Bambang Brodjonegoro

Menristek Kunjungi Calon Pabrik Pendukung Produksi Vaksin COVID-19

Konfrontasi - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengunjungi fasilitas pabrik vaksin PT Biotis Prima Agrisindo.

Agenda kunjungan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melihat kesiapan calon pabrik vaksin COVID-19 pendukung Bio Farma.

Perkembangan Vaksin Merah Putih, Menristek: Sudah 40 Persen

Konfrontasi - Pemerintah terus melakukan pengerjaan vaksin di dalam negeri. Meski menjalin kerja sama dengan negara lain, pengembangan vaksin dalam negeri juga tetap diperhatikan.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan vaksin merah putih untuk Covid-19 yang saat ini sedang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman tahapannya mencapai 40 persen.

Bappenas: Ibu Kota Baru Bakal Tekan Penggunaan Mobil Pribadi

KONFRONTASI-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengatakan, konsep Ibu Kota baru yang bertempat di provinsi Kalimantan Timur akan ramah lingkungan. Terang dia, wilayah untuk ruang terbuka hijau akan mencapai 50% serta penggunaan mobil pribadi bakal ditekan.

Mal Sepi Pengunjung, Ini Analisa Bappenas

KONFRONTASI-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkap beberapa penyebab mal-mal di Tanah Air mulai sepi pengunjung, salah satunya karena banyak warga yang  memilih belanja sembari berwisata ke Singapura dan Hongkong.

Dalam seminar yang dihadiri investor prioritas dan private Bank Mandiri di Jakarta, Selasa, Bambang mengatakan saat ini sulit memesan tiket pesawat ke Singapura dan Hong Kong pada akhir pekan karena sudah diborong oleh orang Indonesia yang hendak berbelanja.

Bappenas Usulkan Empat Proyek dari Investasi Dana Haji

Konfrontasi - Kementerian PPN/Bappenas mengusulkan empat proyek yang dapat digunakan sebagai instrumen investasi dana haji.

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonego menyebutkan, proyek-proyek tersebut adalah, pembangkit listrik yang telah memiliki power purchase agreement (PPA), bandara, proyek KPBU dengan skema availability payment (AP) dan jalan tol.

“Proyek-proyek tersebut nantinya dapat dibiayai menggunakan dana haji,melalui sukuk yang diterbitkan oleh proyek-proyek tersebut,” kata Bambang, Sabtu (5/8/2017).

Soal Pemindahan Ibu Kota, Jokowi Minta Bappenas Lakukan Kajian Mendalam

KONFRONTASI-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan Presiden Joko Widodo telah meminta Bappenas mengkaji secara mendalam dan komprehensif terkai rencana pemindahan ibukota negara.

"Kami diminta melakukan kajian lebih mendalam dan keinginannya kota yang dipilih mencerminkan model kota yang ideal untuk Indonesia," ujar Bambang seusai rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Jakarta, Rabu.

Bappenas Dorong Transformasi Ekonomi dari Komoditas ke Manufaktur

KONFRONTASI-Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah mendorong transformasi perekonomian Indonesia dari berbasis komoditas ke manufaktur.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, transformasi tersebut penting sebagai prasyarat Indonesia menjadi negara maju.

"Negara berbasis sumber daya alam tidak akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan rawan gejolak dibandingkan mengembangkan industri manufaktur," ujar Bambang dalam siaran persnya.

Bambang menuturkan, Indonesia sering kali terlena dengan beberapa kali booming harga komoditas sehingga belum fokus untuk memperkuat industrialisasi dan infrastruktur.

Pada era 1970-an, Indonesia mengalami surplus devisa dari oil boom, kemudian di masa 1980-an berganti menjadi hutan kayu, lalu sawit, dan batu bara pada periode 2010-an.

"Ketika terjadi booming komoditas minyak, kayu, dan sawit/batu bara, Indonesia mengekspor sebanyak-banyaknya, namun lupa dengan pengembangan infrastruktur dan manufaktur," ujarnya.

