22 October 2019

Anies B

Koalisi Demokrat-Gerindra-PAN-PKS Harus Pertimbangkan Prabowo-Rizal Ramli untuk Kalahkan Jokowi. Prabowo-AHY hampir Pasti Kalah !

KONFRONTASI- Kubu Jokowi yakin menang kalau menghadapi duet Prabowo-AHY (Agus Yudhoyono), dan itu yang dikehendaki oleh kubu Jokowi sejak awal.  Sosok AHY terlalu prematur, dipaksakan dan ringkih untuk tarung hadapi Jokowi dan wapresnya  di Pilpres 2019. Oleh sebab itu, penting bagi Koalisi Gerindra-Demokrat-PKS-PAN agar mempertimbangkan figur yang lebih kuat, kredibel dan berkualitas dalam menghadapi Jokowi.

Anies Hadapi Jokowi ? Atau Prabowo Hadapi Jokowi? Oposisi masih Galau

KONFRONTASI-Kurang dari satu bulan masa pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2019 pada 4-10 Agustus, muncul berbagai skenario dari kubu politik yang akan menantang petahana Presiden Joko Widodo. Wacana yang belakangan muncul menempatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai salah satu kandidat calon presiden dengan mendapat dukungan dari Jusuf Kalla.

Christianto Wibisono tentang Retorika Rasisme Anies Baswedan

KONFRONTASI- Analis ekonomi-bisnis dan politik  Christianto Wibisono: mencatat bahwa retorika rasisme dari Gubernur DKI Anies Baswedan bukan blunder politik, tapi sebuah kesengajaan dengan kalkulasi politik yang matang.

Menurut Christianto, Lima tahun ke depan kita masih akan mendengar pernyataan Anies yang rasis, dengan maksud :1) Untuk menutupi kelemahan, 2) untuk menggalang dukungan publik karena siapapun yang menentang Anies artinya anti pribumi dan anti Islam.

Berikut sejumlah catatan Christianto:

Aktivis 1998: Rini, Kuntoro, Chatib, Anies B, CT, Karen, Agus Marto Bermasalah, Tidak Layak Masuk Kabinet Jokowi

JAKARTA- Forum Aktivis Angkatan 1998 menilai  Rini Sumarno, Kuntoro Mangkusubroto, Anies Baswedan, Karen Agustiawan, Agus Marto dan CTl adalah orang-orang oportunis, bermasalah dari Konvensi Demokrat dan  ''rezim SBY'' , yang secara moral-etis, tidak layak masuk kabinet Jokowi. Mereka adalah momok warisan SBY ke Kabinet Jokowi. Sungguh menyedihkan bahwa mereka kaum oportunis yang menyerobot masuk kabinet Jokowi, suatu kecolongan luar biasa. Maka, berbagai elemen masyarakat mengawal pembentukan kabinet yang akan dilakukan oleh presiden dan wakil presiden terpolih, Joko Widodo-Jusuf Kalla.