Badan Narkotika Nasional (BNN)

Laut Masih Jadi Jalur Favorit Bandar Narkoba

Konfrontasi - Jalur laut masih menjadi rute favorit bandar narkoba mengirim paketnya. Mayoritas narkoba yang masuk ke Indonesia transit di Malaysia.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, peningkatan penyelundupan narkoba masih terjadi pada 2018.

"Sebagian besar transit melalui Malaysia. Yang kita tangkap dari tahun-tahun lalu itu dari Malaysia masuk ke Kalimantan, Medan, Sumatera Utara, Aceh, itu dari Malaysia semua," kata Arman di kantor BNN, Jakarta Timur, Jumat, 26 januari 2018.

BNN Butuh Pesawat dan Kapal untuk Tekan Peredaran Narkoba

Konfrontasi - Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari mengatakan bandar narkoba selalu berusaha mengelabui petugas untuk melancarkan penyeludupan barang haram tersebut ke Indonesia.

Bahkan kata dia, bandar narkoba kini tak lagi menggunakan jalur darat, tapi kebanyakan menggunakan jalur laut dan udara.

Untuk itu, BNN pun menginginkan adanya pengadaan pesawat dan kapal khusus patroli.

BNN Tangkap Basah Ketua DPC Demokrat Konsumsi Sabu

Konfrontasi - Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Asrijal (44), ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sawahlunto. Dia ditangkap bersama satu rekannya, Adismar (49), saat mengonsumsi sabu.

Keduanya ditangkap di kawasan Taman Satwa Kandih, Kota Sawahlunto, Kamis malam (7/12) pukul 19.30 WIB. Asrijal bersama rekannya disinyalir telah menjadi target operasi petugas sejak dua bulan belakangan.

BNN Gerebek Rumah Tempat Pembuatan PCC di Semarang

Konfrontasi - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek rumah yang digunakan sebagai tempat produksi obat paracetamol caffein carisoprodol (PCC) di Kota Semarang. Barang bukti diamankan dari 2 lokasi yang berbeda.

Lokasi produksi berada di Jalan Halmahera Raya nomor 27, Semarang Timur. Lokasi tersebut merupakan rumah mewah yang digunakan sebagai lokasi produksi dengan 4 mesin.

BNN Musnahkan 560 Ribu Kilogram Ganja

Konfrontasi - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu, ekstasi, ganja dan AMB Fubinaca yang ke-12 dalam tahun ini di Halaman Gedung Sate, Jumat (10/11/2017).

Menurut Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso, total sabu awal yang disita yaitu 36.315 gram. Petugas menyisihkan 35 gram untuk lab sehingga shabu yang dimusnahkan seberat 36.280 gram.

BNN Ringkus Pemuda 18 Tahun Bawa 30 Kg Sabu Jaringan Internasional di Aceh

Konfrontasi - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membekuk tersangka jaringan narkoba internasional di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Petugas mengamankan 30 kilogram sabu dari tersangka yang diketahui masih berusia 18 tahun.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari menuturkan pihaknya melakukan penangkapan terhadap tersangka dini hari tadi sekitar pukul 2.30 WIB di Jalan Medan - Banda Aceh. Saat hendak ditangkap tersangka berinisial AB ini sempat kabur dari kejaran petugas.

Budi Waseso: Bandar Narkoba Mulai Sasar Balita

Konfrontasi - Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Indonesia benar-benar mengkhawatirkan. Bahkan, saking tingginya peredaran barang haram ini kini menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini.

Hal itu juga sampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso pada acara pemusnahan barangbukti narkoba di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (19/10/2017).

Mirisnya, lanjut pria yang akrab disapa Buwas ini, para bandar narkoba kini menyasar anak-anak sekolah bahkan bayi di bawah lima tahun (balita).

Buwas menyebutkan, para bandar narkoba seolah-olah melakukan regenerasi penyalahgunaan narkoba dengan meracuni siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

"Operasi jaringan ini sangat masif. Kemarin di Kalteng, bayi 1,5 tahun terkontaminasi narkoba. Di NTB begitu juga, di Sulawesi Selatah lebih parah. Bayi 6 bulan sudah terkontaminasi narkotika," ungkap pria yang akrab disapa Buwas ini

Dikatakannya, pemberantasan narkoba bukan cuma tugas dan tanggung jawab BNNP. Aparatur negara juga harus bekerja cepat. Apalagi, pada 2016 ada 6 juta penyalahguna, meskipun sebenarnya menurut pengamat bisa sampai 10 kali lipat jumlahnya.

"Misalkan saja, bila satu orang menggunakan sabu 1 gram, maka satu minggu paling tidak ada 6 ton sabu. Bila satu bulan, ada 24 ton dan jika satu tahun, tak kurang dari 300 ton," ungkapnya.

Hal itu pula yang menjadikan Indonesia pangsa pasar bagi Bandar narkoba. Negara ini menjadi laboratorium penciptaan narkotika dunia.

"Seluruh narkotika di Indonesia laku. Seperti PCC, kemarin kita temukan ada 12 ton. Polisi mengungkap, namun tidak punya wewenang. Terjadi ego sektoral karena kewenangan menindak PCC itu di Balai POM. Ini dibiarkan dan terus-menerus. Hal ini ancaman. Ini masalah luar biasa, enak saja hal itu dianggap enteng," ceritanya.

Masuk Via Malaysia, Narkoba China Kepung Indonesia

Konfrontasi - Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih mawas diri pada peredaran narkoba. Sebab, berdasarkan analisa Polri, barang haram itu kini sudah mengepung ke Indonesia, karena kini bisa masuk dari segala penjuru negeri.

Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Daniyanto, jalur penyelundupan narkoba ke Indonesia, terdeteksi dari mulai pantai Aceh hingga Kalimantan.

BNN Bidik Bandar Narkoba Dengan Nilai Transaksi Rp 45 Trilliun

Konfrontasi - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jendral (Komjen) Budi Waseso mengungkapkan instansinya sedang menyelidiki bandar narkoba dengan nilai transaksi puluhan trilliun rupiah.

"Saya sekarang sedang menelisik satu jaringan yang kemungkinan bisa mencapai Rp 17 Trilliun, itu sedang dijalankan anggota saya. Satu lagi kemungkinan menghasilkan Rp 45 Trilliun dari hasil kejahatan narkotika," ungkap Buwas di kediamannya di Jakarta Timur, Sabtu (26/8/2017).

Pages