16 November 2018

Arab Saudi

Erdogan Sebarkan Rekaman Pembunuhan Khasshoggi ke AS

Konfrontasi - Turki telah memberikan rekaman-rekaman terkait dengan pembunuhan wartawan Jamal Khasshoggi kepada Arab saudi, Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Inggris, kata Presiden Tayyip Erdogan pada Sabtu (10/11).

Sumber-sumber Turki mengatakan sebelumnya bahwa pihak berwenang memiliki rekaman audio yang dimaksudkan mendokumentasikan pembunuhan tersebut.

Presiden PBB Siap Dampingi Habib Rizieq Hadapi Proses di Arab Saudi

Konfrontasi - Partai Bulan Bintang (PBB) menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Habib Rizieq Shihab yang tengah menjalani proses hukum di Arab Saudi terkait pemasangan bendera bertuliskan kalimat tauhid. Bahkan, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra siap turun langsung menjadi penasihat hukum bagi imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

"PBB dan ketum PBB (Yusril, red) siap jadi pengacara HRS," kata Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Ferry Noor, Jumat (9/11/2018).

Seruan AS Dicuekin, Saudi Kembali Bombardir Yaman, Warga Sipil Terjebak

KONFRONTASI-Seruan gencatan senjata Amerika Serikat (AS) ternyata tidak membuat Yaman tenang. Kota Hodeidah kembali menjadi palagan Selasa (6/11). Pasukan koalisi yang dipimpin militer Arab Saudi menggempur kota pelabuhan utama di Laut Merah tersebut. Mereka berusaha merebut Hodeidah dari tangan pemberontak Houthi.

"Orang-orang terjebak di dalam rumah selama berjam-jam karena baku tembak. Tapi, rumah pun sebenarnya tidak aman," ujar Baseem Al Janani, penduduk Hodeidah, kepada The Guardian kemarin, Rabu (7/11).

Habib Rizieq Dibebaskan Setelah Diinterogasi Intelijen Saudi

KONFRONTASI-Duta Besar (Dubes) RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengungkapkan bahwa aparat intelijen di negeri tempatannya sempat menginterogasi Muhamad Rizieq Shihab (MRS) alias Habib Rizieq. Menurutnya, intelijen Arab Saudi dari Mabahis Ammah atau General Investigation Directorate (GID) alias Direktorat Penyelidik Umum membawa imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu dari tempat tinggalnya di Mekah menuju kantor polisi setempat, Senin (5/11) pukul 16.00.

Pangeran Alwaleed Sebut Kasus Khashoggi Tak akan Sentuh Pimpinan Saudi

KONFRONTASI-Hartawan Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal, pengusaha dunia dari kerajaan itu, pada Minggu (4/11) mengatakan penyelidikan resmi atas kematian wartawan Jamal Khashoggi akan membebaskan pemimpin negara itu dari tuduhan.

Khashoggi, penulis kolom "Washington Post" penentang pemerintah Saudi dan penguasa nyatanya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, terbunuh setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada awal Oktober.

13 WNI Masih Terancam Hukuman Mati di Saudi

KONFRONTASI-Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan masih terdapat 13 WNI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, Iqbal menegaskan pemerintah akan terus berupaya meringankan hukuman para WNI tersebut.

"Yang jelas fokus pemerintah memastikan mereka terpenuhi hak-hak hukumnya, yang terpenting adalah pembelaan diri, mendapatkan penterjemah, dan proses peradilan yang fair," kata Iqbal.

Khashoggi Dibunuh Karena Hendak Ungkap Kekejian Saudi di Perang Yaman?

KONFRONTASI-Senjata kimia mungkin menjadi alasan di balik kematian Jamal Khashoggi. Kolumnis Washington Post itu berencana mengungkap kekejian Arab Saudi dalam perang Yaman. Salah satunya dengan menggunakan senjata kimia untuk membunuh orang-orang yang dianggap berseberangan.

Jurnalis 59 tahun itu sudah mengantongi bukti-bukti. Tinggal selangkah lagi misinya mengungkap borok perang Yaman berhasil. Namun, dia keburu dibungkam selamanya.

Jaksa Saudi ke Turki untuk Investigasi Kematian Khashoggi

KONFRONTASI- Jaksa penuntut umum Arab Saudi sudah tiba di Istanbul, Turki, untuk menginvestigasi kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Kantor berita Turki Anadolu melaporkan, jaksa penuntut Arab Saudi tersebut akan berbicara dengan jaksa Istanbul.

Sebelumnya, pada Sabtu (27/10) lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki menghargai pembicaraan antara dua jaksa tersebut. Sampai kini, belum diketahui kapan tepatnya jaksa dari dua negara tersebut akan bertemu.

Israel Dilaporkan Jual Senjata Mata-mata Canggih ke Saudi

KONFRONTASI -  Israel dilaporkan menjual senjata mata-mata canggih kepada Arab Saudi dengan nilai kesepakatan USD250 juta atau lebih dari Rp3,8 triliun. Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan rahasia kedua pihak.

Laporan transfer teknologi spionase tersebut dirilis media Uni Emirat Arab, Al-Khaleejpada hari Minggu.

Jaksa Saudi: Pembunuhan Khashoggi Telah Direncanakan

KONFRONTASI-Jaksa penuntut Arab Saudi mengatakan pembunuhan wartawan veteran Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, telah direncanakan.

Keterangan itu disampaikan jaksa penuntut umum sebagaimana dilaporkan oleh media resmi pemerintah Arab Saudi.

Disebutkan, bukti bahwa pembunuhan Khashoggi telah direncanakan, terungkap dalam penyelidikan yang dilakukan oleh satuan tugas gabungan Saudi-Turki, lapor televisi Ekhbariya.

Dilaporkan pula bahwa penuntut memeriksa sejumlah tersangka sebagai tindak lanjut dari hasil penyelidikan.

Pages