Asing

Waspada, Asing Pegang Banyak Utang Pemerintah, Rupiah Bisa Bergejolak

KONFRONTASI -  Besarnya kepemilikan asing dalam komposisi utang pemerintah dikhawatirkan akan memberikan gejolak terhadap nilai tukar rupiah. Sebab, dana tersebut bersifat 'hit and run' atau bisa pergi begitu saja dari Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, merespons posisi utang pemerintah per Februari 2018 yang mencapai Rp 4.034,8 triliun, yang mayoritasnya berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

Sekuritas Asing Tetap Memandang Bullish Pasar Indonesia

KONFRONTASI - Sekuritas asing tetap memandang bullish pasar Indonesia. Sektor infrastruktur dan komoditas, yang ditopang perbankan, diproyeksikan mendorong pasar saham domestik. "Kami menilai ada undervaluation di pasar saham Indonesia sehingga kami merekomendasikan untuk beli," tutur Joshua Tanja, Managing Director dan Head of Equities UBS Securities Indonesia, Senin (5/3).

Jokowi-JK Ijinkan 5 Bandara dan 8 Pelabuhan Dikelola Asing/Swasta Tahun Ini

KONFRONTASI- Pemerintah Jokowi-JK sebut, ada  5 Bandara dan 8 Pelabuhan bisa dikelola Swasta tahun Ini. Nantinya akan ada 20 pelabuhan dan 10 bandara yang akan dikerjasamakan ke BUMN dan swasta

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang swasta untuk mengelola infrastruktur transportasi bandara dan pelabuhan yang selama ini dipegangnya. Ini dilakukan demi mengalihkan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur transportasi lainnya di Indonesia.

Ekonomi kian Rapuh dan Ruwet, Presiden Jokowi Disarankan Copot dan Ganti Menkeu Sri Mulyani, Meneg BUMN Rinso dan Menko Darmin

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan segera melakukan pergantian Menteri Keuangan. Sebab Sri Mulyani yang kini memimpin Kementrian Keuangan dinilai kerap kali memaksa negara untuk terus berhutang. Menko Darmin Nasution  dan Meneg BUMN Rini Soemarno (Rinso)  juga harus dicopot dan diganti oleh Presiden sebab semakin  buruk dan  tak jelas kinerjanya..

Syafii Maarif: Asing Kuasai 80 Persen Tanah Indonesia

KONFRONTASI -  Mantan ketua umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif mengaku prihatin karena keadaan ekonomi di Indonesia yang sebagian besar asetnya dikuasai oleh asing.

"Yang cukup mengharukan adalah tanah kita ternyata 80 persen dikuasai oleh asing, 13 persen dikuasai konglomerat, sisanya tujuh dibagi untuk 250 juta jiwa," kata Syafii Maarif dalam tulisannya yang dibacakan takmir masjid setempat saat menerima silaturahim Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sleman di Nogotirto, Gamping Sleman, Rabu (5/7).

SDA Dirampok Asing, Republik di Ujung Tanduk

KONFRONTASI-Beredar tulisan penting dari Mantan Direktur Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur (KITSDA) Direktorat Jenderal Pajak Kemeterian Keuangan, Bambang Tri Muljanto (BTM), yang ia beri judul “End of Republik“. Sebagai orang yang berpengalaman di bidangnya, informasi dan analisis yang dikemukakan BTM tidak boleh tidak mesti dijadikan bahan perenungan, introspeksi, sumber inspirasi untuk melakukan hal-hal bagi negara dan bangsa Indonesia.

72 Tahun Merdeka: Neoliberalisme (Neokolonialisme) Cengkeram Ekonomi Kita. Nawa Cita/Trisakti dan Keadilan malah Dicampakkan

KONFRONTASI- Sudah 72 tahun RI merdeka, kedaulatan ekonomi belum ada bau-baunya. Kekuatan asing makin hari malah makin kuat cengkeramannya. Mulai sektor pangan, air, energi, kesehatan, keuangan atau perbankan.

Pengkhianatan kekuasaan dan penyelewengan elite politik sudah sangat parah sejak Orde Baru sampai hingga Orde Reformasi, hari ini.

Mengapa Menteri Susi Ngotot "Melawan" Luhut Pandjaitan?

KONFRONTASI- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, kementeriannya tidak akan membuka investasi asing pada sektor penangkapan ikan di Indonesia.

"Menangkap ikan itu urusannya orang Indonesia. Masak nangkap ikan saja kita mesti nyuruh asing," ujar Susi dalam acara "#SusidiRosi" yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (3/8/2017).

Buya Syafii: Asing Kuasai 80 Persen Tanah Indonesia

KONFRONTASI -  Mantan ketua umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif mengaku prihatin karena keadaan ekonomi di Indonesia yang sebagian besar asetnya dikuasai oleh asing.

"Yang cukup mengharukan adalah tanah kita ternyata 80 persen dikuasai oleh asing, 13 persen dikuasai konglomerat, sisanya tujuh dibagi untuk 250 juta jiwa," kata Syafii Maarif dalam tulisannya yang dibacakan takmir masjid setempat saat menerima silaturahim Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sleman di Nogotirto, Gamping Sleman, Rabu (5/7).

Saya Pancasila, Saya Asing, Saya Taipan

Oleh: Salamuddin Daeng
Pengamat Ekonomi Politik

Amandemen UUD 1945 sebanyak empat kali dalam periode 1998-2002 telah mengubah secara mendasar visi, misi, strategi, serta program perjuangan bangsa Indonesia dari saya  Pancasilais, saya nasionalis dan saya kerakyatan, menjadi saya pancasila, saya asing, saya taipan.

Pages