Anas Urbaningrum

Keterangan Yulianis Bisa Bebaskan Anas Urbaingrum?

KONFRONTASI - Pakar hukum pidana, Profesot Romli Atmasasmita meminta mantan anak buah bendahara umum Demokrat, Yulianis dan dua saksi kunci hambalang membuat keterangan lengkap tertulis.

"Setelah dibuat tertulis nanti baru kita kaji. Baru nanti saya akan konfrensi pers dan hasilnya nanti kita sampaikan ke KPK," kata Prof. Romli kepada wartawan di kantornya, Jalan Brawijaya IX no 8A, Jakarta Selatan, Selasa (4/8).

Mahfud MD Akan Bawa Yulianis ke KPK, Kejaksaan dan Kemenkumham

KONFRONTASI - Yulianis, mantan anak buah M Nazaruddin memenuhi tantangan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD untuk membuktikan jika cuitannya di media twitter tentang kasus Anas Urbaningrum adalah betul dan sesuai fakta. Sesuai janjinya, Yulianis datang ditemani mantan politisi Demokrat Gede Pasek Suardika dan tiba di kediaman Mahfud sekitar pukul 14.30 WIB.

Tiba di Lapas Sukamiskin, Anas Disambut Orasi Para Pendukungnya

KONFRONTASI-Terpidana perkara korupsi proyek pembangunan Wisma Atlet Hambalang, Anas Urbaningrum, tiba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 A Sukamiskin Kota Bandung, Rabu.

Anas yang datang menggunakan mobil tahanan KPK dengan nomor polisi B 7773 QK, tiba di Lapas Sukamiskin sekitar pukul 17.30 WIB.

Saat turun dari mobil tahanan, Anas yang mengenakan kemeja putih langsung disambut takbir oleh massa pendukungnya.

Anas Dipindah ke Sukamiskin, Pendukung Siapkan Konvoi Jakarta-Bandung

KONFRONTASI - Mantan Ketua Umum PB HMI, Anas Urbaningrum akan dipindahkan dari Rutan KPK ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Senin (15/6).

Informasi pemindahan Anas tersebar luas melalui pesan berantai Blackberry Massanger, Minggu malam (14/6). Tidak ada nama sumber pemberi informasi, namun nampak jelas pesan tersebut dibuat oleh pendukung Anas.

"Mari kita berikan support kepada beliau (Anas) menghadapi kezaliman dan kesewenangan hukum," begitu isi pesan berantai tersebut.

MA Perberat Hukuman Anas, KPK Sumringah, Refly Harun: Biar Koruptor Tidak Gampang Ajukan Kasasi

KONFRONTASI - Putusan Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan Anas Urbaningrum. Bahkan, Majelis Kasasi melipatgandakan hukuman pidana terhadap Anas menjadi 14 tahun. MA menyatakan Anas memang terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang (money laundering).

Tidak hanya pidana penjara, Majelis Kasasi juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp5 miliar subsidair satu tahun empat bulan terhadap Anas. Anas juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp57 miliar.

Putusan Hakim Agung Artidjo Alkostar soal Anas dinilai Sensasional dan Kontroversial, MA Dianggap Aneh!

KONFRONTASI - Perhimpunan Magister Hukum Indonesia (PMHI) menganggap aneh jumpa pers Mahkamah Agung (MA) terrkait vonis Anas Urbaningrum. alam konprensi pers yang digelar di gedung MA itu, Jubir MA, Suhadi menjelaskan tentang vonis MA yang mencabut hak politik Anas, menambah hukuman menjadi 14 tahun, denda Rp 5 miliar dan uang pengganti Rp 57 miliar lebih. Menurut Suhadi putusan di tingkat pertama dan banding telah keliru.

Menurut Ketua PMHI Fadli Nasution, tidak pantas MA mengomentari putusan yang telah dikeluarkan, seolah-olah mencari alasan pembenaran dan dukungan publik.

MA: Majelis Hakim Sudah Benar Cabut Hak Politik Anas

KONFRONTASI - Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman terhadap Anas Urbaningrum setelah menolak kasasi yang diajukannya. Anas yang semula dihukum tujuh tahun penjara kini harus mendekam di rumah tahanan selama 14 tahun.

Majelis pun menilai, pertimbangan pengadilan tingkat pertama dan banding yang menyatakan bahwa hak Anas untuk dipilih dalam jabatan publik tidak perlu dicabut adalah keliru. Sebaliknya, MA justru berpendapat bahwa publik atau masyarakat justru harus dilindungi dari fakta, informasi, dan persepsi yang salah dari seorang calon pemimpin.

Akbar & Mahfud Jenguk Anas Urbaningrum di Rutan KPK

KONFRONTASI - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung menjenguk Anas Urningrum di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Akbar tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.15 WIB mengenakan kemeja batik lengan pendek. Dia membenarkan mau membesuk Anas yang juga mantan Ketua Umum PB HMI itu.

"Mau besuk adinda Anas, kita menunjukkan empati," kata Akbar di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2015).

Anas: KPK Jangan Merasa Seperti Tuhan yang Selalu Benar

KONFRONTASI-Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bersikap seperti Tuhan yang selalu benar.

Menurutnya, memaksakan menguasai klaim tunggal atas kebenaran akan mengambil sebagian sifat Tuhan

"Hanya Tuhan pemilik kebenaran absolut. Setiap makhluk (orang atau lembaga) tidak dijamin selalu benar," kata Anas lewat akun twitter @anasurbaningrum beberapa saat lalu.

Anas mengatakan, Kebenaran tidak hanya tersedia di tempat-tempat eksklusif. Melainkan, kebenaran ada di mana-mana.

Pages