3 April 2020

Bakteri

Inilah Sebabnya Handuk Harus Dicuci Dua Kali Seminggu

Konfrontasi - Sehabis mandi, biasanya kita menggunakan handuk untuk mengeringkan air yang menempel di tubuh. Masalahnya, handuk sering kita pakai berulang-ulang sehingga bukan tak mungkin pada handuk tersebut menempel berbagai kuman.

Oleh karena itu, kita harus rajin mencuci handuk agar tak bakteri yang ada pada handuk tidak berkembang biak dan menjadikan handuk tersebut sarang bakteri atau kuman.

Awas Bakteri dan Racun, Jangan Panasi Ulang 5 Makanan Ini

Konfrontasi - Memasak bisa membuat baha makanan menjadi lebih sehat karena membuat bakteri di dalamnya mati. Meski demikian, para koki populer seluruh dunia mengatakan bahwa cara memasak yang benar adalah hal yang penting. Apalagi jika Anda akan melakukan pemanasan ulang pada jenis makanan tertentu.

Mengandung Bakteri, Kementan Musnahkan 6,1 Ton Bibit Jagung dari India

Konfrontasi - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Bandar Udara Soekarno Hatta memusnahkan 6,1 ton benih jagung asal India. Pemusnahan dilakukan karena benih tersebut positif mengandung bakteri yang belum pernah ada di Indonesia dengan kategori Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A1 bernama Pseudomonas Syrungae Pv Syrungae (PSS).

Apakah Kuku Panjang Baik untuk Kesehatan?

Konfrontasi - Kebanyakan orang, terutama kaum Hawa, memilih untuk memanjangkan kuku mereka untuk alasan estetika. Di sisi lain, banyak juga yang rajin memotong kuku agar kuku tetap pendek bersih.

Kalau dilihat dari sisi medis, sebenarnya mana yang lebih baik, membiarkan kuku tumbuh lentik dan panjang atau dipotong saja supaya selalu pendek?

Sekilas tentang kuku

Kuku terbuat dari lapisan protein yang disebut keratin. Sel kuku baru terus tumbuh dari kantong matriks yang berada di bawah kutikel.

Sel kuku ini kemudian terdorong keluar ke arah ujung jari, lama-lama menebal dan mengeras menjadi kuku yang bisa Anda lihat saat ini. Kuku rata-rata tumbuh sekitar 0,1 milimeter per harinya.

Agar bisa memenuhi seluruh permukaan jari, kuku butuh waktu sekitar enam bulan untuk bertumbuh.

Kecepatan pertumbuhan kuku pada umumnya dipengaruhi oleh aliran darah menuju matriks kuku dan dari nutrisi makanan.

Selain itu, musim juga dipercaya mampu memengaruhi pertumbuhan kuku. Beberapa penelitian menunjukkan kuku tumbuh lebih cepat di musim panas daripada di musim dingin.

Penggunaan obat-obatan, usia, hingga penyakit tertentu juga dapat memengaruhi tingkat pertumbuhannya.

Mana yang lebih baik, memanjangkan kuku atau rutin memotong kuku?

Banyak orang yang membiarkan kukunya tumbuh panjang. Entah karena ingin mempercantik penampilannya dengan cat kuku warna-warni, atau memang malas untuk potong kuku.

Namun, ada beberapa risiko yang perlu Anda ketahui dari kebiasaan memanjangkan kuku.

Sebut saja kuku yang jadi rentan rapuh dan patah. Ketika patah, pertumbuhan kuku selanjutnya bisa jadi terhambat dan bahkan malah bertumbuh ke dalam sehingga menyebabkan cantengan.

Kuku yang terlalu panjang juga dapat menyebabkan Anda kesulitan saat beraktivitas normal, misalnya ketika harus mengetik atau mencengkeram sesuatu. Hal ini lama-lama dapat menyebabkan otot-otot jari menegang.

Belum lagi risiko mencakar diri sendiri atau orang lain ketika kuku terlalu panjang.

"Terlebih, tidak banyak yang menyadari bahwa kuku adalah salah satu sarang favorit bagi bakteri," tulis Hello Sehat.

Kuku yang panjang menyimpan lebih banyak bakteri di dalamnya yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Tak menutup kemungkinan bahwa jamur juga dapat bersemayam di balik kuku dan menyebabkan infeksi jamur kuku.

Rutin memotong kuku agar tetap pendek dapat menghindari Anda dari semua potensi masalah ini.

