26 September 2018

Aung San Suu Kyi

Rohingya Dibantai, Suu Kyi Seharusnya Mundur

KONFRONTASI-Demisioner Komisaris Tinggi HAM PBB  Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan pemimpin de-facto Myanmar Aung San Suu Kyi seharusnya mengundurkan diri. Alasannya, peraih Hadiah Nobel Perdamaian itu diam atas kekerasan militer negaranya terhadap minoritas Rohingya tahun lalu.

Sekutu Aung San Suu Kyi Terpilih sebagai Presiden Baru Myanmar

KONFRONTASI - Parlemen Myanmar akhirnya memilih Win Myint, sekutu Aung San Suu Kyi, Menteri Luar Negeri dan Penasihat Tinggi Myanmar sebagai presiden negara ini.

Terpilihnya Parlemen Myanmar memilih Win Myint karena ia seorang tokoh yang loyal kepada Aung San Suu Kyi dan dengan demikian Suu Kyi masih tetap memiliki wewenang seperti sebelumnya. Karena Aung San Suu Kyi yang selama ini bertindak sebagai presiden de facto.

Alasan Sakit, Suu Kyi Batalkan Pidato Publik di Australia

KONFRONTASI-Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, merasa "tak enak badan" dan membatalkan kehadirannya untuk menyampaikan sebuah pidato di Sydney pada hari Selasa (20/3/2018).

Penampilannya, yang dijamu oleh Institut Lowy, dijadwalkan sebagai satu-satunya pidato publik Suu Kyi di Australia pada KTT ASEAN.

Ia juga diharapkan untuk menerima pertanyaan dari para undangan.

Acara ini kemungkinan akan menarik protes mengenai penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar, serupa dengan yang terlihat pada akhir pekan lalu.

Tante Suu Kyi, Hentikanlah Pembantaian Terhadap Rohingya!

KONFRONTASI-Tiga pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Senin (26/2), mendesak Aung San Suu Kyi untuk berbicara dengan terus terang tentang aksi kekerasan terhadap minoritas Rohingya, memperingatkan bahwa dia berisiko menghadapi hukuman karena "genosida."

Ketiganya - Tawakkol Karman, Shirin Ebadi dan Mairead Maguire – meminta pemimpin Myanmar itu untuk "sadar" terhadap kekejaman tersebut setelah mereka mengunjungi beberapa kamp kumuh di Bangladesh yang menjadi rumah bagi hampir satu juta pengungsi Rohingya.

Orang Sakit Jiwa Ingin Ledakan Vila Aung San Suu Kyi

Konfrontasi - Penyerangan yang dilakukan orang sakit jiwa bukan hanya terjadi di Indonesia. Polisi Myanmar mengatakan bahwa mereka telah menangkap seorang pria sakit jiwa yang mengaku melempar bom bensin ke vila Yangon pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi akhir pekan ini.

Suu Kyi tidak berada di rumah saat bom minyak mentah tersebut mendarat di dalam gerbang vila tepi danau pada hari Kamis kemarin. Namun bom itu menyebabkan sedikit kerusakan. 

Rumah Aung San Suu Kyi Dihampiri Bom Molotov

Konfrontasi - Rumah Aung San Suu Kyi di Yangon diserang menggunakan bom molotov oleh orang tidak dikenal. Untungnya, penasihat negara Myanmar itu sedang tidak berada di lokasi.

"Itu adalah sebuah bom molotov," kata Juru Bicara Pemerintah Myanmar, Zaw Htay seperti dilansir AFP, Kamis, (1/2/2018). Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang motif serangan yang ditujukan pada peraih Nobel Perdamaian tersebut.

Kediaman Suu Kyi Dilempari Bom Molotov

KONFRONTASI- Satu bom Molotov dilemparkan ke kompleks kediaman pinggir danau pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi di Yangon pada Kamis, saat dia sedang tidak berada di rumahnya, kata seorang juru bicara pemerintah.

Rohingya Ditindas, Kepercayaan Bisnis Terhadap Myanmar Anjlok

KONFRONTASI-Kepercayaan bisnis di Myanmar menurun drastis tahun ini akibat kebijakan ekonomi yang tidak jelas. Pengusaha dan investor juga kian frustasi terhadap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dalam mengelola perekonomian.

Suu Kyi has menyebut reformasi ekonomi sebagai tujuan sangat pentingnya dalam menuntaskan transisi demokratis Myanmar setelah berpuluh-puluh tahun mengisolasi diri di bawah kekuasaan junta militer.  Namun lambatnya gerak cepat perubahan telah mengecewakan banyak kalangan di salah satu negara paling miskin di Asia ini.

Temui Suu Kyi, Perwakilan Uni Eropa akan Bahas Krisis Rohingya

KONFRONTASI-Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini, Minggu waktu setempat, menyatakan akan membahas upaya mengakhiri krisis Rohingya dengan Aung San Suu Kyi dalam pertemuan dengan pemimpin Myanmar ini di Yangon.

Mogherini dan para menteri luar negeri sejumlah negara Asia dan Eropa mengunjungi kamp-kamp pengungsi di sepanjang perbatasan Bangladesh-Myanmar dan mendengarkan kesaksian mengerikan dari para pengungsi Rohingya di sana sebelum mereka bertemu dengan Suu Kyi, hari ini.

Suu Kyi’s speech draws international reactions

KONFRONTASI - World countries continue to hold Myanmar’s leader Aung San Suu Kyi responsible over widespread reports of deadly violence and ethnic cleansing against minority Muslims in the Southeast Asian country following her first speech to address the issue.

Suu Kyi broke her long silence in an address to diplomats on Tuesday, speaking for the first time since reports began emerging of a brutal campaign against Rohingya Muslims in the western Rakhine State by the country’s military and Buddhist mobs.

Pages