24 February 2019

AS

Perang Dagang AS – China Terjang Daulat Indonesia: Bagaimana Jokowi-JK?

KONFRONTASI- China dan Amerika Serikat  sedang perang dagang. Ancaman apapun, baik dari dalam maupun dari luar yang membahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara, juga berbahaya bagi keselamatan bangsa. Kita sudah diingatkan (wake-up call) oleh Prabowo Subianto tentang skenario (novel Ghost Fleet) bahwa Indonesia akan tidak ada lagi di peta dunia pada tahun 2030.

oleh Eddy Junaedi, analis Nusantara.news

Sing Tao Daily: Kapal Induk China dan AS Sama-sama Masuk Laut China Selatan

KONFRONTASI -  Kapal induk China, Liaoning, dikirim ke sebuah perairan di dekat Pulau Hainan di Laut China Selatan pada Kamis (5/4/2018). Pada saat yang sama, kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Theodore Roosevelt dan armada tempurnya memasuki kawasan laut yang sama.

Media Hong Kong, Sing Tao Daily, melaporkan bahwa armada kapal induk USS Theodore Roosevelt beroperasi di bawah unit Carrier Strike Group 9. Rombongan kapal induk Amerika itu memasuki Laut China Selatan usai kunjungan ke Singapura pada Selasa lalu.

AS Semakin Dekat dengan Perang Baru

KONFRONTASI - Aleksei Pushkov, Kepala Badan Kebijakan Informasi Senat Rusia, menyatakan bahwa pemilihan Bolton dan Pompeo dapat menggiring Amerika menuju perang baru, dan melalui pemilihan Bolton, Trump menunjukkan tidak memiliki kepercayaan diri. Menurut Pushkov, Trump telah memilih Mike Pompeo dan John Bolton untuk keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), namun negara-negara Eropa, termasuk Inggris, menentang pembatalan JCPOA.

Cina Bergeming Hadapi Perang Dagang dengan AS

KONFRONTASI - Cina kembali menegaskan tidak mendukung perang dagang dengan Amerika Serikat namun siap melawan "praktik jahat" Washington memberlakukan tarif tinggi untuk sejumlah impor dari Cina.

Gao Feng, juru bicara Kementerian Perdagangan Cina, pada hari Kamis (29/3/2018) mengatakan bahwa Beijing akan mengambil semua langkah mungkin untuk melindungi kepentingannya dan yakin akan kemampuannya untuk melawan dampak dari politik proteksionis asing.

Turki Sebut AS Pendukung Utama PKK

KONFRONTASI - Ketua Partai Gerakan Nasional Turki, Devlet Bahceli menyebut Amerika Serikat sebagai pendukung terbesar Partai Pekerja Kurdi (PKK).

The Star Online seperti dikutip IRNA, Rabu (28/3/2018) melaporkan, Bahceli dalam pertemuan di parlemen Turki mengatakan, AS adalah pendukung utama PKK dan Partai Uni Demokratik Kurdi Suriah (PYD).

Dia menuturkan, tujuan PKK dan PYD adalah mendirikan pemerintahan teror di Suriah Utara dengan mengandalkan pendukung utama mereka yaitu AS, akan tetapi Turki bertekad menggagalkan rencana ini.

Perang Dagang antara China dan AS, RI Bakal Banjir Baja Murah?

KONFRONTASI -  Pemerintah masih mewaspadai imbas perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Pasalnya, perang dagang tersebut dikhawatirkan bisa memicu banjir baja murah China ke Indonesia.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan Muhri menerangkan, AS menerapkan tarif impor baja 25% dan 10% aluminium. Dengan kondisi ini, China bakal mencari pasar untuk menjual produksi bajanya.

Iran: Rezim Saudi Terjebak dalam Permainan AS-Zionis

KONFRONTASI - Asisten khusus ketua parlemen Iran untuk urusan internasional, mengatakan penyelesaian krisis regional termasuk di Yaman, Bahrain dan Libya membutuhkan dialog regional yang riil dan menolak intervensi asing.

Hossein Amir-Abdollahian menyampaikan hal itu pada Jumat (23/3/2018), dalam menanggapi penunjukan John Bolton sebagai penasihat baru keamanan nasional Gedung Putih, menggantikan H.R. McMaster.

"Musuh hanya memahami bahasa kekuatan," tegasnya seperti dikutip IRNA.

AS Desak Putra Mahkota Saudi Akhiri Perang di Yaman

KONFRONTASI - Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis meminta Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman untuk mencari solusi politik segera demi mengakhiri konflik selama tiga tahun yang menghancurkan negara tetangganya Yaman, dan telah merenggut nyawa ribuan orang serta merusak seluruh infrastruktur negara miskin itu.

Mattis dan bin Salman bertemu di Pentagon pada Kamis (22/3/2018) saat penguasa de facto kerajaan Arab Saudi itu sedang melakukan tur ke Amerika Serikat, yang dimulai awal pekan ini dengan kunjungan ke Gedung Putih.

Iran: Ladang Opium Afghanistan, Sumur Minyak Kedua AS

KONFRONTASI - Juru Bicara Komisi Keamanan Nasional dan Politik Luar Negeri Parlemen Iran, Hossein Naqavi Hosseini menyatakan, pasca kehadiran Amerika Serikat di Afghanistan, jumlah kelompok teroris serta volume produksi narkoba di negara itu meningkat tajam.

Dalam wawancaranya dengan kantor berita parlemen Iran pada Kamis (22/3/2018), Hosseini menyebut ladang opium Afghanistan telah berubah menjadi "sumur minyak kedua" bagi Amerika Serikat.

China dan AS Diprediksi Ikut Bermain di Pilpres 2019

KONFRONTASI - Negara adidaya seperti Amerika Serikat maupun China dinilai akan ikut bermain pada Pemilihan Umum 2019. "Jangankan Pileg ataupun Pilpres, untuk Pilkada saja mereka punya kepentingan. Amerika Serikat  maupun China memiliki kepentingan di Indonesia yang dianggap strategis," kata Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan dalam diskusi netralitas KPU yang diselenggarakan Soekarno Hatta institute di Jakarta, belum lama ini.

Pages