Bambang Soesatyo

Tidak Elok, Pagi Bilang Oncom, Siang Bilang Tempe, Bambang Harap Golkar Tak Plintat-plintut

KONFRONTASI - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo menegaskan partainya sampai saat ini tetap solid dan konsisten dalam Koalisi Merah Putih (KMP).

"Partai Golkar menjadi bagian dan pendukung utama KMP yang telah mendeklarasikan diri menjadi koalisi permamen," kata Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Menurut Bambang, posisi dan sikap Partai Golkar ini terkait dengan fatsun dan integritas partai serta pemimpinnya.

Kata Bambang, Lebih Baik Perpanjang Masa Bhakti Busyro Hingga Desember 2015

KONFRONTASI - Soliditas kepemimpinan KPK saat ini perlu dijaga dan dipertahankan. Ia mengatakan pemerintah baru dan KPK butuh ruang untuk membangun sinergi, serta saling adaptasi tentang agresivitas dan skala memerangi korupsi. Demikian pandangan Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo dalam keterangannya, Senin (11/8/2014).

Gara-gara Berebut Kursi Menteri, Golkar Hancur Lebur?

KONFRONTASI - Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai, kisruh internal Partai Golkar ini karena adanya pihak-pihak yang memiliki keinginan untuk duduk sebagai menteri pada pemerintahan Jokowi.  "Tentu memiliki motif macam-macam," ujarnya, Senin 11 Agustus 2014. Menurut Bambang, sudah saatnya Golkar tidak perlu merendahkan diri hanya untuk mengincar kursi menteri.

Bambang: Penunjukan Rini Bentuk Kelucuan Jokowi

KONFRONTASI - Politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo menilai terlalu dini mempersoalkan tim transisi yang dibentuk presiden terpilih Joko Widodo. Selain itu, katanya, penunjukan Rini memunculkan rivalitas Internal Kubu Jokowo-JK.

Menurut Bambang, tim transisi itu juga tidak signifikan untuk diributkan karena tim itu hanya merumuskan program dan merekomendasikan rencana aksi untuk mengeksekusi program-program itu.

Bamsoet: Dukungan Kader Golkar ke Jokowi-JK Tak Perlu Dirisaukan

Bambang Soesatyo

KONFRONTASI-Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo biasa disapa Bamsoet mengatakan, banyaknya kader Partai Golkar yang mendukung Jusuf Kalla (JK) sebagai cawapres Jokowi, tidak perlu dirisaukan. Apalagi dibesar-besarkan.

“Hal tersebut tidak akan membuat kapal tanker besar yang bernama Partai Golkar itu pecah. Perbedaan tersebut sudah biasa terjadi. Namanya juga politik,” ujarnya,Rabu (21/05) di Jakarta

Pages