14 June 2021

Bahrain

Bahrain Kembali Terapkan Pembatasan untuk Tekan Infeksi Corona

KONFRONTASI-Negara di Teluk Persia, Bahrain, menerapkan lagi pembatasan COVID-19 selama dua pekan mulai Minggu (7/2) guna mencegah penyebaran virus corona usai terjadi lonjakan tajam kasus selama sebulan terakhir.

Kerajaan itu memerintahkan penutupan pusat kebugaran, gedung olah raga, dan kolam renang serta membatasi jumlah kehadiran pertemuan masyarakat di rumah menjadi 30 orang hingga 21 Februari, kantor berita BNA memberitakan pada Jumat (5/2).

Bahrain Tolak Masuk Barang Israel yang Diproduksi di Wilayah Pendudukan

KONFRONTASI-Pemerintah Bahrain melarang masuk barang impor asal Israel yang dibuat di pemukiman ilegal di atas tanah pendudukan milik bangsa Palestina, demikian laporan kantor berita resmi, BNA.

Laporan BNA itu mengklarifikasi pernyataan menteri perdagangan Bahrain pada awal pekan ini.

Bahrain Perintahkan Warganya Hengkang dari Irak dan Iran

KONFRONTASI-Pemerintah Bahrain telah memerintahkan warganya yang berada di Iran dan Irak agar segera hengkang dari kedua negara tersebut. Perintah itu dikeluarkan pada saat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus meningkat.

Dalam keterangan yang dirilis pada Sabtu (18/5), Kementerian Luar Negeri Bahrain tak mengungkap secara detail mengapa warganya harus meninggalkan Iran dan Irak. Ia hanya mengatakan bahwa keadaan regional tak stabil dan adanya potensi ancaman.

Pemerintah Qatar Tolak Berikan Visa untuk Negara Musuh

Konfrontasi - Pemerintah Qatar tidak akan memberikan visa kepada mereka yang dianggap sebagai musuh. Hal ini dilakukan sebagai balasan yang dilakukan negara musuh terhadap warga Qatar.

"Visa tidak akan dibuka bagi musuh-musuh kami- itu akan dibuka kepada teman-teman kami," kata Akbar al-Baker dari Dewan Turisme Nasional Qatar, seperti dikutip dari Reuters, Minggu 5 Mei 2019.

Bahrain strips over 100 of nationality on 'terror' charges

KONFRONTASI-A Bahraini court has sentenced 138 people to between three-year imprisonment and life term and revoked their citizenship for "terror-related" charges, the public prosecutor said.

The defendants were convicted of establishing a "terror" cell with links to Iran's Islamic Revolutionary Guard Corps, Ahmad al-Hammadi said in a statement on Tuesday.

A judicial source said all the defendants are members of the Shia community in the Sunni-ruled Gulf state.[mr/aje]

Qatar rejects accusations of meddling in Bahrain internal affairs

Rights groups have declared Salman and other jailed opposition leaders prisoners of conscience [Reuters]

KONFRONTASI-Qatar rejects accusations of meddling in Bahrain's political disputes and internal conflicts, Qatar's foreign ministry said on Monday.

Three senior members of Bahrain's opposition movement were sentenced to life in prison on Sunday over charges of spying for Qatar.

Anti Rezim, Ribuan Warga Bahrain Turun ke Jalan

KONFRONTASI - Ribuan warga Bahrain melanjutkan unjuk rasa damai anti-rezim Al Khalifa untuk mendukung Sheikh Isa Qassim, ulama besar Syiah di negara ini.

Menurut jaringan televisi al-Lualua, ribuan warga Bahrain berunjuk rasa di depan rumah Sheikh Isa Qassim di Manama pada Kamis (15/9/2016) untuk mengecam pengadilan terhadap ulama besar ini oleh rezim Al Khalifa.

Dalam pesan kepada Sheikh Isa Qassim, para demonstran menegaskan kembali untuk melanjutkan unjuk rasa damai menentang kediktatatoran rezim Al Khalifa.

Bahrain jails five Shias, strips them of citizenship

KONFRONTASI-Judicial authorities in Bahrain have sentenced five Shia Muslims to prison and revoked their citizenship on alleged charges of terrorism.

A prosecution statement said on Monday that the criminal court sentenced two of the unnamed defendants to three and ten years in prison respectively over alleged involvement in activities linked to the country’s biggest opposition bloc, al-Wefaq National Islamic Society.

Warga Bahrain Protes Kunjungan Menlu AS

KONFRONTASI - Warga Bahrain memprotes kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Menurut Press TV, warga Bahrain menggelar unjuk rasa anti-rezim Al Khalifa di wilayah Diraz, barat Manama, ibukota Bahrain pada Jumat (8/4/2016).

Demonstrasi yang digelar usai shalat Jumat tersebut bertujuan untuk mengecam kunjungan John Kerry ke Bahrain.

Unjuk rasa tersebut berlanjut hingga beberapa jam setelah Menlu AS meninggalkan Bahrain.

Pages