Bank Century

Sri Mulyani, Boediono dan Skandal Bank Century: Kejahatan Kerah Putih Boediono-Sri Mul yang Telan Korban Jiwa dan Duit Rakyat Rp6.7 Trilyun

KONFRONTASI- Skandal Bank Century yang dilakukan mantan Gubernur BI Boediono dan Sri Mulyani (menkeu) menelan duit rakyat Rp6,7 Trilyun belumlah berakhir bau sangitnya sampai hari ini. Kasus ini , menurut para analis, menyebabkan tewasnya Budi Rochadi di AS, dan Siti Fadjriyah karena disangkut-pahutkan dengan skandal korupsi Bank Century oleh elite kerah putih itu.

Sri Mulyani dan Memori Skandal Bank Century

KONFRONTASI- Memori skandal Bank Century tiba-tiba saja mencuat kembali. Adalah Menko Perekonomian Rizal Ramli era Presiden Gus Dur yang mengangkat kembali skandal Bank Century saat dimintai masukannya seputar calon bos Otoritas Jasa Keuangan (OJK) oleh Komisi XI, 31 Mei silam.
Kehadiran Sri Mulyani kembali mengingatkan mega skandal kasus dugaan korupsi yang belum tuntas, yaitu dugaan korupsi perkara pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan PT Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Sri Mulyani dan Skandal Bank Century dalam Sorotan

KONFRONTASI- Publik tidak lupa pada kasus Bank Century yang merugikan negara. Heboh skandal Bank Century tiba-tiba mencuat kembali. Adalah tokoh nasional dan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli era Presiden Gus Dur angkat bicara soal itu saat memberi masukannya di Komisi XI DPR pada 31 Mei silam.

Sebetulnya RR, begitu dia biasa disapa, sekadar mengingatkan agar pimpinan OJK ke depan diisi oleh orang-orang yang independen, kredibel, dan berani. Dia tidak ingin kasus bank besutan Robert Tantular itu kembali terjadi.

Beranikah Jokowi dan KPK Tuntaskan Skandal Bank Century?

Kasus skandal dana talangan Bank Century era SBY hingga kini tak pernah bergerak lebih jauh lagi untuk sampai pada dalang di balik pemberian dana talangan terhadap bank tersebut. Permasalahan Century muncul sejak akuisisi-merger yang tak dilakukan berdasarkan persyaratan dan UU yang berlaku. Merger bahkan melanggar aturan perundang-undangan, sarat penipuan, dan tindak pencucian uang oleh pengurus bank.

Indonesia Sudah Gugat Aset Penilep Dana Nasabah Century di Hongkong, Hasilnya?

KONFRONTASI-Aset-aset terpidana penipuan dan penggelapan dana nasabah Bank Century, Hartawan Aluwi, yang berada di Hongkong sebesar 2,6 juta USD masih terus ditelusuri pihak kepolisian.

"Sudah dilakukan pengejaran, bahkan yang di Hongkong itu sudah kita gugat dan dari pemerintah Indonesia menang. Tinggal tidak tahu nanti perkembangannya," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Jumat (22/4/2016).

Bamsoet: Penangkapan Hartawan Aluwi, Pintu Masuk Kasus Bank Century Terbuka Lebar

Konfrontasi - Buronan kasus bailout Bank Century, Hartawan Aluwi akhirnya tertangkap. Hartawan Aluwi adalah Komisaris PT Antaboga. Hartawan terlibat korupsi dana nasabah Bank Century yang merugikan negara sebesar US$ 178 juta.

Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo menilai penangkapan Hartawan dapat membuka kembali pengusutan kasus Bank Century yang merugikan negara Rp 7,4 triliun.

"Ya harusnya kasus Bank Century diungkap lagi karena tertangkapnya Hartawan Aluwi," kata Bambang ketika dikonfirmasi, Jumat (22/4/2016).

Kabar Gembira, Kejagung Tangkap Penilep Dana Nasabah Century

KONFRONTASI-Hartawan Aluwi, tersangka kasus penipuan nasabah Bank Century berhasil ditangkap aparat Kejaksaan Agung. Hartawan merupakan salah satu pemegang saham di bank yang kini bernama Bank Mutiara itu.

Jaksa Agung M Prasetyo mengungkapkan, Hartawan yang menjadi buronan terendus berada di Singapura. Kejagung pun mengirim tim untuk membekuk tersangka tindak pidana pencucian uang lantaran menilep dana nasabah Bank Century dan PT Antaboga Deltasekuritas itu.

Centurygate Tak Tuntas, KPK Digugat

KONFRONTASI-LSM Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) optimistis hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Kamis (10/3) akan mengabulkan praperadilan terhadap KPK atas tidak diteruskannya penanganan kasus dugaan korupsi Bank Century.

"Kami optimistis hakim mengabulkan gugatan praperadilan itu. Putusannya pada Kamis (10/3)," kata Koordinator LSM MAKI Boyamin Saiman dilansir Antara di Jakarta, Rabu.

Pages