pilpres 2014 lalu. ''Jokowi abaikan Trisakti, malah 'berbulan madu' dengan IMF dan Bank Dunia,'' ungkap analis ekonomi Gede AP Sandra MA.

Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia Siapkan Utang Baru untuk RI US$200 Juta

KONFRONTASI -  Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui One Map Program senilai US$200 juta untuk membiayai reforma agraria di Indonesia.

Program reforma agraria ini diperuntukkan 4,3 juta pengguna tanah. Melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/7/2018), One Map Program ini, akan mempercepat upaya pemerintah di sektor agraria melalui pemetaan partisipatif, layanan informasi tanah elektronik, dan pendaftaran tanah yang sistematis dan lengkap.

Bank Dunia Setujui Pinjaman USD300 Juta untuk Indonesia

KONFRONTASI-Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman 300 juta dolar AS untuk meningkatkan prasarana dan layanan dasar yang relevan dengan pariwisata, memperkuat hubungan ekonomi lokal dengan pariwisata dan menarik investasi swasta di Indonesia.

Pages