Namun, jangan terlalu pendek juga ketika memotong kuku. Kuku yang dipotong kependekan, tumbuhnya bisa tidak rata atau tumbuh ke dalam yang mengakibatkan cantengan.

Terlalu sering potong kuku juga dapat menyebabkan kuku cepat rusak. Ketika dipotong, kuku akan mengalami tekanan dan gesekan yang cukup keras.

"Kalau Anda terlalu sering memotong kuku berarti kuku akan terus-terusan mendapat tekanan tersebut. Kuku pun jadi lebih rapuh dan mudah patah," sambungnya.

Awas, 3 Bahaya Ini Bayangi Anda Jika Gunakan Ponsel di Toilet

Konfrontasi - Membawa dan menggunakan telefon seluler di toilet seolah tidak berbahaya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa menggunakan ponsel ke toilet tidak baik untuk kesehatan.

Bagi kalian yang memiliki kebiasaan membawa smartphone atau ponsel saat berada di dalam toilet sebaiknya hilangkan kebiasaan seperti itu. Hal ini dikarenakan toilet merupakan salah satu tempat bakteri bersarang.

Beberapa alasan lain bahayanya membawa ponsel ke toilet sebagai berikut, seperti dikutip Antaranews.

5 Bahaya Ciuman Paling Romantis Ini Jadi Sumber Penyakit

Konfrontasi - Mencium pasangan merupakan salah satu bentuk cinta dan kasih. Sayangnya, aktivitas ciuman yang ekstrim seperti french kiss, yaitu gaya ciuman salah satu atau kedua pasangan saling menyentuh lidah hingga masuk ke mulut, menyebabkan beberapa kerugian yang mengancam kesehatan tubuh.

Berikut lima kerugian yang berpotensi melanda Anda usai melakukan gaya ciuman french kiss seperti dikutip Cosmopolitan, Jumat (10/2/2017).

1. Bakteri menyebar

Bahaya Konsumsi Susu Mentah

Konfrontasi - Susu kaya akan gizi sehingga baik dikonsumsi berbagai kalangan mulai anak-anak hingga orang lanjut usia. Susu selama ini juga dianggap sebagai pelengkap dalam menu empat sehat lima sempurna.

Tapi bagaimana dengan susu mentah? Susu mentah adalah susu dari sapi, kambing, domba, atau binatang lain yang belum dipasteurisasi. Hal ini berarti susu (serta setiap mentega, keju atau yoghurt yang terbuat dari itu) belum dipanaskan dan cenderung belum diatur untuk membunuh bakteri berbahaya seperti E. coli.

Cabai Berbakteri Ancam Kedaulatan Pangan

KONFRONTASI-Anggota Komisi IV DPR, Hermanto, mengingatkan bakteri berbahaya yang terinfeksi dalam benih cabai yang ditanam oleh warga Tiongkok di Bogor bisa mengancam kedaulatan pangan Indonesia.

"Bakteri berbahaya itu bisa menular dan menimbulkan penyakit pada tanaman lainnya, sehingga tanaman yang tertular bakteri itu selanjutnya akan berkurang produktivitasnya. Ini merupakan ancaman yang serius dan bisa mengakibatkan krisis pangan di Indonesia," kata dia saat dikonfirmasi dari Padang, Selasa.

Ditangkap di Bogor, 4 WN Tiongkok Ternyata Tanam Cabai Berbakteri

Konfrontasi - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Soekarno-Hatta memusnahkan 5.000 batang cabai mengandung bakteri berbahaya. Pemusnahan dilakukan di instalasi karantina Bandara Soekarno-Hatta.

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Antarjo Dikin menjelaskan, ribuan batang tanaman cabai tersebut mengandung bakteri Erwina Chrysanthem. "Bakteri ini bisa menyebabkan kerusakan gagal produksi hingga mencapai 70 persen petani cabai di Indonesia," kata Antarjo, Kamis (8/12/2016).

Enam Siswa Surabaya Sulap Buah Maja Jadi "Hand Sanitizer"

Konfrontasi - Enam siswa kelas XI Nation Star Academy (NSA) Surabaya memanfaatkan buah maja sebagai "hand sanitizer" untuk membunuh bakteri hingga mencapai 80 persen. 

"Sebenarnya pemanfaatan buah maja ini bukan yang pertama kali, sebab buah maja sudah pernah digunakan untuk masker wajah, insektisida dan pestisida," kata ketua tim siswa NSA, Ivan Reynaldi di Surabaya, Sabtu (11/6/2016).

Pages