Bambang memaparkan, Indonesia pernah mengalami pertumbuhan ekonomi di atas delapan persen pada era 1990-an, tepatnya saat mulai melakukan industrialisasi. Rule of thumb (aturan berdasarkan pengalaman) negara industri adalah ketika porsi sektor manufakturnya berkontribusi sudah di atas 30 persen dari total PDB negara tersebut.

"Hal ini terjadi di tahun 1990-an ketika kita sedang berupaya mengejar 30 persen, sedangkan negara-negara seperti Korea Selatan dan Taiwan sudah di atas 30 persen. Kita, bersama dengan Malaysia dan Thailand, tengah berupaya menuju 30 persen sebelum krisis terjadi," kata Bambang.

Saat ini, sejalan dengan implementasi Nawa Cita, Pemerintah Indonesia fokus untuk menjaga komitmen untuk memperkuat industrialisasi yang berbasis manufaktur dan infrastruktur agar fenomena di atas tidak lagi terulang. Menurut Bambang, ekonomi Indonesia sudah saatnya meninggalkan pola pertumbuhan berbasis komoditas yang sejak dahulu menjadi tumpuan utama.

"Langkah Presiden Jokowi mendorong infrastruktur dan manufaktur sudah sangat tepat dan ini akan semakin didorong oleh pemerintah," ujar Bambang.

Kebangkitan sektor manufaktur diharapkan mampu mendukung kemandirian ekonomi dan penyerapan tenaga kerja sehingga perekonomian nasional tidak lagi tergantung sektor komoditas yang rentan terhadap fluktuasi harga serta gejolak ekonomi global. Industri manufaktur menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan pemerintah saat ini.

"Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018, Bappenas sudah menetapkan tiga industri prioritas, yakni pertanian, pengolahan, dan pariwisata. Kenapa pengolahan? Karena kita konsentrasi terhadap kontribusi manufaktur terhadap PDB yang sejak krisis cenderung turun," katanya.

Pemerintah Indonesia juga tengah gencar membangun infrastruktur, antara lain pembangunan jalan hingga daerah terpencil, bendungan dan irigasi, rel kereta api, pelabuhan dan bandara yang tujuannya untuk meningkatkan konektivitas, mengurangi kesenjangan antarwilayah, mendukung keseimbangan pembangunan desa dan perkotaan, serta bisa menekan biaya ekonomi yang tinggi. Selain itu, pembangunan infrastruktur melibatkan sektor koperasi dan UMKM sehingga terjadi pemerataan hasil pembangunan.

Dengan disematkannya peringkat investment grade pada Indonesia, Bambang menuturkan akan ada arus investasi potensial senilai 100-200 miliar dolar AS yang bisa masuk ke Indonesia. Potensi investasi tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh industri manufaktur melalui penanaman modal langsung. Pemerintah juga terus memperbaiki tingkat kemudahan berusaha (ease of doing business) di Indonesia yang saat ini sudah membaik dari peringkat 106 pada 2016 menjadi peringkat 91 pada 2017.

Industri manufaktur Indonesia harus disiapkan menjadi bagian dari pemasok kebutuhan global. Indonesia harus masuk ke dalam sistem perdagangan dunia dan mengikuti kebutuhan manufaktur dunia, hingga akhirnya mampu menjadi bagian dari supply chain global.

"Caranya, dengan memfokuskan sektor manufaktur Indonesia agar mampu memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh pasar global dengan menjaga kualitas terbaik," ujar Bambang.

Kepala Bappenas: Kondisi Ekonomi RI Saat Ini Mirip dengan Masa Penjajahan Belanda

KONFRONTASI-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi ekonomi Indonesia pada saat dijajah oleh Belanda.

"Ekonomi Indonesia saat ini tidak jauh beda dengan kondisi ekonomi saat kita di jajah Belanda. Mereka menjajah dengan menjarah rempah-rempah dan komoditas lainnya yang dikirim ke negaranya," ujar Bambang saat menghadiri acara paguyuban Mas TRIP di Gedung Perbanas, Jakarta, Sabtu (12/11/2016)lalu.

Pages