1 April 2020

Bangladesh

Otoritas Bangladesh Cegat Kapal Kayu Pembawa 119 Pengungsi Rohingya

Konfrontasi - Patroli pantai Bangladesh mencegat sebuah kapal kayu yang membawa 119 pengungsi Rohingnya. Kapal kayu ini diketahui hendak berlayar ke wilayah Malaysia.

Seperti dilansir AFP, Jumat (15/11/2019), pencegatan ini dilakukan saat kapal kayu itu nyaris tenggelam di perairan dekat Bangladesh.

Four killed in Bangladesh over Facebook post

KONFRONTASI-At least four people were killed and about 50 injured on Sunday in clashes with police in Bangladesh over a Facebook post that offended Muslims, officials said.

The clashes in the southern district of Bhola, 195 km (120 miles) from the capital Dhaka, broke out when angry crowds protested against a Facebook post in which a Hindu reportedly made derogatory remarks about Prophet Mohammad.

Police said the Facebook had actually been hacked and all the hackers had been detained.

Kurangi Kepadatan, Bangladesh akan Pindahkan 100 Ribu Pengungsi Rohingya ke Tempat Lain

KONFRONTASI-Bangladesh akan mulai memindahkan Muslim Rohingya ke sebuah pulau rawan banjir di lepas pantai bulan depan karena beberapa ribu pengungsi setuju untuk pindah, kata seorang pejabat pemerintah, Minggu.

Pemerintah Bangladesh akan memindahkan 100.000 pengungsi ke Bhasan Char, pulau di Teluk Benggala yang berjarak beberapa jam dengan perahu dari daratan, untuk mengurangi kepadatan di Coxa's Bazar, yang menampung lebih dari sejuta Muslim Rohingya pelarian dari Myanmar.

Turki Minta Bangladesh Sisihkan Lahan untuk Rohingya

KONFRONTASI-Menteri Luar Negeri Turki meminta Perdana Menteri Bangladesh mengalokasikan atau menyisihkan lahan di negaranya untuk membangun kamp bagi para pengungsi Rohingya. Hal itu dia sampaikan di sela-sela perhelatan sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (24/9).

“Kami meminta Bangladesh mengalokasikan tanah seperti yang kami lakukan untuk para pengungsi Suriah di Turki, yang merupakan kamp-kamp terbaik di dunia,” ujar Cavusoglu, dikutip laman Anadolu Agency.

Pengungsi Rohingya Tolak Dipulangkan ke Myanmar

KONFRONTASI-Upaya untuk mengembalikan pengungsi Muslim Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar mengalami kegagalan setelah tidak satu pun dari mereka yang muncul.

Hal ini sekali pun pemerintah Bangladesh sudah menyediakan 5 bus dan 10 truk untuk mengangkut mereka ke Myanmar.

Sebanyak 3.450 orang sudah diidentifikasi untuk dikembalikan ke Myanmar, dari total sekitar 740 ribu yang mengungsi sejak 2017.

Namun, para pengungsi tidak berani kembali sampai ada jaminan keselamatan dan pemberian kewarganegaraan kepada mereka.

Ada ketakutan di kalangan pengungsi bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam kamp khusus seandainya mereka kembali ke Myanmar. Sementara itu juru bicara PBB mengatakan setiap upaya repatriasi harus bersifat sukarela.

Tak ada yang muncul

Pemerintah Bangladesh sudah menyediakan 5 bus dan 10 truk yang akan berangkat dari kota Teknaf, Bangladesh, tetapi tak ada satu pun pengungsi Bangladesh yang muncul.

"Kami sudah menunggu sejak jam 9 pagi," kata Khaled Hossain, petugas Bangladesh yang bertanggung jawab di Teknaf kepada kantor berita AFP. "Tapi tak ada yang muncul".

Saat ini diperkirakan ada sekitar 740 ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh yang lari akibat agresi yang dilakukan oleh militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine pada tahun 2017.

Mereka bergabung dengan lebih dari 200 ribu orang Rohingya yang sudah ada di Bangladesh sebelumnya. PBB menyatakan agresi tersebut dilakukan mirip dengan pembersihan etnik.

Upaya repatriasi terbaru ini - setelah upaya pada bulan November tahun lalu yang juga gagal - dilakukan menyusul kunjungan ke kamp pengungsi oleh pejabat tinggi Myanmar yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Myint Thu.

Ketika itu Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyampaikan daftar sekitar 22 ribu nama pengungsi Myanmar untuk diverifikasi dan pemerintah Myanmar menyatakan 3.450 nama telah dipastikan bisa "dipulangkan".

15 Ribu Rumah di Bangladesh Ludes Dilahap Si Jago Merah

Konfrontasi - Kebakaran besar melanda daerah kumuh Dhaka, Bangladesh yang menyebabkan 50.000 orang kehilangan tempat tinggal pada Jumat (16/8). Sekitar 15.000 rumah terbakar.

Banyak rumah yang memiliki atap plastik sehingga membantu api menyebar dengan cepat. Menurut laporan tidak ada korban jiwa, namun beberapa warga terluka.

Mengaku Kerasukan Setan, Kepsek Perkosa 12 Bocah

KONFRONTASI- Polisi Bangladesh menangkap seorang kepala sekolah (kepsek) atas tuduhan memerkosa 12 anak yang berada di bawah asuhannya. Tersangka mengaku tidak bersalah dan mengklaim insiden itu terjadi ketika dia sedang "kerasukan setan".

Ulah tersangka telah memicu demonstrasi ratusan orang. Tersangka bernama Al Amin, kepala dan pendiri Madrasah Kadet Baitul Huda di Fatulla di luar Dhaka.

Chinese worker killed in clashes at Bangladesh power plant

KONFRONTASI-Clashes erupted between Bangladeshi and Chinese construction workers at a Chinese-funded power station in southern Bangladesh on Wednesday in which a Chinese worker was killed, the manager said.

The Bangladeshis were angered when a colleague fell to his death at the plant near the port of Payra, 200 miles (320 km) from Dhaka.

“During the clashes the Chinese worker was hit and received serious injuries to his head,” Addul Mowla, general manager of the Bangladesh-China Power Company Limited (BCPCL), said.

Bangladesh Kecam Tindakan Myanmar Tunda Pemulangan Rohingya

KONFRONTASI-Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mencela Myanmar karena menunda pemulangan pengungsi Rohingya ke Myanmar.

Sekitar 740 ribu pengungsi Rohingya kini tinggal di penampungan yang penuh sesak dan pengap di Bangladesh. Banyak yang masih tetap takut pulang ke Myanmar di mana Muslim yang minoritas sudah puluhan tahun ditindas dan hak mereka semakin dikurangi.

Polisi Bangladesh Bongkar Rencana Perdagangkan Puluhan Wanita dan Anak Rohingya ke Bangladesh

KONFRONTASI-Polisi Bangladesh mencegah puluhan Muslim Rohingya, kebanyakan dari mereka perempuan, akan diperdagangkan ke Malaysia dengan kapal, Selasa (14/5). Sebanyak 43 wanita, dan 11 anak-anak akan dikembalikan ke kamp pengungsian.

"Setelah mendapatkan informasi dari sumber rahasia, tim kami melakukan operasi tadi malam dan menyelamatkan mereka," kata perwira polisi Abul Khair kepada Reuters, Selasa (14/5).

Pages