ang jasman

Puisi-puisi Ang Jasman : Parade Sejuta Puisi Penyair Facebook (PSPPF)

PALINGKAN WAJAHMU KEKASIH

Oleh : Ang Jasman

palingkan wajahmu kekasih, sesaat saja

 

biarlah kubawa dalam luka yang menganga kian lebar ini

tak usah senyummu itu jika kau memang tak mau

lupakah kau, kekasih, akan segulung kisah yang telah kita tapaki bersama

tapi kau memang selalu saja merasa sendiri dengan langkah-langkah kecilmu.

palingkan wajahmu kekasih, sebentar saja

 

lihatlah ke langit utara burung-burung camar pulang ke sarang

bawa cerita sepanjang hari tentang laut pada anak-anaknya

Puisi Ang Jasman : Pintu

Sungguh, jangan anggap enteng menutup ini pintu

Mungkin kau terlalu akrab dan dia suka deritnya sendiri

Sebentar lagi gelap melata dan malam akan mencumbu.

 

 

Sembilan pintu menatap ke seribu penjuru

Sembilan pintu mengarah ke jalan tanpa rambu

Membujuk-rayu langkah akanan hingga ke ufuk

 

 

Kaki-kaki sering tersengkelat di jalan menyilaukan

Merampas mata ke tebing-tebing keindahan

Mencumbu ranum dada para mojang.

 

 

O, pintu-pintu yang membujuk

Puisi Ang Jasman : Haus

HAUS

Oleh:Ang Jasman

 

ada percik air jatuh di kepala dan harum tanah

di pertigaan Jatipadang jalan mulai lengang dan senyap

 

ranting-ranting basah berbagi tetes kesegaran. di pucuknya

disapanya haus dan laparku yang berdendang seharian.

 

tirai rinai melayang turun hingga penghabisan. di mata pejam

terbayang jalan, rumah, sawah-ladang berpesta basah.

bumi yang menyusu pada alam selalu bawa kisah abadi

 

di keteduhan tepi jalan tapi kenapa tenggorokan ini

Catatan Untuk Seorang Sobat : Refleksi Untuk Buku Puisi ' Denting '

Barangkali akan naif bila saya menyamakan apa yang pernah saya lihat dan dengar untuk sekedar memberikan catatan bagi buku puisi ' Denting ' menghimpun puisi karya sahabat fesbook saya yang saya yakin baik hati dan tulus yakni Angdev Jasman ( Ang Jasman ), tapi lantaran ke-naifan itu saya berani mengawali tulisan ini.

Puisi Ang Jasman : Mata

 telah jauh kita bicara kesetiaan:

sejak itu kita bercerita tentang mata 

kau memandang dengan mataku

aku memandang dengan matamu? 

 

dan mata kita tak saling menipu

cermin tak pernah menipu 

hati kita tak henti menari

di cermin itu: 

mata yang jendela.

bisa jadi gelombang bening ini

berpendaran dari matamu dari mataku 

getar hati semesta tak henti meliuk-liuk

menari di hatimu berdendang di hatiku 

membawa pesan purba dari taman itu

: titipan nenek moyang. 

 

Puisi : Pada Pagi

pada pagi kau menarik nafas penuh

kau hembus pada malam yang melegakan 

gelisahmu menggelepar di jambangan.

sepi.

: segala terlempar luruh. 

 

angan tak lagi menjadi kapas

mengapung di kedalaman langit 

lalu memojokkan segala ingin.

semua.

: tembok makin menghimpit.

 

dulu sudut-sudut ini kau kenali

tiap detikmu harapmu perlahan meniti

begitu yakin dirimu pada janji-janjinya.

pagi.

: kau menatap jendelamu kembali.

 

AJ  /2014

Puisi Ang Jasman : Kau, Sore dan Aku

sore malu-malu menggamit lenganku

menghampir kamu membawakan cappuccino, bisiknya 

jangan ucapkan goodbye atau kata yang membuatmu kelu

dan ia minta kupeluk petang di celah tiap langkahmu. 

 

 

kesendirianmu sering mencampakkan harapan

jalan yang pernah kita tapaki menghapus jejak-jejak

 tak ada lagi gedung unik dimana kita berteduh