Analis

Analis: Mengapa Jokowi Bakal Kalah? Karena Kepongahan dan Kelemahan Kubunya Sendiri

KONFRONTASI- Analis politik Universitas Paramadina Dr Herdi Sahrasad dan Nehemia Lawalata tokoh Persatuan Alumni GMNI menilai, merosotnmya elektabilitas Joko widodo  akibat kepongahan kubu Jokowi dan kesalahan mereka sendiri.  Herdi dan Lawalata melihat memburuknya ekonomi, hukum yang sangat tak adil, dan pemerintahan yang lemah dan ungoverning government, ditambah  tim buzzer/pendukung Jokowi-Maruf sangat agresif  dan pongah, doyan menyerbu para tokoh yang kritis atau berseberangan atau oposisi di ruang publik/medsos, dan aksi ofensif  tim buzzer itu kele

Analis Prediksi IHSG Menguat Pekan Depan

KONFRONTASI -  Federal Reserve (The Fed) dan Bank Indonesia (BI) akan menggelar pertemuan pada pekan depan.

Sejumlah analis optimistis indeks saham akan tetap menguat usai terjadinya rapat yang digelar oleh kedua bank sentral tersebut.

Kepala riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred nainggolan memprediksi, The Fed tidak akan menaikan suku bunga acuan atau The Fed rate pada pertemuan pekan depan, alasannya karena The Fed sempat berwacana tidak lagi agresif menaikkan suku bunga.

Tim Analis Valbury Sekuritas Sebut : Penguatan Bursa AS Topang IHSG

KONFRONTASI -   

Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi pergerakan IHSG akan tertopang penguatan bursa AS hari ini, Jum'at (06/07). 

Tim analis Valbury Sekuritas menyebutkan perkiraan pasar hari ini, diharapkan dengan membaiknya saham AS ditutup menguat pada Kamis (6/7/18) menjadi dukungan bagi bursa regional Asia yang sekaligus dapat menjadi penopang bagi IHSG.

Kendati sisi lainnya pergerakan IHSG masih dihadapi rapuhnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dan juga pemberlaku tarif impor China. 

Analis Prediksi Rupiah Masih Berpotensi Melemah

KONFRONTASI -  Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) masih belum menunjukkan pergerakan yang stabil. Setelah melemah di awal pekan lalu, potensi hari ini pun masih sangat mungkin kembali ke zona merah.

Mengutip Bloomberg hari ini, rupiah dibuka di level 13.504 atau menguat 14 poin dari penutupan kemarin di posisi 13.518.

Reza Priyambada, analis pasar uang Binaartha Sekuritas menegaskan, meski hari ini dibuka menguat cuma posisi ketahanan rupiah masih belum kokoh.

IHSG Diperkirakan Bergerak di Kisaran 5.378-5.603, Sebut Analis PT Asjaya Indosurya Securities

KONFRONTASI - Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran level 5.378-5.603.

William menyampaikan, IHSG terlihat masih memiliki kekuatan naik yang cukup besar dengan ditunjang oleh capital inflow yang terus menerus terjadi.

"Hal ini tentunya perlu kita cermati dikarenakan dari awal tahun baru," ujarnya di Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Analis: Penarikan Dubes Australia Jadi Bumerang Bagi Abbot

Konfrontasi - Tindakan diplomatik pemerintah Australia untuk menarik Duta Besar Australia untuk Indonesia pasca-eksekusi terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran bisa menjadi bumerang. Demikian disampaikan analis politik Australia, Aaron Connolly.

Connolly, yang juga peneliti Program Asia Timur dari Institut Lowy, menyayangkan langkah PM Abbott yang bertujuan mengekspresikan ketidaksenangan Australia.

Analis : Harga minyak turun karena persediaan AS meningkat

KONFRONTASI-Harga minyak turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data resmi menunjukkan persediaan minyak mentah komersial AS meningkat lebih besar dari perkiraan, sementara pasar terpukul pula oleh dolar yang lebih kuat, kata para analis.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun 1,47 dolar AS menjadi ditutup pada 46,31 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Maret turun 51 sen menjadi ditutup pada 48,52 dolar AS per barel di perdagangan London.

BBM Langka Dimana-mana, Analis Ingatkan Pemerintah soal Potensi Gejolak Sosial

KONFRONTASI - Analisis ekonomi dan politik Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga mengatakan apabila tak segera diantisipasi sedini mungkin, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang terjadi hampir di seluruh wialyah Indonesia akan menimbulkan gejolak sosial. 

Manajemen komunikasi pemerintah dinilainya juga lemah. Sebab, banyak masyarakat tidak tahu kondisi ini terjadi akibat penyesuasi pengendalian BBM bersubsidi.