20 November 2019

Aramco

Mike Pompeo Tuding Iran Serang Aramco, Pentagon Kirim Sistem Pertahanan ke Arab Saudi

KONFRONTASI -    Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) (Pentagon) mengumumkan akan mengirim ratusan personel militer ke Arab Saudi setelah Iran dituduh sebagai pelaku serangan ke kilang minyak Saudi Aramco.

Serangan sebelum fajar pada 14 September lalu itu menghancurkan lebih dari setengah dari produki minyak Arab Saudi. Jumlah itu setara dengan 5 persen pasokan minyak mentah global atau 5,7 juta barel per hari.
 

Ini Kronologi Serangan Drone Terhadap Aramco Saudi

KONFRONTASI-Ketika 18 'drone' menghantam fasilitas pemrosesan minyak terbesar dunia di Arab Saudi Sabtu lalu, ratusan orang yang mendapat giliran kerja malam langsung bergerak cepat memadamkan kobaran api.

Dalam kegelapan dini hari mereka tiba dalam hitungan menit setelah serangan di pabrik Baqaiq dan satu serangan lain yang hampir bersamaan di Khurais, ladang minyak terbesar kedua di dunia.

Iran Membantah Terlibat Serangan ke Aramco, Harga Minyak Dunia Tumbang

KONFRONTASI - Harga minyak turun sekitar dua persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang penurunan hari sebelumnya setelah Arab Saudi mengatakan akan dengan cepat memulihkan produksi penuh setelah serangan akhir pekan lalu pada fasilitasnya, dan karena stok minyak mentah AS naik secara tak terduga.

Serangan ke Aramco, Perang Yaman-Saudi

KONFRONTASI - Menteri Pertahanan Iran membantah tuduhan sebagian kalangan terkait keterlibatan Iran dalam serangan pasukan Yaman ke kilang minyak Arab Saudi.

Ia mengatakan, masalahnya sangat jelas, dua negara terlibat dalam pertempuran.  

Fars News (18/9/2019) melaporkan, Brigjen Amir Hatami, Rabu (18/9) menyampaikan hal ini di sela rapat kabinet Iran.

Ia menambahkan, salah satu pihak yang bertikai adalah Yaman, dengan terbuka negara itu mengumumkan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dilema Minyak Mentah Arab Saudi Akibat Serangan ke Aramco

KONFRONTASI -   Tak dapat dipungkiri, serangan terhadap fasilitas kilang minyak milik Saudi Aramco pada Sabtu (14/9/2019), telah mendongkrak harga minyak dunia ke level tertingginya untuk hampir empat bulan terakhir.

Kenaikan itu terjadi sebagai reaksi pasar atas risiko berkurangnya pasokan global. Setidaknya, serangan itu memangkas produksi minyak mentah Arab Saudi hingga 5,7 barel per hari (bph) atau sekitar 5 persen dari pasokan global dunia.
Baca juga: Trump: Kesepakatan Dagang AS-China Akan Lebih Buruk

Aramco Saudi Diserang, Bagaimana Dampaknya Terhadap Indonesia?

KONFRONTASI-Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan serangan terhadap fasilitas minyak Saudi Aramco akan berdampak pada kondisi di Indonesia. Menurut Marwan, besar-kecilnya dampak kejadian di Saudi Aramco terhadap Indonesia tergantung perkembangan geopolitik di dunia internasional, terutama Timur Tengah.

"Dampaknya ke Indonesia ialah kenaikan harga minyak dunia hingga harga BBM," ujar Marwan saat dihubungi Republika di Jakarta, Selasa (17/9).

Tanggapi Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco, Trump: AS Terisi dan Siap

KONFRONTASI -  Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat siap mengokang senjata demi merespons serangan pesawat nirawak atau drone terhadap dua kilang minyak Arab Saudi, Aramco, pada Sabtu pekan lalu.

Dalam kicauannya di Twitter, Trump juga mengaku bahwa AS mengetahui siapa dalang di balik serangan itu meski tak menyebutkannya.

i

"Pasokan minyak Saudi diserang. Ada alasan untuk percaya bahwa kami mengetahui siapa pelakunya, kokang senjata akan dilakukan tergantung verifikasi," kata Trump pada Minggu (15/9).

Pengilangan Minyak Diserang, Saham Aramco Jatuh Merosot Tajam

KONFRONTASI -   Saham Saudi Aramco merosot tajam pada Minggu (15/9/2019), setelah serangan terhadap dua kilang minyak Arab Saudi yang memotong setengah produksi minyak Saudi.

Penurunan saham itu memperpanjang kerugian besar-besaran untuk saham Saudi, yang dalam beberapa pekan terakhir telah dihantam oleh penilaian mahal, harga minyak yang lemah dan kekhawatiran tentang prospek ekonomi

 

Pangeran Mohammed bin Salman Bantah Aramco Batal Go Public

KONFRONTASI -  Belum lama ini, santer kabar bahwa Arab Saudi telah membatalkan rencana go public Aramco yang sempat digadang-gadang menjadi Initial Public Offering (IPO) terbesar dunia. Padahal, rencana roadshow ke berbagai negara telah diumumkan, termasuk ke Indonesia.
 
Namun, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) membantah kabar tersebut dan mengatakan pihaknya sedang mengatur ulang strategi yang tepat agar aksi korporasi itu lebih menguntungkan.
 

Petronas-Aramco Sepakati Investasi USD7 Miliar untuk Kilang Minyak

KOFROTASI-Perusahaan minyak milik negara Malaysia Petroliam Nasional Bhd (Petronas) dan Saudi Aramco mencapai kesepakatan kerja sama investasi senilai 7 miliar dolar AS (sekitar Rp95 triliun) untuk proyek kilang terpadu Pengerang Integrated Complex (PIC) Johor.

Pages