Bank Dunia

Proposal Omnibus Law Ditolak Bank Dunia

Oleh:    Salamuddin Daeng

 

Tim Jokowi sudah tidak efektif sebagai proxi para taipan dalam komunikasi internasional

 

Jakarta, Swamedium.com – Mengejutkan, UU omnimbuslaw atau UU cipta kerja, yang merupakan roadmap inti pemerintahan Jokowi dalam rangka pemulihan ekonomi, malah ditolak oleh bank dunia. Dalam sebuah laporan Bank Dunia menyatakan omnibuslaw merugikan ekonomi. Proposal omnibuslaw yang bertujuan melanggengkan ekploitasi sumber daya alam ultra neoliberal malah ditolak oleh Bank Dunia.

Wah, RI Naik Peringkat. Apa kata Rizal Ramli? '' Ini Jebakan Bank Dunia''

KONFRONTASI- Bank Dunia (World Bank) memberi peringkat baru kepada Indonesia pada Kamis (2/6/2020). Peringkat baru itu lantaran Indonesia diaggap sudah mampu naik kelas dari negara dengan pendapatan perkapita bruto atau Gross National Income (GNI) per kapita sebesar US$ 3.840 menjadi US$ 4.1050 per tahun pada akhir 2019. Dalam kaitan ini, Tokoh bangsa/ Ekonom senior Rizal Ramli menilai pemberian peringkat itu adalah sebuah jebakan terhadap pemerintah Indonesia.

Dikepret Rizal Ramli, Bank Dunia Mengaku Salah Memprediksi Perekonomian RI

KONFRONTASI-  Pujian Bank Dunia terhadap Indonesia pernah dianulir gara-gara kritik yang disampaikan begawan ekonomi, Dr. Rizal Ramli.

Ketika itu, sebelum krisis moneter (Krismon). Tepatnya terjadi dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Bank Dunia, James D. Wolfenshon, di Jakarta, 4 Februari 1998.

Mengingat Kembali Saat Rizal Ramli Mengeritik Bank Dunia yang Salah Prediksi Krisis Indonesia 98

KONFRONTASI -   Begawan ekonomi Rizal Ramli sudah sering mengkritik kinerja Bank Dunia yang terbukti gagal di berbagai belahan dunia.

Dalam pertemuan dengan Presiden Bank Dunia James D. Wolfenshon di Jakarta, 4 Februari 1998, Rizal Ramli mengeritik kinerja Bank Dunia di Indonesia. Pertemuan tersebut dihadiri berbagai tokoh itu, termasuk Ali Sadikin, Emil Salim, Faisal Basri, Anggito Abimanyu, Bambang Widjojanto, Gunawan Muhammad dan sebagainya.

Rizal Ramli Ingatkan Pemerintah Tak Bangga Hati dengan Pujian Bank Dunia

KONFRONTASI -   World Bank alias Bank Dunia kembali memberi pujian kepada pemerintah Indonesia dalam hal pengelolaan utang.

Tak ayal, pemerintah gembira dengan pujian Bank Dunia tersebut.
Baca juga : Sewakan Gedung Kemenkeu, Rizal Ramli Sebut Ide Sri Mulyani Tidak Kreatif

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan perhitungan utang Menteri Keuangan Sri Mulyani sangat cermat, karena itu mendapat pujian Bank Dunia.

Masalah Utang RI: Dipuji Bank Dunia, Dicibir Rizal Ramli

KONFRONTASI- Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan World Bank alias Bank Dunia mengapresiasi tingkat utang Indonesia yang dikelola pemerintah. Hal itu dikatakan World Bank saat melakukan pertemuan virtual, pagi tadi bersama pihak Luhut.
World Bank juga menyebut perhitungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sangat cermat.

Wah, Bank Dunia Tegaskan Ekonomi Indonesia Tumbuh 0% di 2020, Ambyar.OECD: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Minus 3,9 Persen

KONFRONTASI- Pengumumana Bank Dunia memberikan awan gelap bagi pertumbuhan ekonomi secara nasional dan global. Pasalnya, Bank Dunia atau World Bank ini  mengumumkan bahwa ekonomi dunia secara keseluruhan akan mengalami kontraksi tahun ini.Sementara itu, Wakil Presiden Bank Dunia bidang Kesetaraan Pertumbuhan, Keuangan dan Institusi, Ceyla Pazarbasioglu, menyebutkan ekonomi Indonesia diperkirakan stagnan alias tumbuh di kisaran nol persen.

Jika Pandemi Tak Segera Berakhir, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Minus 2 Persen

KONFRONTASI-Bank Dunia atau World Bank meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia akan flat atau datar pada tahun 2020 yakni 0% hingga -2% akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang menyebar secara masif.

Terkait hal itu Direktur Riset Centre of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah, mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan proyeksi dari Bank Dunia tersebut. Pasalnya semua negara saat ini mengalami kontraksi.

"Bahkan, kami prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan dibawah -2%," ujar dia pada IDX Channel, Rabu (10/6/2020).

Tak Ada Corona Ekonomi Sudah Anjlok, Corona Datang Tambah Jeblok, Pemerintah Utang Lagi

KONFRONTASI-Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar menilai bahwa ekonomi Indonesia terancam resesi dengan adanya pandemik virus Corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Hermanto saat menanggapi babak belurnya ekonomi RI saat ini mulai dari anjloknya nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga utang yang kembali bertambah.

“Dengan adanya Corona, terutama kalau berlangsung sudah beberapa bulan ke depan bisa negatif alias resesi,” ungkap Hermanto kepada wartawan, Selasa, (24/3/2020).

Pages