AS

AS Memang Berniat Gempur China, 60 Persen Kekuatan US Navy Sudah Bercokol di Asia-Pasifik

KONFRONTASI -   Amerika Serikat (AS) siap sedia gempur China.

Pasalnya China semakin jumawa dan malah cari gara-gara kepada negara lain di Asia.

Tentu AS yang hegemoninya hendak dicaplok China uring-uringan.

Militer AS mengerahkan kapal perang dengan jumlah yang "belum pernah terjadi sebelumnya" ke wilayah Asia-Pasifik, meningkatkan risiko insiden dengan Angkatan Laut China, menurut seorang pejabat senior China.

Alert! AS Disebut Sudah Masuk Resesi

KONFRONTASI  -    Ekonomi AS disebut sudah memasuki resesi pada Februari 2019, ketika pandemi corona mulai masuk ke negeri itu. Hal ini diutarakan sebuah grup ekonom pada Senin (8/6/2020), bernama National Bureau of Economic Research (NBER).

Para ekonom mengatakan lapangan kerja, pendapatan dan pengeluaran di AS memuncak pada Februari. Namun kemudian turun tajam setelah wabah virus corona (Covid-19) datang.

 

12 Hari Demonstrasi, Kasus Covid-19 di AS Bertambah 250.000 Orang

KONFRONTASI -   Selama 12 hari aksi demonstrasi Black Lives Matter (BLM) berlangsung, jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat bertambah sekitar 250.000 orang dengan kasus kematian sebanyak 11.000 orang.

Pada Sabtu (6/6), data Worldometers mencatat kasus Covid-19 di Amerika Serikat (AS) sebanyak 1.988.544 orang, dan angka kematian mencapai 112.096. Sementara pada 26 Mei 2020, total kasus Covid-19 di AS tercatat sebanyak 1.738.149 orang, dan angka kematian mencapai 100.800.

Subhanallah, Gegara Corona, Adzan Berkumandang di Negara Bagian AS

KONFRONTASI -  

Untuk pertama kalinya di dalam sejarah, lantunan azan akan diperdengarkan seluruh Masjid di Kota Minneapolis salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Adzan diperdengarkan menggunakan mengeras suara selama bulan suci Ramadan. Hal ini dilakukan karena kota tersebut sedang dilockdown akibat covid-19.

Azan akan diperdengarkan melalui pengeras suara guna memberitahu ummat muslim tentang waktu-waktu salat dan berbuka puasa.

Amerika, Are you OK?

“AMERIKA, ARE YOU OK?”


Oleh: Susilo Bambang Yudhoyono


Ada kobaran api di Amerika. Ada kerusuhan dan penjarahan di banyak kota.  Suasananya seperti “perang”.  Puluhan ribu tentara yang ada di wilayah (national guard) sudah dikerahkan dan diterjunkan. Ribuan pengunjuk rasa dan perusuh ditahan. Banyak pula kota yang memberlakukan jam malam.

Dunia tercengang.

Hengkang dari WHO, AS Berikan Pukulan Terhadap Perang Melawan Corona Victor Maulana

KONFRONTASI -   Keptusan Amerika Serikat yang hengkang atau cabut dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendapat reaksi dari negara-negara besar. Rusia, misalnya, menyesalkan keputusan itu karena akan memberikan pukulan pada kerangka internasional untuk kerja sama melawan pandemi Corona.

Ketegangan AS-China: Sebuah Pandangan

Oleh Fuad Bawazier, Mantan Menkeu

OPINI-Sampai kunjungan bersejarah Presiden Amerika Serikat (US) Richard Nixon ke China 21 Februari 1972, China masih negara berkembang yang miskin, terbelakang dan relatif tertutup. Kunjungan Nixon itu adalah kunjungan pertama Presiden US ke China sekaligus mengakhiri isolasi diplomasi panjang terhadap China. Nixon bertemu Mao Zedong, pemimpin tertinggi China (PRC/ People’s Republic of China). Kunjungan Nixon inilah yang membuka China kepada dunia modern. 

Kesalahan Fatal AS Sehingga Jadi Negara Terparah Covid-19

KONFRONTASI -   Amerika Serikat (AS) menjadi negara terparah di dunia yang dilanda pandemi virus corona baru, COVID-19, baik dalam jumlah kasus infeksi maupun jumlah kematian. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pandemi di Amerika tak akan separah seperti ini jika pemerintah tidak melakukan kesalahan fatal.

Jika Jadi Presiden AS, Joe Biden Tak akan Biarkan Israel Rebut Tepi Barat

KONFRONTASI - Kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden untuk pemilu presiden tahun 2020 memperingatkan pemerintah Gedung Putih, agar selain tetap mempertahankan solusi dua negara, juga tidak membiarkan rezim Zionis Israel menggabungkan Tepi Barat ke wilayah yang didudukinya.

Fars News (7/5/2020) melaporkan, pasca pernyataan sejumlah pejabat Amerika terkait kesiapan negara itu mengakui secara resmi kedaulatan Israel di sebagian besar wilayah Tepi Barat, Joe Biden, kandidat capres Demokrat, mendesak supaya hal itu dihindari.

Pages