28 February 2020

babi

Terlilit Hutang karena Usaha Babi Bangkrut, Sapi Adik Ipar Jadi Korban Bayar Hutang

Konfrontasi - Petugas Polres Bangli menangkap pelaku pencurian hewan ternak di Kabupaten Bangli, Bali. Pelaku nekat mencuri tiga ekor sapi karena kepepet membayar utang.

“Ditangkap tak lama setelah kita menerima laporan pencurian,” kata Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Jumat (21/2/2020).

Sulhadi mejelaskan, pelaku adalah I Wayan Sudarpa (41). Dia mencuri sapi milik I Wayan Kasir (38) yang tak lain adik iparnya di Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali.

Tolak Pemusnahan Babi, Ribuan Warga Sumut Suarakan #Savebabi di DPRD

KONFRONTASI-Ribuan orang yang tergabung dalam gerakan aksi damai tolak pemusnahan babi di Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut, Senin.

Aksi massa yang bertajuk Gerakan #Savebabi merupakan bentuk penolakan terkait isu pemusnahan babi di Sumatera Utara akibat wabah African Swine Fever (ASF) yang terjadi di provinsi tersebut.

"Save babi, save babi," teriak Boasa Simanjuntak, saat berorasi.

Dari atas mobil komando, ia menyebutkan berulang kali bahwa babi merupakan sumber perekonomian mereka.

Wacana Pemusnahan Babi oleh Gubernur, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan: Omongan Orang yang Tak Bertanggung Jawab

Konfrontasi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menegaskan tidak akan melakukan pemusnahan babi untuk menghentikan virus African Swine Fever (ASF). Virus ASF sendiri sudah mewabah di 18 kabupaten dan kota di Sumut.

"Pemusnahan babi tidak akan dilakukan karena bertentangan dengan beberapa peraturan dan mempertimbangkan perekonomian," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap di Medan, Sabtu (18/1/2020).

Puluhan Ribu Babi di Sumut Mati Terserang Hog Cholera

KONFRONTASI-Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Utara mencatat hingga Sabtu sebanyak 22.985 ekor babi mati di Sumut akibat virus hog cholera atau kolera babi.

"Sampai saat ini, kematian babi positif karena hog cholera. ASF masih menunggu dari Menteri Pertanian," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPP Sumut Mulkan Harahap, di Medan, Sabtu.

Dampak Bangkai Babi Dibuang Sembarangan, Warga Enggan Makan Ikan

Konfrontasi - Bangkai babi yang dibuang sembarangan kini menyusahkan banyak daerah di Sumut, terutama di hilir sungai. Sejumlah masalah timbul akibat munculnya bangkai-bangkai ini.

Di kawasan Pantai Labu, Deli Serdang, misalnya, puluhan ekor babi sudah ditemukan di sungai dan pantai kecamatan ini.

"Di pantai Desa Bagan Serdang ditemukan 23 bangkai babi," kata Imran, Kepala Desa Bagan Serdang, Pantai Labu, Jumat (15/11/2019).

Puluhan Bangkai Babi Ditemukan Berserakan di Sungai Bederah, Medan

KONFRONTASI-Puluhan bangkai babi kembali ditemukan berserakan di aliran Sungai Bederah, tepatnya di Jalan H. Aminuddin, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa.

Berdasarkan keterangan salah seorang warga bernama Akbar, sebelumnya pada Jumat (1/11) puluhan bangkai babi juga ditemukan di sungai tersebut.

"Waktu hari Jumat itu ada puluhan ekor babi yang diduga sengaja dibuang hingga hanyut ke sini," ujarnya.

Babinya Mati, Miley Cyrus Sangat Sedih

Konfrontasi - Miley Cyrus dikenal memiliki peliharaan seekor babi kecil yang dinamai Bubba Sue. Namun baru-baru ini hewan peliharaannya itu mati.

Namun hingga saat ini belum diketahui penyebab kematiannya. Ia pun membagikan momen sedih tersebut di Instagram Stories usai ditinggal Bubba atau Pig Pig.

"Sangat sedih saat aku mengatakannya...temanku Pig Pig telah tiada...aku akan selalu merindukanmu, terimakasih atas semua tawa dan kenangan baik bersamamu," tulisnya.

Kementan China Akui Penyebaran Flu Babi Belum Terkendali

Konfrontasi - Kementerian Pertanian China kembali mengonfirmasi kawasan yang terdampak wabah flu babi Afrika setelah sembilan ekor babi di Luchuan, barat daya Provinsi Guangxi ditemukan tewas.

