Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

2 Kecamatan Diterjang Angin Puting Beliung, Wali Kota Pontianak: 300 Rumah Rusak

Konfrontasi - Angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (17/7/2020) malam.

Dua kecamatan dilaporkan terdampak paling parah, yakni Kecamatan Pontianak Barat dan Kecamatan Pontianak Utara.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, dalam musibah tersebut, setidaknya 300 rumah dan sejumlah gedung sekolah mengalami mengalami kerusakan ringan hingga berat. Selain itu, beberapa pohon dan tiang listrik juga tumbang.

Curah Hujan Tinggi, 3 Kecamatan di Kalsel Terendam Banjir

Konfrontasi - Ratusan rumah yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), terendam banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu, Eryanto mengatakan, banjir diakibatkan tingginya curah hujan sejak Sabtu (6/6/2020) dini hari.

"Banjir terjadi akibat malam tadi curah hujan yang cukup tinggi, bukan karena luapan air sungai," ujar Eryanto.

Komisi VIII DPR Usulkan Adanya Dana Abadi Bencana

Konfrontasi - Komisi VIII DPR RI mengusulkan pembahasan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Bencana di Badan Legislasi. Hari ini, Jumat (8/5), badan Legislasi melakukan agenda harmonisasi. Dalam pembahasan salah satu yang akan diusulkan adalah adanya dana abadi bencana .

Anggota Komisi VIII DPR, Diah Pitaloka mengusulkan, pentingnya alokasi dana abadi bencana di APBN dan APBD. Mengingat Indonesia memiliki banyak daerah rawan bencana.

Dilanda Hujan Deras Terus Menerus, Banjir Bandang Paksa Ratusan Warga di Poso Mengungsi

Konfrontasi - Ratusan warga Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka masih terendam air dan lumpur akibat banjir bandang yang terjadi, Sabtu (2/5/2020).

Bencana itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Warga Desa Kaduaa, Kecamatan Lore Utara, Lani membenarkan banyak rumah warga di desanya yang terendam banjir dan lumpur akibat banjir bandang yang terjadi dalam dua hari terakhir ini.

Air Sungai Serang Meluap, Sumber Air Bersih Warga Boyolali Tercemar

Konfrontasi - Warga Dukuh Kedungsari, di Kemusu Kemusu, Boyolali mengalami krisis air bersih. Air sumur mereka tercemar dan keruh terdampak banjir besar Sungai Serang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali melakukan droping air bersih kepada kampung di wilayah Boyolali Utara tersebut. Di dukuh tersebut, ada 105 Kepala Keluarga yang terdampak banjir sungai Serang.

Sempat Surut, 10 Desa di Pasuruan Kembali Terendam Banjir

Konfrontasi - Setelah sempat surut, banjir kembali melanda desa-desa di Pasuruan. Sebanyak 10 desa di 3 kecamatan tergenang banjir.

Di Kecamatan Beju banjir terjadi di Desa Kedungringin, Kedungboto dan Cangkringmalang. Sementara di Kecamatan Rejoso, banjir melanda Desa Toyaning, Patuguran, Arjosari, Rejoso Lor, Jarangan. Di Kecamatan Grati, banjir di Desa Kedawungkulon.

Ketinggian banjir mencapai 40-80 sentimeter. Banyak rumah tergenang banjir.

Ketinggian Masih 90cm, Banjir 'Boikot' Jalan Total Persada

Konfrontasi - Hujan deras mengguyur wilayah Tangerang Kota, Banten. Akibatnya, Jalan Total Persada, Gembor, Periuk, Tangerang Kota, kebanjiran.

"Ketinggian yang (laporan) kami terima untuk saat ini kurang-lebih 90 cm," ujar petugas call center BPBD Tangerang Kota, Yuan, dilansir detikcom, Sabtu (1/2/2020).

Dulu Dihapus Era Ahok, Presiden Jokowi Minta BPBD Kota di Jakarta Dikembalikan

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dihidupkan sampai tingkat kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut akan mengajukan kembali hal itu kepada Gubernur Anies Baswedan karena dulu BPBD Kota dihapus di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Tanah Bergerak, Sejumlah Warga Bunijaya Mengungsi

Konfrontasi - Sejumlah warga Kampung Cihideung, Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengungsi akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak Jumat ( 6/12/2019). Mereka khawatir terjadi bencana susulan mengingat curah hujan masih tinggi.

Dilansir detikcom Minggu (8/12/2019), Jejen (30) dan ibunya, Limah (67) tengah mengemas perabotan dan furnitur di dalam rumah. Pasalnya, pergerakan tanah membuat dinding dan halaman rumahnya retak-retak.

Pages