6 December 2019

australia

Dua Hari Rugi Besar, Pasar Saham Australia kembali Bangkit

KONFRONTASI - Pasar saham Australia dibuka lebih tinggi pada perdagangan Kamis pagi, bangkit kembali setelah dua hari berturut-turut mengalami kerugian besar.

Pada pukul 10.35 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 66,20 poin atau 1,00 persen pada 6.672,70 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 67,50 poin atau 1,01 persen pada 6.781,90 poin.

Aksi Spionase China Ancam Australia

KONFRONTASI-Kasus pembelotan mantan agen intelijen militer China, Wang Liqiang, menunjukkan bagaimana spionase Beijing menjadi ancaman keamanan terbesar Australia sejak pembelotan Vladimir Petrov, agen intelijen KGB, pada 1954.Itu menunjukkan China hendak memainkan peranan lebih di berbagai negara, terutama Australia, untuk mempertahankan kepentingan nasionalnya.

Membelot, Mata-mata China Bocorkan Informasi ke Australia

KONFRONTASI-Seorang pembelot China yang terlibat operasi mata-mata di Hong Kong, Taiwan dan Australia, memberi banyak informasi intelijen tentang operasi campur tangan politik Beijing kepada pejabat Australia, menurut laporan media hari Sabtu (23/11/2019).

Harian Nine network mengatakan pembelot itu, Wang "William" Liqiang, telah memberi badan kontra-spionase Australia identitas perwira senior intelijen militer China di Hong Kong dan rincian tentang cara mereka mendanai dan melakukan operasi di Hong Kong, Taiwan dan Australia.

Australia Resah dengan Laporan Penyusupan Mata-mata China

KONFRONTASI-Para politisi Australia pada Sabtu menyebut laporan-laporan media tentang seorang pria pencari suaka yang mengklaim sebagai agen dinas rahasia China yang merinci usaha-usaha Beijing untuk menyusupi sistem politik di Australia, Hong Kong dan Taiwan sebagai meresahkan.

Veronica Koman Klaim akan Dibunuh, Ini Jawaban Polri

Konfrontasi - Tersangka kasus dugaan provokasi kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua, Veronica Koman, mengaku mendapat ancaman pembunuhan hingga pemerkosaan. Polri meminta Veronica menunjukkan buktinya. 

Pernyataan itu disampaikan Veronica Koman dalam wawancara dengan media Australia, SBS News. Veronica, yang sudah ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jatim, saat ini diketahui tinggal di Australia.

Soal Veronica Koman, Kemenlu: Jika Tak Salah, Penuhi Panggilan Polisi

Konfrontasi - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menilai sikap Veronica Koman yang justru tampil dan bicara masalah Papua di Australia adalah sikap yang tak pantas. Jika yakin tak bersalah, tersangka kasus dugaan provokasi kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua itu seharusnya memenuhi panggilan polisi. 

Plt Jubir Kemlu, Teuku Faizasyah, menyatakan pihaknya tidak bisa berkomentar soal kasus hukum Veronica Koman. Namun, jika tak bersalah, Veronica seharusnya menjalani proses hukumnya.

Alamak, Remaja Tabrak Puluhan Kanguru Hingga Tewas

KONFRONTASI-Polisi Australia menangkap remaja 19 tahun menabrak dan menewaskan 20 kanguru dengan mobilnya.

Hewan-hewan mati itu ditemukan pada Minggu (30/9) berserakan di jalan-jalan pinggiran kota di sebuah kota di Sydney.

Polisi menduga serangan telah dilakukan satu jam pada malam sebelumnya.

Remaja itu ditangkap pada Selasa (1/10) malam dan didakwa melakukan beberapa kekejaman terhadap binatang dan penyiksaan.

Canberra Mulai Legalkan Ganja

KONFRONTASI-Ibu kota Australia, Canberra, menjadi kota pertama di negara tersebut yang melegalkan kepemilikan, penggunaan, dan penanaman ganja dalam jumlah kecil, setelah pemungutan suara digelar pada Rabu.

Anggota parlemen di Teritorial Ibu Kota Australia (ACT) mengesahkan peraturan yang mengizinkan seseorang berusia di atas 18 tahun untuk memiliki maksimal 50 gram ganja per orang, dan maksimal empat tanaman dalam satu rumah, untuk konsumsi pribadi.

Australia bikin satgas khusus atasi pengaruh China di berbagai universita

KONFRONTASI -  Australia secara resmi akan menyelidiki pengaruh asing di universitas-universitas mereka di tengah kekhwatiran meningkatnya pengaruh China di kampus-kampus.

Kebijakan ini diambil terkait laporan adanya mahasiswa dan staf yang melakukan "swasensor" dalam isu-isu sensitif, semisal protes prodemokrasi di Hong Kong.

Pemerintah Australia juga menyatakan beberapa universitas juga telah menjadi sasaran serangan siber yang disponsori oleh China.

Australia bikin satgas khusus atasi pengaruh China di berbagai universitas

KONFRONTASI -  Australia secara resmi akan menyelidiki pengaruh asing di universitas-universitas mereka di tengah kekhwatiran meningkatnya pengaruh China di kampus-kampus.

Kebijakan ini diambil terkait laporan adanya mahasiswa dan staf yang melakukan "swasensor" dalam isu-isu sensitif, semisal protes prodemokrasi di Hong Kong.

Pemerintah Australia juga menyatakan beberapa universitas juga telah menjadi sasaran serangan siber yang disponsori oleh China.

Pages