Sejak pertama kali dilaporkan pada Agustus 2018 lalu, total 143 laporan penyebaran wabah telah diumumkan pemerintah China. Sekitar 1,2 juta populasi babi di negara ini pun dimusnahkan karena terjangkit virus tersebut.

Polisi Lepaskan Penjual Daging Ayam Tiren dan Jeroan Bangkai Anjing di Bantul

Konfrontasi - Setelah dimintai keterangan oleh polisi, Sukardi warga Rt 01 Dusun Plemantung, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro akhirnya dilepaskan. Pria berambut putih dan gondrong penjual daging ayam tiren dan jeroan dari bangkai anjing ini belum ditetapkan sebagai tersangka namun hanya diberikan status wajib lapor.

Astaga, Cacing Pita 2,8 Meter Ditemukan dari Perut Warga Simalungun

Konfrontasi - Cacing pita sepanjang 2,8 meter ditemukan dari tubuh seorang warga Desa Nagari Dolok, Silau Kahean, Simalungun, Sumut, Kamis (21/9/2017) lalu.

Penemuan ini merupakan yang terpanjang di dunia, karena sebelumnya ditemukan cacing pita sepanjang 1,5 meter dari tubuh manusia di Bangladesh.

Penemuan ini diungkapkan dr Umar Zein dalam seminar proposal penelitian Survei Epidemiologi dan Observasi Kasus Taeniasis di Desa Nagari Dolok, Silau Kahaean, Simalungun yang digelar di lantai 7 gedung Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU), Jalan STM, Medan Johor, Kamis (19/10/2017) siang.

Dijelaskan Umar Zein, awalnya seorang warga Desa Nagari Dolok, Silau Kahaean, Simalungun datang kepadanya untuk berobat karena keluhan di perut.

Setelah diperiksa, didiagnosa kalau orang tersebut menderita Taeniasis atau penyakit akibat parasit berupa cacing pita yang tergolong dalam genus Taenia yang dapat menular dari hewan ke manusia, maupun sebaliknya.

Mengingat 3 tahun lalu juga ada kasus serupa dari daerah yang sama, kata Umar Zein, dirinya membentuk tim untuk melakukan penelitian.

Kemudian, mereka mengambil sampel 29 orang suspect Taeniasis dan diberikan obat Paraziquantel 1 tablet ukuran 600 Mg setiap orang. Selanjutnya, setiap orang diberikan obat pencahar.

“Kemudian semua orang itu BAB. Hasilnya, ada keluar proglotid yang keluar bersama tinja setelah pemberian obat Praziquantel. Setelah itu Strobila atau skolek yang keluar, menandakan cacingnya sudah mati. Namun, ada kita temukan satu cacing sepanjang 2,8 meter,” ujar Umar.

Menurut Umar, berdasarkan laporan yang diterimanya, faktor risiko yang menyebabkan itu karena kebiasaan mengkonsumsi hinasumba dan naihollat yang dagingnya dimasak tidak sempurna. Dijelaskan Umar, Taeniasis dapat disebabkan dari daging babi dan sapi, bila dimasak tidak sempurna.

Babi atau sapi memakan rumput yang mengandung telur. Kemudian telur itu berkembang menjadi kista di dalam daging babi atau sapi.

Selanjutnya, daging babi atau sapi itu dimasak tidak sempurna lalu dikonsumsi sehingga berkembang hingga dewasa di dalam usus orang yang mengkonsumsinya.

“Taeniasis adalah penyakit yang terabaikan karena hampir belum pernah ditemukan kasusnya. Selain itu, penyakit ini selalu dianggap sepele karena memang penderitanya tidak meneyebabkan kematian. Kalaupun kita tahu diagnosisnya, mengobatinya juga tidak mudah karena obatnya sulit didapat, “ jelas mantan Dirut RSU dr Pirngadi ini.

Sebelum mengakhiri, Umar Zein menegaskan, penemuan itu penting untuk ditidaklanjuti dengan melakukan penelitian.

Dikatakannya, secara teori, penelitian itu untuk menemukan daerah endemig taeniasis di Sumatera Utara, melakukan survei epidemologi dan identifikasi.

Dengan begitu, diharapnya bisa membuat program-program penanggulangan infeksi taeniasis di Sumatera Utara yang mungkin terpadu dengan program kecacingan pada umumnya.

Secara konsep, dikatkannya, untuk melihat faktor resiko penularan di Desa Nagari Dolok, Silau Kahaean, Simalungun, karena mungkin ada kebiasaan masyarakat yang belum diketahui.

Pages